Pasar kripto masih bergerak fluktuatif, tetapi cara investor menilai aset digital mulai berubah. Jika dulu narasi dan momentum menjadi andalan, kini perhatian mulai bergeser ke fundamental dan pendapatan nyata.
Laporan Grayscale Research yang dirilis pada Selasa (16/06/2026) menunjukkan tren tersebut semakin kuat. Proyek dengan model bisnis yang jelas dan arus kas berkelanjutan dinilai memiliki valuasi yang lebih menarik.
Di antara berbagai sektor, Grayscale menyoroti sejumlah kripto DeFi yang saat ini masih diperdagangkan di bawah potensi fundamentalnya. Token tersebut dinilai layak dipantau di tengah berkembangnya adopsi aset digital.
Daftar Kripto DeFi Layak Lirik Menurut Grayscale
1. AAVE (AAVE)
Kripto DeFi pertama yang paling banyak dibahas dalam laporan tersebut adalah AAVE. Protokol pinjam-meminjam berbasis blockchain ini dinilai memiliki model bisnis yang semakin matang dengan sumber pendapatan yang berulang.
“Dengan menggunakan metode discounted cash flow (DCF) tradisional, Grayscale Research meyakini bahwa kripto AAVE masih memiliki nilai yang menarik pada level harga saat ini,” tulis mereka.
Pendapatan AAVE berasal dari bunga pinjaman, biaya likuidasi, hingga stablecoin GHO. Kombinasi tersebut membuat proyek ini dinilai memiliki fundamental yang semakin menyerupai perusahaan fintech modern.
2. Hyperliquid (HYPE)
Hyperliquid menjadi nama berikutnya yang dinilai menarik oleh Grayscale. Bursa derivatif terdesentralisasi ini terus mencatat pertumbuhan volume transaksi yang agresif di tengah persaingan sektor DeFi.
Semakin tinggi aktivitas perdagangan, semakin besar pendapatan yang dihasilkan protokol. Hal itu membuat kripto HYPE mulai dipandang sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi nyata, bukan sekadar token spekulatif.
Kripto HYPE Melejit ke US$68, Grayscale Sebut Potensinya Belum Habis
Jika tren tersebut terus berlanjut, Hyperliquid berpotensi menjadi salah satu pemain utama di sektor perdagangan derivatif berbasis blockchain dalam beberapa tahun ke depan.
3. Uniswap (UNI)
Meski sudah lama menjadi pemain utama di sektor decentralized exchange (DEX), Uniswap tetap masuk dalam daftar proyek kripto yang dinilai memiliki valuasi menarik.
Biaya transaksi yang dihasilkan dari aktivitas pengguna menunjukkan bahwa ekosistem ini terus menciptakan pendapatan yang stabil. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Uniswap dipandang memiliki prospek jangka panjang.
Grayscale menilai pasar mulai memberikan apresiasi lebih besar kepada protokol kripto yang mampu menghasilkan aktivitas ekonomi nyata dibandingkan sekadar mengandalkan sentimen sesaat.
DeFi Mulai Bergeser dari Narasi Menuju Fundamental
Meski volatilitas pasar masih tinggi, Grayscale menilai tren investasi crypto mulai bergeser ke arah yang lebih matang. Proyek yang memiliki model bisnis berkelanjutan dinilai berpotensi menjadi pemenang di siklus pasar berikutnya.
Dalam konteks tersebut, AAVE, Hyperliquid, dan Uniswap menjadi tiga contoh kripto DeFi yang layak dipantau. Ketiganya dinilai tidak hanya menawarkan inovasi, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang solid.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


