12 Tren Kripto yang Siap Meramaikan Pasar Crypto pada 2026

Peneliti Pantera Capital, Jay Yu, merilis 12 prediksi utama terkait arah pasar kripto 2026 pada Rabu (24/12/2025). Rilis ini hadir di tengah momentum akhir tahun, saat pelaku industri global mulai menutup buku 2025 sekaligus memetakan lanskap untuk siklus berikutnya.

Dalam prediksi tahunannya, Yu tidak hanya menyoroti harga atau sentimen jangka pendek. Ia menekankan perubahan struktural yang dinilai akan membentuk fondasi industri kripto ke depan, mulai dari peran AI hingga potensi dampak komputer kuantum.

Proyeksi Arah Pasar Kripto pada 2026

1. Kredit Konsumen Kripto yang Lebih Efisien 

Tren pertama yang disoroti Yu adalah kredit konsumen berbasis kripto yang semakin efisien secara modal. Sektor ini diprediksi memasuki fase baru seiring kematangan infrastruktur pembiayaan digital.

Model kredit tersebut menggabungkan analisis on-chain dan off-chain untuk menilai risiko secara lebih akurat, sehingga akses kredit tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jaminan berlebih.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pendekatan secara modular, manajemen jaminan yang lebih fleksibel, serta dukungan kecerdasan buatan (AI) membuat layanan kredit kripto lebih presisi, adaptif, dan tetap mudah diakses.

2. Pasar Prediksi Terbelah Dua Arah

Yu juga melihat pasar prediksi akan berkembang ke dua jalur berbeda, yaitu finansial dan kultural. Kedua jalur tersebu akan semakin teringtegrasi dengan blockchain dan akan semakin kompleks.

Dari sisi finansial, prediction markets akan terintegrasi dengan DeFi, lebih mudah mengakses leverage, menerapkan liquid staking, serta menghadirkan instrumen mirip “opsi” yang lebih fleksibel.

Sementara itu, pasar berbasis budaya cenderung lebih mampu menarik imajinasi publik, memiliki variasi lokal yang lebih kuat, serta didorong oleh komunitas hobi niche atau long-tail.

7 Platform Pasar Prediksi Terpopuler, Bukan Cuma Polymarket!

3. Agentic Commerce Meluas lewat x402

Model agentic commerce menjadi salah satu tren kripto yang layak diperhatikan pada 2026. Jay Yu memprediksi endpoint seperti x402 akan meluas ke berbagai layanan digital, tidak lagi terbatas pada kasus penggunaan tertentu.

BACA JUGA:  Tak Setengah Hati, Morgan Stanley Kembangkan Infrastruktur Crypto Sendiri

“Meski daya tarik utama agentic commerce tetap pada micropayment, x402 juga akan semakin banyak digunakan sebagai kerangka pembayaran reguler, dengan mekanisme yang hampir serupa dengan Apple Pay,” ujarnya.

Peneliti Pantera Capital itu memperkirakan sejumlah situs bisa memperoleh lebih dari 50 persen volume transaksinya melalui x402. Dalam skenario tersebut, Solana bahkan berpotensi menyalip Base dalam volume transaksi x402 bernilai sen.

4. AI Menjadi Lapisan Antarmuka Kripto

Artificial intelligence menurutnya juga akan menghiasi tren kripto tahun depan dan perlahan akan menjadi lapisan antarmuka utama dalam aplikasi kripto. Trading berbasis loop AI mulai menjadi arus utama.

Meski trading kripto berbasis AI otonom penuh masih bersifat eksperimental, fitur pendukung seperti analisis tren, riset proyek, dan pelacakan dompet diprediksi akan semakin menyatu dalam alur penggunaan aplikasi kripto.

5. Tokenisasi Emas Semakin Diminati

Volume tokenized gold diprediksi tumbuh pesat dan menjadi salah satu pilar utama dalam dorongan tokenisasi RWA. Menurutnya, teknologi blockchain menawarkan solusi atas keterbatasan akses terhadap emas fisik.

“Emas yang ditokenisasi berfungsi sebagai solusi atas pembatasan fisik terhadap emas di sejumlah yurisdiksi, sekaligus menjadi penyimpan nilai yang semakin menarik di tengah masalah struktural dolar, seperti geopolitik, inflasi, dan utang,” tegasnya.

Apa Itu Real World Assets (RWA)? Ini Pengertian dan Daftar Koinnya!

