40.000 Data Pelanggan SafePal Bocor, Hardware Wallet Tak Lagi Aman?

Kabar kurang sedap kembali menghantam industri kripto. Setelah Coldcard dan Trezor diterpa masalah keamanan, kini penyedia hardware wallet lain, SafePal, mengungkap kebocoran data yang berdampak terhadap hampir 40.000 pelanggan.

Hampir 40.000 Data Pelanggan SafePal Bocor

SafePal mengumumkan pada Minggu (16/08/2026) bahwa pihaknya menemukan celah pada plug-in pelacakan pesanan yang menyebabkan akses tanpa izin terhadap informasi sebagian pelanggan yang pernah membeli produknya.

Peristiwa tersebut berdampak pada hampir 40.000 pelanggan yang melakukan pemesanan sejak 2025 lalu. Data yang bocor mencakup sejumlah informasi penting milik pengguna.

“Insiden tersebut berdampak pada sekitar 39.798 pelanggan yang melakukan pemesanan antara 2 Maret 2025 hingga 11 April 2026. Informasi yang terekspos mencakup nama, alamat email, alamat pengiriman, nomor telepon dan detail pembelian,” jelas mereka.

Meski terdengar serius, SafePal menegaskan bahwa insiden tersebut tidak menyentuh seed phrase, private key, kata sandi wallet, kredensial lain, rekening bank, nomor kartu pembayaran maupun identitas resmi pemerintah.

Artinya, kebocoran kali ini lebih berkaitan dengan data pelanggan dibandingkan akses langsung terhadap aset kripto. Namun, informasi tersebut tetap berpotensi dimanfaatkan untuk phishing atau peniruan identitas.

BACA JUGA:  Trezor Ungkap Kebocoran Data Besar, Ribuan Pelanggan Jadi Sasaran

Bukan Cuma SafePal, Trezor Juga Alami Kebocoran Data

SafePal bukan satu-satunya nama besar yang tersandung persoalan serupa. Beberapa hari sebelumnya, Trezor mengungkap kebocoran data setelah mitra logistiknya, ShipMonk, mengalami akses tanpa izin.

Sebanyak 13.689 pelanggan Trezor terdampak. Dari jumlah ini, 11.742 pelanggan mengalami eksposur penuh, sedangkan 1.947 lainnya terdampak sebagian terhadap informasi pribadi yang digunakan dalam proses pengiriman.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Informasi yang terekspos mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat email dan alamat pengiriman. Trezor menegaskan sistem internal serta perangkat hardware wallet miliknya tidak ikut dikompromikan.

Trezor Ungkap Kebocoran Data Besar, Ribuan Pelanggan Jadi Sasaran

Meski aset kripto tetap aman, ancamannya bergeser ke sisi lain. Data pribadi yang bocor dapat digunakan pelaku untuk menyusun phishing yang lebih personal, melakukan rekayasa sosial, bahkan mengincar korban secara fisik.

Risiko tersebut turut disorot pendiri Binance, Changpeng Zhao atau CZ. Menurutnya, kebocoran semacam ini berbahaya karena identitas dan alamat fisik korban dapat terhubung langsung dengan kepemilikan aset kripto.

BACA JUGA:  Harga XRP Mulai Retak, Peluang Melorot ke US$1 Membayangi

“Kebocoran tersebut secara langsung menghubungkan identitas dan alamat fisik dengan pemegang kripto yang diketahui, sehingga menciptakan risiko phishing, rekayasa sosial dan keamanan fisik,” ujar CZ.

CZ menambahkan bahwa kasus Trezor bukan berarti wallet crypto tersebut buruk. Menurutnya, hardware wallet dan software self-custody wallet memiliki profil risiko berbeda dari sisi keamanan, privasi serta kenyamanan.

Coldcard Dibobol, Hardware Wallet Makin Tak Aman?

Sorotan terhadap keamanan hardware wallet semakin kuat setelah Coldcard sebelumnya juga diterpa eksploitasi. Serangan tersebut dikabarkan menguras Bitcoin senilai lebih dari US$116 juta dari sekitar 5.200 alamat wallet.

Berbeda dari SafePal dan Trezor yang berkaitan dengan data pelanggan, kasus Coldcard menyentuh sisi teknis perangkat. Celah tertentu dilaporkan membuat proses pembuatan seed menjadi kurang acak dan lebih rentan.

Dampaknya jauh lebih langsung. Ketika kualitas keacakan seed melemah, private key tertentu berpotensi direkonstruksi penyerang, sehingga ancamannya dapat berkembang dari sekadar phishing menjadi kehilangan aset.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Siap Naik Lebih Tinggi? Analis Hanya Tunggu Momen Ini

Kasus tersebut ikut memantik perdebatan mengenai self-custody. CZ Binance sebelumnya juga menyoroti risiko penyimpanan kripto, sementara Bitcoin Spot ETF muncul sebagai alternatif bagi investor yang tidak ingin mengelola kunci sendiri.

Coldcard Dibobol, Bitcoin Spot ETF Jadi Alternatif Baru Investor?

Meski begitu, tiga kasus tersebut tidak otomatis membuat seluruh hardware wallet menjadi tidak aman. Masing-masing justru menunjukkan titik risiko berbeda, mulai dari perangkat, sistem pendukung, mitra logistik hingga perlindungan identitas.

Pada akhirnya, self-custody tetap menuntut lebih dari sekadar membeli hardware wallet. Pengguna perlu menjaga seed phrase, memperbarui perangkat, melindungi identitas pribadi dan tetap waspada terhadap pesan yang meminta kredensial.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait