2 Ribu BTC Perusahaan Trump Diagunkan

Perusahaan media milik Presiden AS Donald Trump, Trump Media & Technology Group, telah mengagunkan 2.000 BTC sebagai bagian dari strategi lindung nilai dengan pihak ketiga.

Langkah ini menyebabkan kepemilikan Bitcoin perusahaan yang sebelumnya tercatat sebanyak 11.542 BTC turun menjadi 9.542 BTC dalam laporan keuangan tahunan terbaru mereka.

BTC Trump

Informasi tersebut diungkap oleh analis platform intelijen blockchain Arkham, Emmett Gallic, yang menyoroti perubahan angka kepemilikan dalam dokumen 10-K perusahaan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut Gallic, 2.000 BTC tersebut tidak dijual di pasar, melainkan dijadikan jaminan (collateral) kepada counterparty dalam suatu transaksi hedge. Namun karena perusahaan tidak lagi memiliki kendali atas aset tersebut, BTC itu harus dihapus dari neraca.

Gallic menjelaskan bahwa pihak penerima jaminan memiliki keleluasaan penuh atas Bitcoin yang diagunkan, termasuk kemungkinan untuk menjualnya.

“Perusahaan harus menghapus Bitcoin itu dari neraca karena mereka tidak lagi mengendalikannya,” ungkap Emmett Gallic.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Terima 3 Laporan Dugaan Penipuan Timothy Ronald

Mekanisme Hedge Ubah Status Kepemilikan BTC

Pengagunan 2.000 BTC dilakukan sebagai bagian dari strategi lindung nilai keuangan perusahaan. Dalam praktiknya, Bitcoin tersebut diserahkan sebagai jaminan kepada counterparty yang memiliki hak untuk melakukan rehypothecation, yakni menggunakan kembali aset jaminan tersebut untuk kepentingan transaksi lain.

Dengan mekanisme tersebut, kontrol efektif atas BTC tidak lagi berada di tangan Trump Media. Dalam standar akuntansi, kehilangan kendali ini mewajibkan perusahaan untuk melakukan derecognition atau penghapusan pencatatan aset dari neraca.

Artinya, meskipun Bitcoin tersebut belum tentu berpindah kepemilikan secara permanen, perusahaan tidak dapat lagi mengakuinya sebagai aset yang dikuasai.

Counterparty memiliki diskresi penuh atas jaminan tersebut, termasuk hak untuk menjualnya sesuai kebijakan mereka sendiri. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa BTC yang diagunkan dapat beredar kembali di pasar, tergantung keputusan pihak penerima jaminan.

BACA JUGA:  Gerai Minuman Indonesia Ini Terima Pembayaran Kripto

Penggunaan Bitcoin sebagai instrumen jaminan dalam transaksi hedge mencerminkan pemanfaatan aset kripto sebagai bagian dari strategi keuangan korporasi. Namun, secara pelaporan keuangan, dampaknya langsung terlihat dalam penurunan jumlah BTC yang tercatat sebagai kepemilikan perusahaan.

Pengurangan BTC Bukan karena Aksi Jual

Penurunan dari 11.542 BTC menjadi 9.542 BTC bukan disebabkan oleh aksi divestasi, melainkan perubahan status penguasaan aset. Secara nominal, pengurangan 2.000 BTC tersebut cukup signifikan terhadap total cadangan kripto perusahaan.

Trump Media sebelumnya dikenal memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas dan diversifikasi aset.

Dengan adanya pengagunan ini, struktur neraca perusahaan berubah, meski secara ekonomi mereka masih memiliki keterkaitan terhadap pergerakan nilai BTC melalui skema hedge yang disepakati.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia