1 Persen Dompet XRP Kuasai 92 Persen Saldo, Data Terbaru Ungkap Faktanya

Distribusi kepemilikan XRP kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan bahwa kelompok 1 persen dompet XRP dengan saldo terbesar menguasai sekitar 92 persen dari keseluruhan XRP yang tercatat pada akun aktif di jaringan. Temuan tersebut berasal dari pengukuran on-chain terbaru yang tersedia pada Minggu (18/10/2026).

Angka itu memperlihatkan besarnya konsentrasi saldo XRP pada kelompok akun teratas, sementara sebagian besar dompet lainnya hanya menyimpan aset dalam jumlah relatif kecil.

Meski demikian, konsentrasi saldo tersebut tidak otomatis mencerminkan jumlah investor yang menguasai XRP karena sebagian akun digunakan oleh bursa dan perusahaan kustodian.

Berdasarkan data XRP Rich List dari Harvest, pengukuran dilakukan terhadap ledger nomor 107.724.761 yang ditutup pada 17 Oktober 2026 pukul 20.34 UTC, atau 18 Oktober pukul 03.34 WIB.

Hasilnya menunjukkan terdapat 8.241.316 akun XRP yang memiliki saldo, dengan total aset yang diperhitungkan mendekati 100 miliar XRP, termasuk aset yang terkunci dalam mekanisme escrow.

Dari jumlah tersebut, akun yang masuk kelompok 1 persen teratas tercatat mengendalikan sekitar 92 persen keseluruhan saldo yang dihitung. Sementara itu, 99 persen akun lainnya berbagi sekitar 8 persen sisanya.

Berapa XRP yang Dibutuhkan untuk Masuk Kelompok Dompet Terkaya?

Data terbaru tersebut juga mengungkap batas saldo yang diperlukan untuk masuk ke jajaran dompet XRP terkaya berdasarkan persentase kepemilikan.

Untuk menempati kelompok 1 persen akun teratas, sebuah dompet XRP membutuhkan saldo sekitar 43.652 XRP. Angka tersebut merupakan ambang berdasarkan posisi akun dalam distribusi saldo, bukan ketentuan resmi mengenai kategori investor kaya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 22 September 2026: TAO, SUI, SEI, RENDER, RUNE Kompak Dobrak Tren Turun, Pesta Bullish Dimulai?

Adapun untuk memasuki kelompok 10 persen teratas, batasnya jauh lebih rendah, yakni sekitar 2.077 XRP. Sementara itu, akun dengan saldo sekitar 20 XRP sudah berada pada ambang kelompok 50 persen teratas.

Perbedaan tersebut memperlihatkan kesenjangan yang cukup lebar antara akun dengan kepemilikan besar dan sebagian besar dompet XRP lainnya.

Bahkan, kelompok 0,01 persen akun terbesar tercatat mengendalikan sekitar 80 persen XRP yang dihitung dalam pemeringkatan tersebut. Kelompok sangat kecil ini memiliki saldo setidaknya sekitar 3,83 juta XRP per akun.

Sementara itu, kelompok dompet XRP dengan saldo di bawah 1.000 XRP mencakup sekitar 86 persen dari keseluruhan akun yang memiliki saldo. Namun, secara kolektif kelompok tersebut hanya mengendalikan sekitar 0,43 persen XRP.

Data ini memperlihatkan bahwa mayoritas akun berada dalam kategori saldo kecil, sedangkan sebagian besar aset terkonsentrasi pada lapisan teratas.

Jika dibandingkan dengan pengukuran 31 Juli 2026 yang juga dicatat Harvest, ambang untuk masuk kelompok 1 persen teratas sebelumnya berada di sekitar 44.926 XRP. Dengan demikian, batas tersebut telah berkurang menjadi 43.652 XRP pada pembacaan terbaru.

Meski demikian, penurunan ambang tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa investor besar sedang mengurangi kepemilikannya.

Perubahan distribusi dapat dipengaruhi oleh pertambahan akun, perpindahan aset serta perubahan saldo pada akun yang sudah ada.

