Fenomena kripto di Indonesia bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang gelombang tren yang datang silih berganti. Dalam beberapa tahun terakhir, antusiasme terhadap aset digital sempat memuncak, terutama ketika figur publik terjun dan meluncurkan proyeknya sendiri.
Nama besar, komunitas fanatik, dan momentum pasar bullish membuat sejumlah proyek kripto lokal langsung melejit. Namun, seiring perubahan siklus pasar dan menurunnya hype, tak sedikit yang akhirnya kehilangan sorotan.
Berikut empat proyek kripto Indonesia yang sempat booming dan menjadi perbincangan luas, lengkap dengan kabar terkininya per Februari 2026.
Proyek Kripto Indonesia, Mana yang Masih Bertahan?
1. NFT Syahrini
Pada puncak hype NFT, sejumlah selebritas Indonesia mulai meluncurkan karya kripto mereka sendiri. Salah satunya adalah penyanyi Syahrini yang merilis koleksi NFT dan langsung menarik perhatian publik.
NFT tersebut dijual dengan harga 0,00819 ETH atau US$20 dan sempat ramai dibicarakan di komunitas kripto Indonesia. Banyak penggemar berlomba membeli karya digital sang artis, baik sebagai bentuk dukungan maupun dengan harapan nilai investasinya meningkat.

Namun, sejak tren NFT global meredup pada 2022, minat terhadap NFT Syahrini ikut menurun. Koleksinya kehilangan momentum dan kini lebih sering dikenang sebagai bagian dari sejarah kripto lokal.
Meski demikian, koleksi digital tersebut tetap tersimpan di wallet crypto para kolektor sebagai memorabilia era NFT Indonesia, menandai momen ketika budaya digital sempat meluas hingga ke ranah selebritas.
2. Token ASIX Anang Hermansyah
Proyek ASIX Token sempat menjadi buah bibir ketika diperkenalkan oleh figur publik Anang Hermansyah. Dirancang sebagai token untuk ekosistem game dan komunitas digital, ASIX langsung menarik perhatian berkat nama besar kreatornya.
Pada masa awal peluncuran, ASIX mengalami lonjakan volume perdagangan yang signifikan. Token ini bahkan sempat menembus ATH di harga US$0,066067 dan menarik minat investor ritel Indonesia yang ingin terlibat dalam proyek kripto lokal bertema game.

Namun, perjalanan proyek tidak lepas dari kritik. Seiring waktu, roadmap mengalami sejumlah penundaan yang memicu pertanyaan dari sebagian investor crypto mengenai arah dan realisasi pengembangannya.
Hingga Februari 2026, aktivitas publik serta pembaruan besar dari proyek ini relatif terbatas dibandingkan dengan ekspektasi awal. Hype yang sempat tinggi pun belum kembali seperti saat peluncuran perdananya, dan kini aktivitas perdagangannya nyaris tidak ada.
3. I-COIN Putri Yusuf Mansur
I-COIN merupakan salah satu proyek kripto yang menyita perhatian karena dikaitkan dengan Ustaz Yusuf Mansur dan putrinya. Proyek ini dipromosikan sebagai peluang investasi crypto yang dekat dengan komunitas Indonesia.
Pada tahap awal, I-COIN berhasil menarik banyak pendaftar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup investasi. Target pasar yang luas serta pendekatan emosional membuat namanya cepat dikenal publik.

Namun, proyek ini juga menuai kritik, terutama terkait transparansi dan implementasi teknisnya. Sebagian komunitas mempertanyakan apakah I-COIN telah memenuhi standar pengembangan kripto yang sehat dan berkelanjutan.
Per Februari 2026, aktivitas I-COIN meredup dibandingkan masa puncaknya. Perdagangan tidak terlihat dan pembaruan proyek pun terbatas. Meski begitu, bagi pengikutnya, I-COIN tetap dikenang sebagai fenomena unik dalam sejarah kripto Indonesia.
4. VCGAMERS x Raffi Ahmad
VCGAMERS, proyek game berbasis blockchain yang melibatkan Raffi Ahmad dalam promosi besarnya, sempat menjadi headline karena mengusung konsep yang menggabungkan industri game dan aset kripto.
Saat diperkenalkan, VCGAMERS menjanjikan pengalaman bermain unik berbasis blockchain dengan tokenomics yang menarik bagi pemain dan komunitas. Popularitas awalnya cukup kuat, terutama di kalangan gamer dan investor kripto lokal.
Namun, seperti banyak proyek lain di pasar crypto yang sangat kompetitif, pertumbuhan pengguna aktif dan realisasi fitur utama berjalan lebih lambat dari ekspektasi publik.
Per Februari 2026, VCGAMERS masih bertahan, tetapi ekosistemnya terlihat lebih berfokus pada layanan top up game. Aktivitas perdagangan token nyaris tidak terlihat, dengan harga berada di kisaran Rp117, turun tajam dari ATH Rp3.244.

Refleksi Pasar Kripto Indonesia
Kisah proyek-proyek di atas bukan sekadar soal token dan hype. Mereka mencerminkan dinamika pasar kripto Indonesia, di mana antusiasme publik, pengaruh figur terkenal, dan tingkat literasi keuangan saling beririsan.
Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa minimnya pemahaman terhadap risiko dan fundamental proyek kerap menjadi celah. Edukasi dan transparansi menjadi faktor krusial agar adopsi kripto tidak hanya digerakkan oleh tren sesaat.
Dari NFT artis hingga token dengan nama besar, setiap proyek meninggalkan jejaknya sendiri di industri crypto Tanah Air. Ke depan, pembelajaran dari fase ini menjadi modal penting untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih matang dan berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



