Saat ini, kita berada di penghujung 2025 dan hanya tinggal menghitung hari menuju 2026. Di tengah dinamika pasar kripto yang terus bergerak, muncul pertanyaan besar: bisakah Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi (ATH) baru pada tahun mendatang?
Proyeksi Harga BTC pada 2026
1. Brad Garlinghouse: Bitcoin Bisa Tembus US$180.000
Prediksi Bitcoin terbaru menjelang 2026 datang dari CEO Ripple, Brad Garlinghouse. Pada Rabu (04/12/2025), dalam panel diskusi di ajang Binance Blockchain Week 2025, ia menilai bahwa fundamental Bitcoin terus menguat di tengah meningkatnya adopsi institusional.
Menurut Garlinghouse, momentum imi berpotensi mendorong kenaikan BTC dalam dua tahun ke depan, terutama jika partisipasi lembaga besar terus berlanjut menjelang 2026. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan regulasi yang mulai terbentuk di AS.
“Sebanyak 22 persen dari PDB global berasal dari Amerika Serikat, dan ini adalah pasar yang selama empat atau lima tahun secara terbuka bersikap bermusuhan terhadap kripto. Namun sekarang, sikap tersebut berubah secara signifikan dan cukup cepat,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi pasar yang memasuki fase risk-off setelah periode risk-on agresif dinilai sebagai siklus yang wajar. Koreksi tajam pada awal Oktober 2025, termasuk likuidasi leverage Bitcoin lebih dari US$20 miliar, justru dipandang memperkuat fondasi pasar ke depan.
2. Standard Chartered: US$150.000 Didepan Mata
Prediksi Bitcoin terbaru yang berikutnya datang dari Standard Chartered yang menyesuaikan ulang proyeksi harga seiring pergerakan pasar yang dinilai tidak seagresif perkiraan awal. Bank tersebut menggeser target jangka panjang US$500.000 dari 2028 ke 2030.
Dikutip dari laporan The Block pada Selasa (09/12/2025), Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered, menyebut pelemahan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir sebagai alasan utama kalibrasi ulang model proyeksi.
Ia menilai koreksi Bitcoin dari puncak US$126.000 pada Oktober ke kisaran US$80.000 di akhir November masih tergolong wajar. Menurutnya, pergerakan ini mencerminkan fase penyesuaian pasar sejak Bitcoin Spot ETF mulai diperdagangkan di Amerika Serikat.
Meski prediksi BTC dalam jangka pendek lebih konservatif, pandangan jangka panjang tetap optimistis. Dalam skenarionya, Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin berada di level US$150.000 pada 2026 dan meningkat bertahap hingga mencapai US$500.000 pada 2030.
3. JPMorgan: BTC Berpotensi Tembus US$170.000
Mengutip laporan The Block pada Kamis (06/11/2025), tim analis JPMorgan yang dipimpin Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou mencatat bahwa pasar kripto telah terkoreksi sekitar 20 persen dari level tertingginya.
Koreksi tersebut terjadi pada 10 Oktober 2025, dipicu oleh likuidasi besar-besaran di kontrak perpetual futures yang disebut sebagai salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah pasar kripto.
JPMorgan juga menyoroti rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas yang berada di kisaran 1,8, menandakan bahwa Bitcoin berhasil menyerap sekitar 1,8 kali lebih banyak modal risiko dibandingkan emas.
Berdasarkan perbandingan tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin memiliki ruang kenaikan untuk menyamai total investasi sektor swasta di emas, yang berpotensi besar untuk mendorong harga BTC hingga US$170.000.
“Perhitungan ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan signifikan bagi Bitcoin dalam enam hingga dua belas bulan ke depan,” tulis tim analis JPMorgan.
Menanti Kejutan Bitcoin pada 2026
Berbagai prediksi Bitcoin terbaru di atas menunjukkan satu benang merah: prospek BTC menuju 2026 dinilai tetap konstruktif. Optimisme ini datang dari analis dan institusi bereputasi, dengan faktor pendorong utama berupa adopsi institusional, regulasi, dan fondasi yang matang.
Meski demikian, volatilitas masih akan mewarnai pergerakan harga, dipengaruhi kondisi makro dan sentimen risiko. Dengan dinamika tersebut, peluang Bitcoin mencetak ATH baru pada 2026 tetap terbuka, namun menuntut kehati-hatian dan pemahaman risiko dari para pelaku pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