6. Munculnya “Quantum Scare” pada Bitcoin

Tahun 2026 berpotensi diwarnai oleh kekhawatiran terkait perkembangan teknologi kuantum, menyusul munculnya terobosan baru. Kondisi ini bisa mendorong institusi besar pemegang Bitcoin mulai membahas skenario serta rencana darurat menghadapi risiko kuantum.

BACA JUGA:  Singapura Jadi Pusat Digital Banking Lewat Terobosan Baru SGB

Dalam konteks tersebut, ketahanan Bitcoin termasuk koin dari era awal Satoshi Nakamoto akan menjadi sorotan utama. Meski demikian, Yu menilai ancaman nyata terhadap harga BTC masih belum benar benar terjadi.

7. Antarmuka Developer Terpadu untuk Privasi

Isu privasi diprediksi memasuki fase baru dengan hadirnya developer experience yang lebih matang dan terpadu. Framework seperti Kohaku di ekosistem Ethereum dinilai menjadi fondasi penting dalam arah perkembangan ini.

Seiring itu, konsep Privacy-as-a-Service mulai muncul, khususnya untuk kebutuhan enterprise. Pola ini dinilai mengikuti evolusi Wallet-as-a-Service yang sempat berkembang pada siklus sebelumnya.

8. Konsolidasi Digital Asset Treasury

Digital Asset Treasury (DAT) diperkirakan akan memasuki fase konsolidasi dalam beberapa tahun ke depan seiring pendewasaan pasar kripto, dengan hanya menyisakan dua hingga tiga pemain utama di setiap kategori.

Proses konsolidasi ini dapat terjadi melalui berbagai jalur, mulai dari likuidasi aset, konversi ke produk bergaya ETF, hingga aksi merger dan akuisisi antar-DAT di pasar kripto global.

9. Retaknya Batas Token dan Ekuitas

Token tata kelola yang tidak memiliki kendali hukum atas perusahaan diperkirakan akan menghadapi krisis eksistensial. Dalam kondisi ini, menurut Yu, beberapa perusahaan cenderung memilih untuk tetap berstatus privat.

“Kita akan melihat banyak perusahaan berkualitas tinggi memilih untuk tetap “private” lebih lama. Mungkin juga akan muncul token yang dapat ditukar dengan ekuitas, serta kerangka regulasi terkait kepemilikan hukum atas token yang semakin jelas dan matang,” tegasnya.

10. Hyperliquid Pertahankan Dominasi Perp DEX

Pasar perpetual DEX diperkirakan akan semakin terkonsolidasi, dengan Hyperliquid tetap memegang posisi dominan. Dalam ekosistem ini, pasar HIP3 disebut menjadi pendorong utama pertumbuhan volume transaksi.

Apa Itu Perpetual DEX yang Lagi Booming? Ini Pengertian dan Cara Cuan-nya!

Seiring perkembangan tersebut, stablecoin berimbal hasil diprediksi naik kelas dan menjadi bagian penting ekosistem. Pada saat yang sama, dominasi USDC berpotensi tergerus oleh kehadiran USDe dan USDH di jaringan HYPE.

BACA JUGA:  Mengulik Isu Mukhamad Misbakhun Jadi Calon Bos OJK yang Baru

11. Prop AMM Menjadi Multichain

Prop AMM diperkirakan akan meluas ke berbagai jaringan blockchain dan menguasai lebih dari separuh volume transaksi di jaringan Solana.

Tidak hanya itu, model ini juga mulai digunakan untuk penetapan harga aset yang lebih beragam, termasuk aset dunia nyata atau RWA, sehingga semakin memperkuat posisinya di pasar likuiditas kripto.

12. Stablecoin sebagai Jalur Pembayaran Global

Adopsi stablecoin diperkirakan akan semakin luas digunakan oleh perusahaan fintech besar seperti Stripe, Ramp, Brex, dan Klarna untuk mendukung pembayaran lintas negara.

Seiring meningkatnya adopsi tersebut, blockchain yang dirancang khusus untuk stablecoin, seperti Tempo, berperan sebagai jalur on-ramp dari fiat ke kripto sebelum proses penyelesaian transaksi berbasis stablecoin.

Gambaran Tren Kripto pada 2026

Secara keseluruhan, dua belas prediksi yang dirilis Jay Yu menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 tidak lagi semata digerakkan oleh spekulasi. Fokus industri bergeser ke arah efisiensi, integrasi teknologi, serta pembentukan fondasi yang lebih matang dan berkelanjutan.

Meski bersifat edukatif dan bukan nasihat investasi, prediksi ini menunjukkan bahwa pasar crypto tengah memasuki fase pendewasaan. Jika terealisasi, 2026 berpotensi menjadi titik penting bagi evolusi industri kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia