5 Jaringan Blockchain dengan Aktivitas Tertinggi di 2025

Di balik volatilitas pasar kripto sepanjang 2025, aktivitas on-chain memperlihatkan cerita yang berbeda. Data yang dibagikan oleh Nansen pada Jumat (2/1/2025) menunjukkan sejumlah jaringan blockchain mengalami lonjakan aktivitas yang besar, baik dari alamat maupun volume transaksi.

Mulai dari dominasi Solana yang ditopang oleh maraknya tren meme coin, hingga Tron yang tetap kokoh sebagai tulang punggung transaksi stablecoin global, peta persaingan blockchain tahun ini kian terlihat jelas dan terukur.

Daftar Blockchain Paling Aktif Sepanjang 2025

Jaringan Blockchain Dengan Aktivitas Tertinggi - Nansen
Jaringan Blockchain Dengan Aktivitas Tertinggi – Nansen

1. Solana

Solana menjadi blockchain yang sering digunakan oleh pengguna sepanjang 2025. Jaringan ini memimpin dari sisi jumlah alamat aktif dengan sekitar 1 miliar alamat, meningkat 49 persen, serta mencatat intensitas interaksi on-chain yang tinggi dengan lebih dari 23 miliar transaksi.

Berdasarkan data Nansen, Solana secara konsisten mencatat puluhan juta alamat crypto aktif. Angka tersebut jauh melampaui jaringan pesaing seperti BNB Chain dan Base, menegaskan tingginya tingkat partisipasi pengguna di ekosistem Solana.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dominasi ini ditopang oleh kecepatan transaksi tinggi serta biaya yang rendah. Karakteristik tersebut membuat Solana ideal untuk aktivitas berfrekuensi tinggi seperti perdagangan kripto, DeFi, hingga meme coin dan token sosial, termasuk melalui Pump.fun.

Dari sisi teknis, throughput tinggi dan desain Proof-of-History menjadikan Solana pilihan utama bagi pengembang dApps. Meski aktivitas koin meme melambat pada akhir 2025, Solana mempertahankan statusnya sebagai salah satu blockchain dengan penggunaan paling intens.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Pastikan Ethereum Bebas Dipakai Siapa Saja

2. BNB Chain 

BNB Chain mencatat pertumbuhan penggunaan stabil dan merata sepanjang 2025. Jaringan ini menunjukkan konsistensi dari sisi aktivitas pengguna, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu blockchain dengan volume transaksi tinggi.

TVL dan aktivitas transaksi di BNB Chain mencapai level tertinggi sepanjang 2025. Jaringan tersebut juga mencatat jutaan pengguna aktif harian, dengan peningkatan lebih dari 169 persen, serta mempertahankan performa yang relatif stabil.

Keunggulan BNB Chain berasal dari adopsi yang luas, biaya transaksi rendah, serta ekosistem DeFi dan aplikasi terdesentralisasi yang berkembang. Selain itu, kehadiran stablecoin dan integrasi solusi real-world assets (RWA) memperkuat daya tariknya.

Sementara itu, data yang dirilis Cointelegraph menunjukkan bahwa BNB Chain memimpin rata-rata jumlah pengguna aktif harian dibandingkan sejumlah blockchain besar lainnya, menegaskan perannya sebagai salah satu jaringan paling aktif sepanjang 2025.

3. Base (Coinbase) 

Base mencatat pertumbuhan pesat sepanjang 2025 meski masih tergolong sebagai jaringan yang relatif baru. Aktivitas pengguna dan transaksi meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Nansen, jumlah wallet crypto aktif di Base naik lebih dari 70 persen. Pada saat yang sama, total transaksi melonjak sekitar 180 persen, menandakan adopsi yang berjalan cepat.

Pertumbuhan jaringan blockchain Base didorong oleh integrasi langsung dengan platform Coinbase. Koneksi tersebut memudahkan arus masuk pengguna baru dan mempercepat adopsi jaringan.

BACA JUGA:  Arab Saudi Luncurkan Blockchain untuk Tokenisasi Properti

Selain itu, kompatibilitas EVM dan proses onboarding yang sederhana membuat Base menarik bagi pengembang dan investor. Faktor ini membantu Base meraih traction tinggi dalam waktu relatif singkat.

4. Tron 

Tron tetap menjadi jaringan penting sepanjang 2025, khususnya dalam ekosistem stablecoin dan transaksi berskala besar. Jaringan ini dikenal sebagai tulang punggung peredaran USDT, dengan volume transaksi yang sangat dominan di tingkat global.

Berbagai riset menunjukkan bahwa Tron memproses ratusan miliar dolar transaksi stablecoin USDT setiap tahunnya. Penggunaannya juga terus meluas, terutama di pasar berkembang yang mengandalkan biaya rendah dan kecepatan transaksi.

Dari sisi strategi, Tron melakukan penurunan biaya jaringan secara signifikan. Langkah ini mempercepat adopsi pengguna ritel serta mempermudah penggunaan untuk kebutuhan remitansi dan DeFi berskala ringan.

Sementara itu, data yang dibagikan Nansen memperlihatkan pertumbuhan Tron yang moderat sepanjang 2025. Jumlah address crypto aktif meningkat 15 persen, sedangkan transaksi naik sekitar 37 persen, menunjukkan stabilitas di tengah persaingan yang semakin ketat.

5. Near Protocol 

NEAR Protocol  masuk dalam jajaran blockchain dengan aktivitas tinggi sepanjang 2025, meski mencatat dinamika berbeda dibandingkan blockchain lain. Berdasarkan data on-chain, alamat kripto aktif di NEAR turun 66 persen, sementara transaksi turun sekitar 19 persen.

Penurunan ini mencerminkan berkurangnya aktivitas ritel dan transaksi spekulatif berskala kecil. Namun, kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan melemahnya penggunaan jaringan secara keseluruhan, melainkan adanya pergeseran jenis aktivitas yang terjadi di ekosistem NEAR.

BACA JUGA:  Nansen Rilis NX8, Cara Simpel Pegang Banyak Koin Blockchain

Aktivitas NEAR sepanjang 2025 tampaknya didorong oleh penggunaan DeFi, integrasi lintas jaringan melalui fitur Intents, serta pengembangan smart-contract yang kompleks. Aktivitas ini cenderung menghasilkan transaksi bernilai besar meskipun melibatkan alamat yang sedikit.

Hal tersebut tercermin dari lonjakan biaya jaringan NEAR yang meningkat sekitar 139 persen. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa transaksi berlangsung lebih intensif dan bernilai tinggi, sehingga NEAR tetap mempertahankan relevansinya sebagai jaringan yang aktif.

Menyambut 2026, Blockchain Mana yang Akan Mendominasi?

Memasuki 2026, persaingan blockchain diperkirakan ditentukan oleh kualitas adopsi, bukan sekadar jumlah pengguna. Solana dan BSC unggul dari volume dan partisipasi, sementara Base, Tron, dan Near menunjukkan kekuatan pada penggunaan yang lebih spesifik. 

Dinamika ini menegaskan bahwa dominasi karomgam blockchain ke depan akan ditentukan oleh kemampuan jaringan menjawab kebutuhan nyata pengguna dan pengembang di tengah pasar crypto yang terus berevolusi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia