4 Analisis BTC Terbaru, Sinyal Bullish atau Awal Jebakan Besar

Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian pelaku pasar global setelah sejumlah analis merilis analisis BTC terbaru yang menunjukkan sinyal beragam, mulai dari potensi penguatan hingga risiko penurunan lanjutan.

Dalam beberapa hari terakhir, harga BTC mengalami koreksi dari area puncak sekitar US$76.000 ke kisaran US$69.000, memicu perdebatan apakah kondisi ini merupakan peluang akumulasi atau awal tekanan yang lebih dalam.

Analisis BTC dari berbagai pengamat menunjukkan bahwa faktor fundamental, teknikal, hingga kondisi makro global turut membentuk arah pergerakan harga saat ini. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar berada dalam fase waspada, terutama di tengah meningkatnya volatilitas.

Kebijakan Jepang Picu Sentimen Positif

Dari sisi fundamental, analis Merlijn The Trader menyoroti kebijakan terbaru Jepang yang memangkas pajak capital gain Bitcoin dari 55 persen menjadi 20 persen. Langkah ini dinilai dapat mengubah lanskap investasi kripto di negara tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dengan populasi sekitar 125 juta orang, Jepang sebelumnya dianggap memiliki potensi besar, namun terhambat oleh beban pajak tinggi.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Memanas, Bitcoin Terancam Ikut Terguncang

Kebijakan tersebut diperkirakan membuka kembali minat investor domestik yang sebelumnya menahan diri. Jika partisipasi meningkat, arus dana baru berpotensi masuk ke pasar dan memperkuat likuiditas Bitcoin dalam jangka menengah.

Sinyal Melemah, Pola Bearish Flag Bitcoin Masih Dominan

Sementara itu, analisis BTC dari Coin Bureau menunjukkan bahwa kondisi teknikal jangka pendek masih cenderung melemah. Bitcoin tercatat turun sekitar 9,5 persen dari puncak sebelumnya di US$76.000, dengan pola bearish flag yang masih tetap valid.

bearish flag Bitcoin

Meskipun struktur harga terlihat membentuk higher high dan higher low, indikator Relative Strength Index (RSI) justru menunjukkan pelemahan.

RSI yang sebelumnya berada di zona overbought kini mulai menembus area support-nya sendiri. Dalam konteks analisis BTC, kondisi ini sering menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga dan berpotensi berbalik arah.

Jika tekanan berlanjut, maka reli sebelumnya berisiko berakhir dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam dalam waktu dekat.

Faktor Geopolitik dan Skenario Bear Trap

Analisis BTC yang lebih kompleks disampaikan oleh analis on-chain GugaOnChain. Ia mengaitkan penurunan harga BTC ke sekitar US$69.400 dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik antara Iran, Israel dan AS.

BACA JUGA:  Hacker Bobol Bank Jambi, Rp19 Miliar Dana Berakhir di Kripto

Lonjakan harga minyak Brent hingga US$116 serta serangan terhadap infrastruktur energi disebut memperkuat kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga tinggi. Dalam situasi ini, pasar terbagi menjadi dua skenario utama.

Di satu sisi, terdapat kemungkinan “bear trap” yang dimanfaatkan institusi besar untuk menyerap likuiditas saat investor ritel panik. Hal ini didukung oleh data akumulasi sebesar 224.700 BTC oleh alamat akumulator, serta arus keluar 11.300 BTC dari bursa dalam tiga hari terakhir.

Price Momentum BTC

Namun di sisi lain, jika konflik semakin memanas, tekanan makro dapat mendorong harga turun lebih jauh. Sekitar 40 persen pasokan BTC saat ini berada dalam kondisi rugi, sementara indikator MVRV di 0,80 menunjukkan adanya tekanan jual dari investor ritel.

“Probabilitas dominan masih pada skenario bear trap, dengan jaringan tetap kuat dan tekanan jual berasal dari ‘weak hands’ yang panik terhadap berita,” ungkap GugaOnChain.

BACA JUGA:  Changpeng Zhao Kini Lebih Kaya Raya daripada Bill Gates

Dalam analisis BTC ini, ia menilai harga kemungkinan akan bergerak fluktuatif di kisaran US$69.000 hingga US$65.000 sebelum arah tren berikutnya menjadi lebih jelas.

Sinyal Fakeout Tambah Ketidakpastian

Dari sisi teknikal lanjutan, analis Titan of Crypto mengidentifikasi adanya kondisi fakeout setelah Bitcoin gagal bertahan di atas area range penting dan kehilangan fair value gap (FVG).

analisis BTC 21 mar

Dalam analisis BTC tersebut, kegagalan mempertahankan level kunci meningkatkan probabilitas harga untuk kembali menguji batas bawah range sebelumnya. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan jangka pendek masih belum sepenuhnya mereda.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait