5 Coin Crypto Pilihan Anak Purbaya untuk DCA, Sudah Punya?

Memilih aset kripto yang tepat untuk Dollar-Cost Averaging (DCA) bukan perkara mudah. Di tengah jutaan koin kripto yang beredar, investor kerap terjebak antara potensi cuan dan risiko penurunan ekstrem. Menurut Anak Purbaya Yudhi Sadewa, hanya segelintir koin yang layak dipilih dalam strategi DCA.

“BTC, ETH, BNB, XRP, hanya koin itu yang boleh kalian gunakan dalam DCA, yang lain kalau naik kalian jual aja,” ujar Yudo Sadewa melalui Instagram story-nya, Sabtu (07/02/2026).

Aset Kripto DCA pilihan Anak Purbaya
Aset Kripto DCA pilihan Anak Purbaya

Apa Itu DCA dan Kenapa Banyak Dipakai?

DCA adalah strategi investasi dengan cara membeli aset secara berkala dalam nominal yang sama, tanpa memperhatikan harga saat itu. Tujuannya untuk mengurangi risiko membeli di harga puncak dan meredam volatilitas pasar.

Analoginya seperti menabung rutin. Saat harga turun, nominal yang sama akan mendapatkan unit lebih banyak. Saat harga naik, unit yang dibeli lebih sedikit. Dalam jangka panjang, harga beli rata-rata menjadi lebih stabil.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Sebagai contoh, seorang investor crypto yang mencicil aset Bitcoin setiap bulan tidak perlu menebak kapan harga terendah. Fokusnya adalah konsistensi, bukan timing the market.

BACA JUGA:  Robinhood Rilis Blockchain Sendiri, Fokus ke Tokenisasi RWA

Namun, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) tidak berarti semua coin crypto aman dicicil. Pemilihan aset kripto yang tepat menjadi kunci utama.

Daftar Aset Kripto Pilihan Yudo Sadewa

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin masih menjadi pilihan utama untuk strategi DCA. Per 7 Februari 2026, harga BTC bergerak di kisaran US$69.300 hingga US$70.700 dengan market cap sekitar US$1,39 triliun

Dominasi pasar Bitcoin tetap kuat meski volatilitas masih terasa. Likuiditas yang tinggi dan juga adopsi global membuat BTC relatif lebih tahan terhadap tekanan ekstrem dibandingkan altcoin.

2. Ethereum (ETH)

Ethereum menempati posisi kedua pasar kripto. Pada 7 Februari 2026, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.050 hingga US$2.090 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$250–255 miliar

ETH tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga tulang punggung ekosistem DeFi dan smart-contract. Hal ini membuat Ethereum kerap dipilih sebagai pelengkap Bitcoin dalam strategi DCA.

3. BNB

BNB merupakan koin utilitas utama dalam ekosistem Binance. Per 7 Februari 2026, harga BNB berada di kisaran US$640–US$650 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$89 hingga US$90 miliar

BACA JUGA:  Berita Kripto Minggu Ini: Jejak Epstein, Crash Maut, hingga Sosok Misterius di Podcast!

Kuatnya aktivitas perdagangan di Binance menopang permintaan BNB. Meski tidak sepenuhnya lepas dari volatilitas, utilitas yang jelas membuat BNB masuk kategori koin besar yang layak dicicil pada strategi DCA.

4. XRP

XRP dikenal dengan fokusnya pada efisiensi transaksi lintas negara. Pada 7 Februari 2026, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,41–US$1,45 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$87–US$88 miliar

Meski sering terpengaruh sentimen regulasi, XRP tetap menjadi salah satu aset kripto paling likuid. Kapitalisasi pasar yang besar membuatnya lebih tahan terhadap manipulasi ekstrem dibanding altcoin kecil.

5. Solana (SOL)

Solana menjadi salah satu pilihan utama dalam strategi DCA dengan karakter lebih agresif. Per 7 Februari 2026, harga SOL berada di kisaran US$86–US$88,6 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$57–US$58 miliar

Kecepatan transaksi tinggi dan biaya murah membuat ekosistem Solana tetap aktif, terutama di sektor DeFi dan NFT. Namun, volatilitasnya relatif lebih tinggi dibanding Bitcoin ataupun Ethereum.

DCA Bukan Soal Berani, Tapi Soal Bertahan

Anak Purbaya juga menekankan pentingnya memahami risiko saat menjalankan strategi DCA. Menurutnya, penurunan harga pada aset kripto berkapitalisasi besar justru bisa menjadi peluang untuk menambah kepemilikan.

BACA JUGA:  Bitcoin Hadapi Tekanan Baru Saat Whale Ubah Posisi

“Kalau misalnya turun lebih dalam gimana dong? Serok lagi cicil kecil-kecilan,” jelasnya.

Dollar Cost Averaging Crypto: Definisi dan Cara Melakukannya!

Tak hanya itu, putra kedua Purbaya tersebut juga menegaskan bahwa altcoin dengan kapitalisasi pasar kecil tidak cocok untuk strategi DCA karena memiliki potensi penurunan yang jauh lebih dalam.

“Cicil altcoin dari mid hingga low cap itu yang salah. Soalnya kalau koin sudah turun 99 persen, masih ada peluang untuk turun 99 persen lagi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa strategi DCA kripto bukan soal keberanian mengambil risiko besar, melainkan soal bertahan di aset yang tepat dan menjaga konsistensi dalam jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia