4 Altcoin Mid-Cap Ini Mulai Bangun Momentum Kuat untuk 2026

Banyak investor masih terpaku pada Bitcoin atau altcoin berkapitalisasi besar. Padahal, di tengah pasar kripto, ada satu zona yang sering luput dari perhatian, yakni altcoin mid-cap.

Di sinilah biasanya peluang menarik muncul lebih awal, sebelum sorotan publik datang. Seperti yang dibahas dalam video terbaru dari kanal YouTube Altcoin Buzz, beberapa proyek menengah mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, dengan volume transaksi yang naik, dompet aktif yang bertambah dan aktivitas jaringan yang kian ramai.

Alih-alih menunggu harga melonjak dulu, Altcoin Buzz menyoroti metrik fundamental yang bergerak di balik layar. Dengan pendekatan ini, mereka mengamati proyek-proyek yang sudah terbukti, namun belum terlalu padat pemain besar. Hasilnya? Empat altcoin mid-cap yang dinilai punya potensi performa solid di tahun 2026.

4 Altcoin Mid-Cap Ini Mulai Bergerak: Sinyal Awal Peluang di 2026?

1. Render Network: GPU Terdesentralisasi untuk Era AI

Render Network menawarkan solusi unik di tengah lonjakan kebutuhan komputasi AI. Platform ini memungkinkan kreator menyewa daya GPU dari pengguna lain secara terdesentralisasi. Kebutuhan seperti rendering grafis, visual efek, hingga komputasi AI bisa dilakukan tanpa harus mengandalkan server terpusat.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Di sisi lain, token RNDR punya peran penting sebagai alat pembayaran dan tata kelola. Menariknya, Render menerapkan sistem Burn-Mint Equilibrium (BME). Token yang digunakan untuk membayar pekerjaan akan di-burn, sementara token baru dicetak sebagai insentif bagi operator node.

Lebih lanjut lagi, semakin tinggi permintaan GPU, semakin besar pula tekanan deflasi pada pasokan token. Dalam beberapa pekan terakhir, RNDR tercatat melonjak sekitar 90 persen, jauh di atas rata-rata pasar. Altcoin Buzz menilai model ini cocok dengan tren AI global.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: XRP, SHIB, SUI, INJ, NEIRO di Zona Krusial

“Render menawarkan infrastruktur nyata untuk kebutuhan GPU yang terus meningkat,” ujar host Altcoin Buzz, Maddie.

Dengan industri AI yang makin agresif, Render berada di posisi strategis sebagai tulang punggung komputasi kreatif.

2. Raydium: Mesin Likuiditas di Ekosistem Solana

Berpindah ke dunia DeFi, Raydium menjadi salah satu DEX utama di jaringan Solana. Platform ini menyediakan swap token berbiaya rendah, likuiditas, yield farming, hingga peluncuran proyek baru.

Yang menarik, Raydium bukan sekadar tempat tukar token. Platform ini juga menjadi pusat likuiditas bagi banyak proyek Solana. Pada 2025, Raydium mencatat volume perdagangan lebih dari US$1 triliun, dengan ratusan juta dompet aktif.

Namun demikian, Raydium juga menawarkan produk perpetual trading yang berisiko tinggi. Meski potensi keuntungannya menggoda, risiko kerugian tetap besar. Karena itu, pendekatan bijak tetap diperlukan.

BACA JUGA:  Rugi Investasi Kripto, Pria Korsel Diduga Racuni Rekannya

Pendapatan Raydium tahun lalu mencapai US$160,5 juta, angka yang menunjukkan ekosistem ini tidak sekadar ramai, tetapi juga berkelanjutan secara finansial. Dengan mekanisme buyback dan burn, tekanan pasokan token RAY berpotensi makin sehat ke depan.

3. Virtuals Protocol: Dunia AI Agents Kian Nyata

Virtuals Protocol membawa konsep “masyarakat AI” ke level berikutnya. Proyek ini fokus pada penciptaan AI agent otonom yang bisa berinteraksi, berdagang, bahkan beroperasi dalam ekosistem digital seperti game dan dunia virtual.

Ekosistem Virtuals dibangun di atas empat pilar utama, yakni perdagangan agent, infrastruktur pasokan, pasar modal token AI dan integrasi robotika ke dunia nyata. Dalam dua minggu terakhir, token VIRTUAL naik sekitar 50 persen.

Lebih lanjut lagi, pada Oktober 2025, integrasi dengan protokol X42 milik Coinbase memperkuat posisi Virtuals di sektor AI. Walau harga token masih jauh dari puncak sebelumnya, proyek ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang.

Altcoin Buzz menyebut AI sebagai sektor dengan potensi besar yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Jika AI terus berkembang seperti sekarang, Virtuals bisa menjadi pemain penting dalam ekonomi digital berbasis agen pintar.

BACA JUGA:  Dolphin Terus Serok Bitcoin, Tapi Minat Beli Makin Lesu

4. Aerodrome Finance: Tulang Punggung Likuiditas di Base

Aerodrome Finance beroperasi di jaringan Base dan menjadi pusat likuiditas utama di ekosistem tersebut. Platform ini menangani swap, penyediaan likuiditas dan tata kelola jaringan.

Seiring meningkatnya adopsi Base dan jumlah aplikasi terdesentralisasi, kebutuhan likuiditas juga ikut naik. Dalam beberapa pekan terakhir, token AERO mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Yang membuat Aerodrome menarik adalah rencana merger dengan Drome, DEX dari jaringan Optimism. Jika terealisasi, keduanya akan mengelola pasar dengan total nilai terkunci sekitar US$5 miliar. Target jangka panjangnya bahkan disebut bisa menembus US$80 miliar.

Dengan ekspansi lintas jaringan ke Ethereum, Aerodrome berpotensi menjadi pemain besar dalam lanskap DeFi multi jaringan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia