Industri kripto Indonesia masih bergerak aktif sepanjang April 2026. Meski volatilitas pasar crypto belum sepenuhnya reda, minat investor lokal terhadap aset digital nampaknya masih tetap tinggi.
Hal ini tercermin dari data yang dirilis oleh PT Central Finansial X (CFX) pada Senin (11/05/2026). CFX sendiri merupakan bursa kripto resmi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan periode perdagangan 1–30 April 2026, terdapat lima aset kripto dengan volume transaksi terbesar di Indonesia. Menariknya, daftar tersebut tidak hanya diisi oleh aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum.
Daftar Coin Crypto Paling Diminati Trader Indonesia

1. Tether USDT
Posisi pertama ditempati oleh stablecoin milik Tether, USDT. Aset yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS ini kembali menjadi kripto dengan volume perdagangan terbesar di Indonesia sepanjang April 2026.
Dominasi stablecoin USDT bukanlah hal yang baru. Di tengah pasar yang fluktuatif, banyak trader crypto lokal menggunakan aset ini sebagai tempat penyimpanan dana sementara sebelum berpindah ke aset kripto lain.
USDT diterbitkan oleh Tether Limited dan berjalan di berbagai jaringan blockchain seperti Ethereum, Base dan Tron. Tingginya volume USDT menunjukkan aktivitas trading investor RI masih sangat aktif di pasar kripto.
2. Bitcoin (BTC)
Di posisi kedua ada Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Meski pasar kripto kini dipenuhi ribuan kripto baru, BTC tampaknya tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor Indonesia.
Sebagai crypto pertama yang lahir pada 2009, Bitcoin dikenal memiliki suplai terbatas. Faktor kelangkaan inilah yang membuat banyak investor masih melihat BTC sebagai aset lindung nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Likuiditas Bitcoin yang tinggi juga membuat aset ini terus menjadi pusat perhatian investor crypto lokal. Tidak heran jika volume perdagangan BTC di crypto exchange Indonesia tetap besar sepanjang April 2026.
3. Ethereum (ETH)
Posisi ketiga ditempati Ethereum, altcoin terbesar di pasar. Berbeda dengan Bitcoin yang lebih dikenal sebagai penyimpan nilai, ETH memiliki fungsi yang lebih luas sebagai jaringan untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi dan smart-contract.
Blockchain Ethereum menjadi fondasi berbagai sektor di industri kripto, mulai dari DeFi hingga NFT. ETH sendiri digunakan sebagai aset utama untuk membayar biaya transaksi di jaringan tersebut.
Besarnya ekosistem Ethereum membuat permintaan terhadap Ethereum tetap tinggi, baik dari trader crypto maupun pengguna aplikasi blockchain di Tanah Air.
4. PIPPIN
Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian dalam daftar ini adalah PIPPIN. Token berbasis ekosistem Solana tersebut muncul sebagai tren AI agents yang ramai diperbincangkan pada 2026.
PIPPIN tergolong altcoin berisiko tinggi dengan volatilitas yang sangat agresif. Namun, justru karena faktor itulah token ini banyak diminati oleh trader spekulatif yang memburu pergerakan harga yang cepat.
Token ini pertama kali muncul pada akhir 2024 dan mengalami lonjakan harga yang fantastis. Seiring meningkatnya hype AI di industri kripto, nama PIPPIN pun ikut terdorong masuk radar investor Indonesia.
5. BitTorrent (BTC)
BitTorrent (BTT) melengkapi daftar lima besar aset kripto paling diminati oleh investor Indonesia pada April 2026.
BTT merupakan token utilitas dari ekosistem BitTorrent yang berjalan di atas Tron. Coin crypto ini digunakan untuk mendukung sistem berbagi file terdesentralisasi peer-to-peer yang telah lama dikenal di internet.
Meski harganya murah, BTT memiliki basis pengguna yang besar dan aktif diperdagangkan. Volume transaksi tinggi pada April kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya frekuensi trading harian dari investor ritel.
12 Cara Trading Bitcoin Harian yang Efektif dan Minim Risiko
Investor Indonesia Mulai Lirik Berbagai Jenis Aset Kripto
Daftar aset paling aktif diperdagangkan sepanjang April 2026 menunjukkan minat investor RI yang beragam. Tidak hanya fokus pada BTC dan ETH, trader lokal juga mulai aktif memburu stablecoin hingga altcoin berbasis narasi baru seperti AI.
Meski begitu, tingginya volume perdagangan tidak selalu berarti sebuah aset layak dibeli untuk investasi jangka panjang. Setiap coin crypto memiliki risiko yang berbeda, terutama aset dengan volatilitas tinggi.
Karena itu, investor tetap disarankan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi ataupun trading di pasar kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