Sebagaimana dibahas dalam artikel Blockchainmedia mengenai cara melacak akumulasi whale XRP, besarnya saldo atau transaksi pada sebuah wallet tidak dengan sendirinya membuktikan aktivitas pembelian maupun penjualan oleh investor besar.

BACA JUGA:  Harga BTC Berpotensi Meledak, Pola Jelang Bull Run 2021 Muncul Lagi

Dompet Bursa dan XRP Terkunci Perlu Diperhitungkan

Walaupun angka 92 persen tampak sangat besar, terdapat perbedaan penting antara konsentrasi saldo dompet XRP dan konsentrasi kepemilikan berdasarkan individu.

Dalam dokumentasi resmi XRP Ledger mengenai akun, dijelaskan bahwa bursa kripto umumnya menyimpan aset milik banyak pelanggan menggunakan sejumlah akun bersama.

Artinya, sebuah dompet XRP yang menyimpan miliaran koin belum tentu mewakili kepemilikan satu investor. Saldo tersebut dapat berasal dari ribuan hingga jutaan pengguna yang mempercayakan penyimpanan aset kepada penyedia layanan.

Sebagai gambaran, pemeringkatan Harvest mengidentifikasi 11 akun yang dikaitkan dengan bursa Korea Selatan, Upbit, dengan total sekitar 6,44 miliar XRP berdasarkan snapshot terbaru.

Besarnya saldo tersebut lebih tepat dipahami sebagai aset yang tercatat pada akun terkait bursa, bukan bukti bahwa seluruh XRP itu menjadi kekayaan perusahaan ataupun milik satu kelompok investor.

Selain dompet kustodian, keberadaan XRP yang terkunci dalam escrow juga menjadi faktor penting dalam membaca konsentrasi saldo.

Harvest mencatat sekitar 31,55 miliar XRP berada dalam mekanisme escrow on-chain pada snapshot yang sama. Dalam metodologinya, pemeringkatan memperhitungkan XRP yang tersedia pada saldo akun bersama aset yang masih terkunci dalam escrow.

Menurut dokumentasi resmi mengenai mekanisme escrow, XRP yang berada dalam penguncian tidak dapat digunakan sampai persyaratan pelepasannya terpenuhi.

Dengan demikian, aset yang diperhitungkan sebagai bagian dari penguasaan suatu akun belum tentu seluruhnya tersedia untuk dipindahkan atau diperdagangkan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Putra Joe Biden Bongkar Penyebab Keruntuhan Meme Coin LAPTOP

Perbedaan antara XRP yang tersedia dan masih terkunci juga pernah dijelaskan Blockchainmedia dalam pembahasan mengenai cara memeriksa kepemilikan XRP milik Ripple, yang menekankan pentingnya membedakan saldo wallet dengan aset dalam escrow.

Selain itu, satu investor dapat mengendalikan lebih dari satu dompet XRP. Sebaliknya, satu akun bursa dapat merepresentasikan kepemilikan banyak orang sekaligus. Karena itu, jumlah akun dalam jaringan tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah pemegang XRP secara individu.

Penghitungan Harvest sendiri menggunakan data akun dan escrow pada satu ledger tervalidasi, dengan estimasi ambang persentil berdasarkan distribusi saldo. Hasilnya menggambarkan kondisi akun pada waktu pengukuran, bukan identifikasi menyeluruh terhadap pemilik akhir setiap aset.

Temuan terbaru ini memberikan gambaran tentang bagaimana XRP tersebar di jaringan dan seberapa besar perbedaan saldo antara kelompok akun terbesar dengan kelompok lainnya.

Namun, angka konsentrasi tersebut tetap memerlukan pembacaan yang hati-hati, terutama karena aset milik pelanggan bursa dan XRP yang belum dapat digunakan juga masuk dalam perhitungan.

Dengan demikian, dominasi 1 persen dompet XRP dalam data terbaru merupakan gambaran konsentrasi saldo on-chain, bukan bukti bahwa 1 persen individu investor menguasai 92 persen seluruh XRP.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait