Selasa, 23 April 2019
Penulis Dikirim oleh Vinsensius Sitepu

Vinsensius Sitepu

Avatar
214 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan.
Beberapa jam yang lalu Binance secara resmi mengumumkan proses alih blockchain terhadap Binance Coin (BNB) telah rampung. Dengan demikian aset kripto BNB sudah beralih dari blockchain Ethereum ke blockchain Binance Chain. Namun ada sejumlah langkah lainnya yang perlu dicermati.
Serena Williams, petenis terkaya asal Amerika Serikat ternyata diam-diam menginvestasikan kekayaannya di perusahaan bursa Bitcoin Coinbase. Duit itu ia tanamkan melalui perusahaan ventura, Serena Ventures yang didirikannya sejak 2014 silam. Hal tersebut disampaikan oleh Serena sendiri melalui Instragam pribadinya, Kamis (18/04).
Profesor Steve Hanke, Guru Besar Ekonomi Terapan dari Universitas Johns Hopkins, belum lama ini menggelar kampanye kemanusiaan bagi rakyat Venezuela yang sedang dilanda krisis keuangan yang buruk. Ia menyebut, warga dunia dapat menyumbangkan dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin dan jenis kripto lainnya.
Apapun ceritanya, bursa kripto sentralistik seperti Binance dengan seabrek produknya memiliki daya tarik sendiri, khususnya pertumbuhan nilai Binance Coin (BNB) yang mencapai lebih dari 303 persen terhitung sejak 1 Januari 2019 hingga hari ini, di kisaran US$25. Sedangkan selama setahun penuh kenaikan BNB mencapai lebih dari 106 persen dari US$12,11 per unit.
Don Tapscott Ketua Pelaksana Blockchain Research Institute, belum lama ini mengatakan kepada Bloomberg, bahwa Pemerintah Tiongkok menilai teknologi blockchain sangat penting bagi perkembangan ekonomi negerinya.
Ada suasana senyap di pasar kripto BitTorrent (BTT), dua bulan setelah harganya anjlok pada awal Februari 2019 lalu. Berdasarkan data di Coinmarketcap, sejak awal Maret hingga hari ini, pasar bergejolak sangat datar di kisaran US$0,000788 hingga US$0,000744 atau rata-rata sekitar US$0,000766.
Stablecoin USDT resmi "mendarat" di blockchain Tron. Sebagai penaiktarafan (upgrade) USDT dari protokol OMNI, dengan berbasis blockchain Tron, pengguna USDT dapat menyimpannya dan melakukan transfer melalui smart contract di Tron. Tron mengklaim, USDT "rasa Tron" ini memungkinkan proses transfer menjadi instan dengan biaya kirim yang gratis.
Clem Chambers, penulis buku Trading Cryptocurrencies: A Beginner’s Guide dalam artikelnya di Forbes, Selasa (16/04), mengungkapkan, Bitcoin sedang memulai kenaikan besarnya. Katanya, US$6 ribu per BTC akan segera tercapai, lalu berikutnya ke level US$10 ribu.
CEO Triv.co.id Gabriel Rey memperkirakan tahun ini Bitcoin berpeluang menembus US$6 ribu. Namun, dengan catatan tidak ada "major event" yang berdampak besar, seperti akan dilarangnya penambangan Bitcoin di Tiongkok, sebagaimana yang pernah diwacanakan Pemerintah Tiongkok beberapa waktu yang lalu.
Menyusul bursa kripto Binance, beberapa jam yang lalu Kraken memutuskan mencabut BSV (Bitcoin Satoshi's Vision). Keputusan itu didasarkan atas jajak pendapat dengan pengguna Kraken di Twitter. Sekitar 71 persen dari partisipan jajak pendapat setuju BSV dicabut dari Kraken.