4 Prediksi Harga Bitcoin Terkini Menurut Para Ahli

Pergerakan harga BTC belakangan ini memikat perhatian banyak investor dan analis. Dengan harga yang baru saja menguat kembali ke level US$83.000, banyak yang bertanya-tanya, apakah ini hanya rally sesaat ataukah tanda awal dimulainya fase bullish? Pada artikel ini, kita akan membahas empat prediksi harga Bitcoin terkini yang bisa menjadi acuan untuk memahami arah pergerakan kedepannya.

1. Moving Average Jadi Kunci untuk Momentum Bullish

Ali Martinez, seorang analis terkenal, berpendapat bahwa BTC saat ini menghadapi sejumlah hambatan teknikal yang cukup signifikan. Berdasarkan prediksi harga Bitcoin yang ia ungkapkan, terdapat dua level Moving Average yang menjadi batasan penting.

“BTC menghadapi level MA-200 di US$86.200 dan MA-50 di US$88.300 sebagai resistance utama ke depan! Jika berhasil menembus level ini, momentum bisa berbalik kembali ke arah bullish,” jelasnya di X, Rabu (02/04/2025).

Analisis Pergerakan Harga Bitcoin - Ali Martinez
Analisis Pergerakan Harga Bitcoin – Ali Martinez

Namun, dia juga mengingatkan bahwa terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan. Dalam analisis terpisah, Ali mengungkapkan bahwa lebih dari 21.000 BTC telah berpindah ke bursa dalam sepekan terakhir.

Hal ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan niat untuk menjual. Dengan demikian, meskipun ada potensi bullish, pergerakan harga BTC juga dapat sangat dipengaruhi oleh dinamika penawaran dan permintaan.

2. Inverse H&S Dorong Harga BTC ke US$300.000

Gert van Lagen, seorang analis kripto berpengalaman, memiliki pandangan yang lebih optimis. Menurut prediksi harga Bitcoin yang ia ungkapkan, saat ini pasar masih berada dalam fase bull market karena BTC berhasil bertahan di atas pola Inverse Head and Shoulders.

“Bitcoin saat ini melanjutkan bull market-nya setelah memantul dari garis leher pola iH&S yang sudah berumur 4 tahun ini,” tuturnya di X, Rabu (02/04/2025).

Pola Inverse Head and Shoulders - Gert van Lagen
Pola Inverse Head and Shoulders – Gert van Lagen

Pola teknikal ini sering dianggap sebagai indikasi terjadinya pembalikan arah. Gert memprediksi bahwa harga BTC bisa mencapai ATH baru pada US$300.000, dengan invalidasi di bawah level US$74.400 pada penutupan mingguan.

3. Bitcoin Masuki Demand Zone

Analisis harga Bitcoin yang menarik datang dari BorisVest, seorang kontributor di CryptoQuant. Ia mencatat bahwa BTC kini memasuki zona permintaan yang penting, yang bisa menjadi peluang bagi investor untuk meraih keuntungan besar.

Menggunakan indikator seperti Active Realized Price (ARP) yang saat ini berada di sekitar US$71.000 dan True Market Mean Price (TMMP) di level US$65.000, keduanya menunjukkan bahwa support kunci untuk BTC berada pada level ini. 

Level ARP dan TMMP Harga Bitcoin - BorisVest
Level ARP dan TMMP Harga Bitcoin – BorisVest

BorisVest mengidentifikasi zona kritis di antara kedua level harga BTC tersebut dan berpendapat bahwa banyak investor kemungkinan besar akan melihat titik tersebut sebagai peluang untuk melakukan pembelian.

“Jika kita mendefinisikan area antara ARP dan TMMP, kita dapat mengharapkan bahwa dalam waktu dekat, jika turun, harga tersebut seharusnya akan menemui permintaan signifikan di rentang ini,” jelasnya, Rabu (02/04/2025).

4. Indikator RSC Tunjukkan Potensi Beli

Sebuah analisis menarik lainnya datang dari penggunaan indikator Stablecoin Ratio Channel (SRC), yang mengukur perbandingan antara kapitalisasi pasar Bitcoin dan kapitalisasi pasar stablecoin

Berdasarkan analisis harga Bitcoin yang dilaporkan sebelumnya, indikator ini menunjukkan adanya potensi bullish berdasarkan perilaku harga Bitcoin pada periode-periode tertentu.

Bitcoin Bullish atau Bearish? 3 Indikator Ini Bisa Jadi Petunjuk

SRC yang rendah mengindikasikan bahwa likuiditas pasar Bitcoin bisa segera mengalir, yang berpotensi mendorongnya naik. Analisis ini menunjukkan bahwa setiap kali SRC memasuki zona hijau “oversold” di sekitar level 3,5, harga BTC cenderung mengalami rebound.

Hal ini tercatat pada beberapa momen penting di masa lalu, seperti pertengahan 2020, pertengahan 2021, dan akhir 2022, di mana setelah SRC berada pada level tersebut, harganya mengalami lonjakan signifikan.

Itu dia beberapa prediksi harga Bitcoin penting yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk membaca kemana pergerakan arah BTC selanjutnya. Mengingat banyak sentimen yang lebih positif, tampaknya aset ini berpotensi melanjutkan tren bull run, meskipun dengan volatilitas yang tetap harus diwaspadai. [dp]

Terkini

Warta Korporat

Terkait