19,2 Persen Investor Kaya Pilih Kripto, Kalahkan Saham dan Properti

Kripto perlahan mendapat posisi baru di meja investor kaya. Bukan sekadar aset spekulatif, crypto kini mulai dianggap sebagai mesin pembentuk kekayaan yang mampu menyaingi saham, properti, hingga pendapatan dari pekerjaan.

Investor Kaya Mulai Beralih, 19,2 Persen Pilih Kripto

Angka paling mencolok datang dari laporan Nexo Digital Wealth Survey 2026. Sebanyak 19,2 persen investor affluent memilih kripto sebagai sumber kekayaan pribadi terbesar yang mereka harapkan dalam sepuluh tahun mendatang.

Menariknya, posisi mata uang kripto bahkan ditempatkan di atas sejumlah sumber kekayaan tradisional, mulai dari gaji dan saham bahkan hingga aset properti.

“Kripto dipandang sebagai pendorong kekayaan yang lebih besar dibandingkan gaji (17,3 persen), saham (16 persen), dan properti (11,8 persen),” tulis Nexo dalam laporan tersebut.

10 Tips Investasi Bitcoin untuk Pemula yang Harus Kamu Tahu!

Perbandingan itu memberi gambaran menarik. Bagi sebagian investor besar, kripto tidak lagi sekedar tambahan untuk mengejar keuntungan, tetapi mulai masuk ke dalam strategi investasi jangka panjang.

Namun, angka tersebut perlu dibaca dalam konteks surveinya. Nexo melibatkan 1.000 investor affluent di Amerika Serikat, Inggris, dan Argentina yang disurvei pada Februari hingga Maret 2026.

BACA JUGA:  iPhone Duo Bisa Jadi “Trading Station” Kripto Mini? Layar 7,6 Inci Bisa Buka Dua Aplikasi Sekaligus

Definisi affluent juga spesifik. Responden di AS dan Inggris memiliki sedikitnya US$100.000 aset likuid, sedangkan ambang untuk Argentina sebesar US$40.000, sehingga hasil survei ini tidak mewakili populasi umum.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Punya Kripto Belum Berarti Sudah Serius

Optimisme itu tercermin dari tingkat kepemilikan. Sebanyak 66,7 persen responden sudah memegang kripto, menunjukkan bahwa aset digital telah menjadi bagian yang cukup umum dalam portofolio kelompok tersebut.

Meski begitu, tingginya kepemilikan belum otomatis kripto sudah menyatu dengan strategi keuangan jangka panjang. Justru di titik inilah laporan Nexo menemukan jarak yang masih cukup lebar.

Untuk mengukurnya, Nexo menggunakan Crypto Integration Index atau CII. Indeks ini menilai besarnya alokasi, horizon kepemilikan, peran kripto dalam pensiun, substitusi aset tradisional, hingga persepsi risiko investor.

Rata-rata skor CII saat ini berada di angka 4,83 dari 10. Hampir 43 persen investor juga berkumpul pada rentang skor 4 hingga 5, menandakan integrasi aset kripto masih berada pada tahap menengah.

BACA JUGA:  Robinhood Salip Binance, Holder Token Saham Tembus 862 Ribu
Skor CII Investor Kripto - Nexo
Skor CII Investor Kripto – Nexo

Gen Z Paling Ramai, Usia 35–44 Justru Lebih Matang

Perbedaan semakin menarik ketika data dibedah berdasarkan usia. Investor berusia 18 hingga 25 tahun mencatat kepemilikan kripto tertinggi, mencapai 94,2 persen, jauh melampaui rata-rata keseluruhan survei sebesar 66,7 persen.

Investor muda juga paling optimistis. Sebanyak 30,8 persen menyebut aset kripto sebagai sumber kekayaan utama mereka untuk satu dekade mendatang, tetapi hanya 2 persen yang memiliki horizon investasi lebih dari sepuluh tahun.

Justru kelompok usia 35 hingga 44 tahun mencatat integrasi kripto tertinggi dengan skor CII 5,04. Pada fase ini, modal, perencanaan pensiun, dan horizon investasi dinilai berada dalam posisi paling selaras.

Kepemilikan Kripto Berdasarkan Usia - Nexo
Kepemilikan Kripto Berdasarkan Usia – Nexo

Data yang sama menunjukkan 28 persen holder berusia 35 hingga 44 tahun menjadikan kripto sebagai bagian inti strategi pensiun. Setelah usia 45 tahun, alokasi dan integrasi kripto dalam perencanaan pensiun mulai menurun.

Satu Kripto, Motif Investor Ternyata Berbeda

Cerita kripto juga berubah ketika melihat masing-masing negara. Argentina mencatat tingkat kepemilikan tertinggi sebesar 74,3 persen, disusul AS 65 persen dan Inggris 62,3 persen, tetapi motifnya berbeda.

BACA JUGA:  Nyesek! Trader Kripto Ini Gagal Cuan Rp38 Miliar karena Keburu Jual

Di Argentina, kripto berfungsi sebagai penyimpan nilai dan 45,8 persen pendanaannya berasal dari pengurangan kas. Sebaliknya, investor AS paling banyak mengalihkan dana dari saham, dengan porsinya mencapai 41,3 persen.

Inggris mengambil jalur yang lebih menyebar. Pendanaan kripto berasal dari kas 34,9 persen, saham 30,3 persen, obligasi 22,9 persen, dan properti 11,9 persen, tanpa satu sumber yang benar-benar dominan.

Rencana Alokasi untuk Kripto dari Aset Lain - Nexo
Rencana Alokasi untuk Kripto dari Aset Lain – Nexo

Pada akhirnya, hambatan yang dihadapi investor juga ikut berubah. Volatilitas masih menjadi kekhawatiran di AS dan Inggris, sedangkan investor yang terintegrasi mulai memikirkan pajak, keamanan, biaya, serta kualitas infrastruktur.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait