178 Perusahaan Singgung Stablecoin, Tapi Kenyataannya Bikin Kaget

Penyebutan stablecoin dalam laporan tahunan perusahaan publik AS telah melonjak pada awal 2026.

Berdasarkan laporan CoinLaw pada Senin (4/5/2026), tercatat sebanyak 178 dokumen Form 10-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memuat kata stablecoin.

Namun, data menunjukkan fakta yang mengejutkan, di mana hanya ada enam perusahaan yang benar-benar memiliki eksposur bisnis langsung terhadap stablecoin, sementara mayoritas lainnya hanya menyebut aset digital itu sebagai bagian dari risiko usaha atau perbandingan industri.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski istilah stablecoin semakin sering muncul dalam dokumen resmi korporasi, implementasi bisnisnya masih sangat terbatas.

Enam entitas yang tercatat memiliki operasi stablecoin substantif adalah Coinbase, Circle, Robinhood, Bakkt, BitGo, serta entitas terkait lainnya. Sementara sekitar 162 perusahaan lain hanya menempatkan aset digital tersebut dalam bagian risk factors atau pembahasan pesaing bisnis.

BACA JUGA:  Keren! Produk Baru Morgan Stanley Bikin Stablecoin Hasilkan Passive Income

Fenomena ini memperlihatkan bahwa stablecoin kini mulai masuk radar perusahaan besar, tetapi belum menjadi sumber pendapatan utama di sebagian besar model bisnis korporasi.

Pada saat yang sama, perubahan standar akuntansi aset digital di AS juga berjalan relatif mulus. Tahun ini menjadi periode penuh pertama penerapan standar akuntansi kripto berbasis fair value, dengan tingkat revisi laporan tahunan hanya 1,7 persen, jauh lebih rendah dari perkiraan awal.

Rendahnya angka revisi tersebut menandakan perusahaan publik lebih siap mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem pelaporan keuangan mereka.

Stablecoin Mulai Menembus Jalur Pembayaran Global

Di luar dokumen laporan tahunan, penggunaan stablecoin di sektor pembayaran bisnis juga menunjukkan pertumbuhan yang tak main-main.

Dalam laporan tren bisnis April 2026, Stripe mengungkap volume pembayaran stablecoin di platform-nya mencapai sekitar US$400 miliar sepanjang 2025 dan terus tumbuh pada awal 2026.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Merosot 1 Persen, Terseret ke Rp22.509

Sebagian besar transaksi tersebut berasal dari pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) lintas negara. Data itu memperlihatkan stablecoin mulai mengambil peran lebih besar dalam sistem pembayaran internasional, terutama untuk kebutuhan settlement yang lebih cepat dibanding transfer bank tradisional.

Meta Mulai Terapkan Stablecoin untuk Kreator

Perkembangan lain datang dari Meta Platforms yang kini mulai masuk ke tahap implementasi stablecoin secara nyata. Per 29 April 2026, Meta mengaktifkan opsi pembayaran bagi kreator menggunakan USD Coin (USDC) melalui kerja sama dengan Stripe.

Program tersebut memungkinkan kreator menerima penghasilan langsung ke wallet kripto yang mendukung USDC di jaringan Solana Labs dan Polygon Labs. Pada tahap awal, peluncuran masih terbatas untuk kreator terpilih di Kolumbia dan Filipina.

Kreator dapat menghubungkan dompet digital seperti MetaMask, Phantom, atau Binance Wallet untuk menerima pembayaran, sementara Stripe menangani sisi backend transaksi dan dokumentasi pajak digital. Model ini memungkinkan Meta masuk ke ekosistem stablecoin tanpa membangun infrastruktur pembayaran sendiri.

BACA JUGA:  Bahaya! 800+ Aplikasi Kripto Jadi Target Trojan Canggih

Jika ditarik garis besar, data dari ratusan laporan tahunan itu memperlihatkan bahwa stablecoin mulai masuk ke radar korporasi global. Meski begitu, pemanfaatan langsungnya masih terbatas, walau tren pembayaran lintas negara menunjukkan penggunaan stablecoin terus berkembang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait