Sebanyak 12 polisi Malaysia ditangkap setelah diduga terlibat dalam pemerasan aset kripto senilai sekitar US$51.000, setara Rp841,5 juta, terhadap delapan warga negara Tiongkok dalam sebuah operasi penggerebekan di Kajang, Selangor.
Penangkapan ini dilakukan setelah laporan korban memicu investigasi internal yang mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum tersebut.
Berdasarkan laporan media lokal BH Online, penangkapan polisi Malaysia tersebut menyusul penggerebekan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya di sebuah bungalow yang disewa para korban.
Dalam operasi itu, polisi Malaysia mengklaim sedang menjalankan tindakan resmi terkait dugaan aktivitas penipuan daring. Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan tidak ditemukan bukti keterlibatan korban dalam aktivitas kriminal.
Menurut sumber yang mengetahui kronologi kejadian, para korban diperiksa secara intensif, termasuk penyitaan perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel. Selama proses tersebut, polisi diduga menekan korban untuk mentransfer aset kripto sebelum mereka diizinkan meninggalkan lokasi.
“Setelah negosiasi, tersangka diduga setuju untuk menerima pembayaran sebesar 50.000 USDT, yang ditransfer ke alamat dompet kripto yang diberikan kepada tersangka. Pembayaran dilakukan pada pagi hari dan baru setelah transaksi dikonfirmasi, petugas polisi meninggalkan tempat kejadian,” ungkap sumber tersebut.
Transfer tersebut diduga menjadi syarat pembebasan korban, yang sebelumnya diancam dengan tindakan hukum dan kemungkinan penahanan. Setelah transaksi selesai dan dikonfirmasi, polisi Malaysia meninggalkan lokasi tanpa melakukan penahanan atau proses hukum lebih lanjut terhadap para korban.
Penggerebekan dengan Dalih Operasi Resmi
Penggerebekan dilakukan oleh polisi dengan alasan menjalankan operasi anti-penipuan yang menargetkan dugaan jaringan penipuan internasional.
Para korban, yang merupakan warga negara Tiongkok dan berada di Malaysia untuk keperluan bisnis, awalnya percaya bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari prosedur resmi.
Namun, situasi berubah ketika polisi Malaysia diduga mulai menekan korban untuk menyerahkan akses ke aset digital mereka. Para korban dilaporkan merasa terintimidasi karena ancaman konsekuensi hukum yang disampaikan oleh aparat yang terlibat.
Investigasi awal mengungkap bahwa anggota polisi Malaysia yang ditangkap berasal dari berbagai tingkatan pangkat, termasuk Assistant Superintendent, Inspektur, Sersan, Kopral, Kopral muda dan Jagabaya. Rentang usia mereka berkisar antara 24 hingga 47 tahun, menunjukkan keterlibatan lintas tingkat dalam struktur kepolisian.
Penyidik menduga tindakan tersebut dilakukan secara terkoordinasi, mengingat jumlah personel yang terlibat dan kesamaan pola tindakan selama operasi berlangsung. Para tersangka kini telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Investigasi Internal Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Aparat
Kasus ini menjadi perhatian serius otoritas karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjalankan tugas perlindungan dan penegakan hukum.
Polisi Malaysia yang terlibat kini menghadapi penyelidikan internal, sementara unit khusus ditugaskan untuk mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman komunikasi, jejak transaksi kripto dan keterangan saksi.
Pihak berwenang juga memeriksa apakah ada pihak lain yang terlibat atau apakah tindakan serupa pernah terjadi sebelumnya.
Hingga saat ini, fokus investigasi adalah memastikan kronologi lengkap, termasuk bagaimana polisi Malaysia memperoleh akses ke korban dan bagaimana proses transfer aset digital tersebut dilakukan.
Penangkapan polisi Malaysia ini menyoroti meningkatnya keterkaitan antara aset digital dan tindak kejahatan, termasuk dalam konteks penyalahgunaan kekuasaan.
Aset kripto menjadi target karena dapat dipindahkan dengan cepat dan tanpa melalui sistem keuangan biasa, yang membuatnya rentan dimanfaatkan dalam tindakan ilegal.
Otoritas menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan semua aspek kasus sedang ditelusuri secara menyeluruh. Polisi Malaysia yang terlibat akan menghadapi proses hukum sesuai dengan hasil penyelidikan, sementara korban telah memberikan keterangan untuk mendukung proses investigasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



