Memasuki awal 2026, pergerakan Bitcoin menunjukkan sinyal yang konstruktif. Di tengah aksi ambil untung investor ritel, data on-chain justru memperlihatkan akumulasi dari para crypto whale dan shark. Dinamika ini dinilai membuka peluang lanjutan tren bullish dalam waktu dekat.
Akumulasi Whale Jadi Fondasi Optimisme Pergerakan BTC
Optimisme pasar kripto di awal 2026 tidak muncul tanpa alasan. Data yang dibagikan oleh platform analitik Santiment pada Selasa (06/01/2026) mencatat bahwa sejak pertengahan Desember, investor besar telah mengakumulasi Bitcoin lebih dari US$5,3 miliar.
“Sejak 17 Desember 2025, kelompok whale dan shark yang memegang 10 hingga 10.000 Bitcoin secara kolektif telah mengakumulasi tambahan 56.227 BTC. Pergerakan ini menandai titik bottom lokal di pasar kripto,” jelas Santiment.
Santiment mendefinisikan crypto whale dan shark sebagai entitas yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC. Sementara itu, investor ritel umumnya memiliki kepemilikan di bawah 0,01 BTC.

Menurut Santiment, tren pergerakan pasar kripto umumnya mengikuti langkah investor besar dan kerap bergerak berlawanan dengan arah transaksi investor ritel.
“Pasar kripto biasanya mengikuti jejak whale dan juga shark, serta biasanya bergerak berlawanan dengan dompet ritel kecil,” ujar Santiment dalam laporannya.
Dalam 24 jam terakhir, situasi semakin kondusif. ritel mulai merealisasikan keuntungan karena menganggap reli yang terjadi sebagai bull trap. Kondisi ini justru memperkuat peluang kenaikan lanjutan, karena tekanan jual berpindah dari tangan kuat ke tangan yang lebih lemah.
Bitcoin Masih Sideways, Peluang Breakout Menguat
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga BTC cenderung bergerak sideways di kisaran US$87.000 hingga US$94.000. Pola ini terbentuk sejak pertengahan hingga akhir November.
Meski demikian, BTC saat ini berada di batas atas rentang tersebut. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan di US$94.800 pada Senin malam. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa peluang breakout BTC semakin terbuka.
Santiment menilai kombinasi antara akumulasi whale dan juga aksi ambil untung investor ritel telah menciptakan bullish divergence di pasar. Pola ini kerap muncul menjelang fase penguatan lanjutan.
“Memasuki zona hijau saat ini, peluang untuk melihat pertumbuhan kapitalisasi pasar di seluruh pasar kripto menjadi lebih tinggi dari biasanya,” tulis Santiment dalam kesimpulannya.
Dengan tekanan jual ritel yang mulai mereda dan suplai yang berangsur berpindah ke tangan investor jangka panjang, Bitcoin dinilai memiliki fondasi yang lebih sehat untuk melanjutkan tren bullish.
Redistribusi Supply Jadi Cerita Besar Awal 2026
Tak hanya akumulasi whale, analisis yang disampaikan oleh James Check turut menambah perspektif struktur pasar Bitcoin saat ini. Menurutnya, reli menuju US$94.000 di awal 2026 memang menarik perhatian, namun cerita utama justru terjadi di balik pergerakan harga.
“Bitcoin memulai 2026 dengan reli ke level US$94.000, tetapi cerita yang sebenarnya adalah redistribusi suplai besar-besaran yang saat ini sedang berlangsung,” ujar James Check di X, Selasa (06/01/2026).

Ia mencatat bahwa suplai Bitcoin yang terkonsentrasi di bagian atas mengalami penurunan. Proporsi tersebut turun dari 67 persen menjadi 47 persen, menandakan terjadinya pergeseran kepemilikan ke tangan yang lebih tersebar.
Selain itu, aktivitas ambil untung disebut “turun drastis”, sementara pasar derivatif menunjukkan tanda-tanda short squeeze. Meski demikian, leverage di pasar derivatif secara keseluruhan masih tergolong rendah, sehingga risiko koreksi tajam dinilai lebih terbatas.
Seiring harga Bitcoin yang bergerak menjauh dari area support jangka pendek dan mendekati resistensi jangka panjang, kombinasi data on-chain dan pergerakan BTC mulai membentuk struktur pasar yang lebih solid di awal 2026.
Bagi pelaku pasar crypto, dinamika ini menjadi penanda penting untuk membaca arah pergerakan harga Bitcoin terbaru dalam beberapa pekan ke depan, terutama di tengah perubahan perilaku investor dan proses redistribusi suplai yang terus berlangsung.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



