Aset yang bisa diperdagangkan di Binance kini bukan cuma cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum saja, melainkan sudah merambah ke produk derivatif kripto, komoditas, saham, hingga pasangan mata uang forex, semuanya bisa diakses lewat satu platform yang sama.
Buat kamu yang baru mengenal dunia trading kripto, mungkin selama ini Binance hanya terlintas sebagai tempat jual beli Bitcoin. Padahal, platform ini terus memperluas jangkauannya jauh melampaui aset digital biasa.
Yuk kita bahas satu per satu jenis aset yang bisa diperdagangkan di Binance, lengkap dengan profil dan karakteristik masing-masing, supaya kamu punya gambaran lebih jelas sebelum mulai bertransaksi.
BACA JUGA:Â Prediks Harga Kripto Ethena Usai Digandeng Binance
Jenis-jenis Aset yang Bisa Diperdagangkan di Binance
Supaya kamu tidak salah langkah saat mulai trading, penting untuk tahu dulu apa saja pilihan aset yang tersedia di Binance beserta karakteristiknya masing-masing. Soalnya, setiap jenis aset punya profil risiko, cara kerja, dan strategi yang berbeda-beda, jadi memahami perbedaannya akan membantu kamu menentukan mana yang paling sesuai dengan tujuan dan tingkat pengalamanmu. Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari yang paling dasar sampai produk-produk terbaru yang mulai ramai diperbincangkan.
BACA JUGA:Â Ini 3 Jenis Ancaman Komputer Kuantum terhadap Aset Kripto Menurut Google Quantum AI!
1. Cryptocurrency di Pasar Spot
Ini adalah jenis aset paling dasar dan paling dikenal luas di Binance. Trading spot memungkinkan kamu membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung, artinya kamu benar-benar memiliki aset tersebut begitu transaksi selesai.
Spot trading menawarkan pendekatan yang lebih sederhana, transparan, dan minim risiko karena melibatkan kepemilikan langsung atas aset, sehingga sangat cocok buat pemula yang belum terbiasa dengan mekanisme leverage.
Di pasar spot ini, kamu bisa menemukan ribuan pasangan trading, mulai dari aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum, token-token altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah, sampai token baru yang baru saja listing.
Karena sifatnya kepemilikan langsung, trading spot cocok buat kamu yang ingin berinvestasi jangka panjang atau sekadar menyimpan aset kripto tanpa harus memantau harga setiap saat.
2. Kontrak Futures Cryptocurrency
Selain spot, Binance juga menyediakan produk futures yang memungkinkan kamu bertransaksi tanpa harus memiliki aset kripto secara fisik. Crypto futures trading pada dasarnya adalah aktivitas membeli atau menjual kontrak berjangka yang memungkinkan trader bertransaksi aset kripto di masa depan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga kamu bisa mengambil posisi long saat memperkirakan harga naik, atau posisi short saat memperkirakan harga turun.
Produk futures di Binance sendiri terbagi menjadi dua kategori margin. Melansir laman Hedgeweek, ada USDT-margined futures yang dimargin dan diselesaikan menggunakan mata uang fiat seperti USDT, mirip futures konvensional untuk pengiriman komoditas atau aset. Di sisi lain, ada juga COIN-margined futures yang dimargin dan diselesaikan menggunakan aset itu sendiri, misalnya kontrak yang dimargin dengan Bitcoin atau Ethereum. Karena melibatkan leverage, produk ini punya potensi keuntungan lebih besar, tapi risikonya juga jauh lebih tinggi dibanding trading spot biasa.
3. Margin Trading
Buat kamu yang ingin memperbesar potensi keuntungan tanpa sepenuhnya beralih ke futures, Binance juga menyediakan fitur margin trading. Lewat fitur ini, kamu bisa meminjam dana tambahan untuk memperbesar posisi trading di pasar spot.
Melansir laman Finance Magnates, Binance bahkan memperkenalkan isolated margin dengan sejumlah pasangan trading sebagai bagian dari perluasan layanan margin mereka.
Ada dua pilihan mode margin yang umum digunakan, yaitu cross margin yang membagi saldo ke beberapa posisi sekaligus, dan isolated margin yang membatasi risiko hanya pada dana yang dialokasikan untuk satu posisi saja.
BACA JUGA: Baru Listing, Ini Cara Trading Forex di Binance!
4. Aset TradFi Perpetual Seperti Emas dan Perak

Salah satu jenis aset yang cukup baru dan menarik perhatian adalah TradFi Perpetual Contracts. Melansir laman The Block, Binance meluncurkan kontrak perpetual pertama yang teregulasi untuk aset tradisional ini dimulai dengan kontrak yang mengikuti harga emas dan perak, dengan penyelesaian dalam USDT.
Kontrak pertamanya, yaitu XAUUSDT untuk emas dan XAGUSDT untuk perak, ditawarkan lewat entitas Binance yang diatur oleh otoritas Abu Dhabi Global Market.
Menariknya, produk ini terus berkembang pesat. Menurut catatan yang dikutip dari OneKey, sudah ada puluhan kontrak TradFi perpetual yang aktif diperdagangkan, mencakup komoditas seperti emas, perak, dan minyak mentah, saham-saham Amerika Serikat dan sejumlah wilayah lain termasuk saham Korea, sampai eksposur berbasis indeks dan ETF.
Belakangan, kategori ini bahkan diperluas lagi dengan kontrak forex seperti USDBRLUSDT yang melacak nilai tukar dolar AS terhadap real Brasil. Semua aset TradFi ini bisa diperdagangkan 24 jam penuh, termasuk saat pasar aslinya sedang tutup, karena Binance menggunakan mekanisme harga khusus untuk menjaga kontrak tetap berjalan di luar jam pasar konvensional.
5. Token Baru Lewat Launchpad dan Fitur Earn
Selain aset yang sudah mapan, Binance juga jadi tempat kamu bisa mendapatkan akses awal ke token-token baru lewat program seperti Launchpad atau Launchpool, di mana proyek blockchain baru memperkenalkan tokennya kepada publik.
Selain itu, ada juga fitur Earn yang memungkinkan kamu memperoleh imbal hasil dari aset kripto yang kamu simpan, misalnya lewat staking atau produk simpanan berbunga, tanpa harus aktif trading setiap hari. Fitur-fitur ini cocok buat kamu yang ingin tetap produktif dengan aset kripto meski tidak selalu memantau pergerakan harga secara langsung.
Aset Mana yang Cocok untuk Kamu Mulai?
Dengan begitu banyak pilihan aset yang bisa diperdagangkan di Binance, mulai dari kripto di pasar spot, kontrak futures, margin trading, sampai produk TradFi seperti emas dan forex, penting buat kamu untuk memahami dulu profil risiko masing-masing sebelum memutuskan mau mulai dari mana.
Kalau kamu masih pemula, trading spot biasanya jadi pintu masuk paling aman karena tidak melibatkan leverage. Setelah lebih terbiasa, kamu baru bisa mempertimbangkan produk lain sesuai dengan tujuan dan toleransi risikomu.
Sebagai rangkuman, Binance kini bukan lagi sekadar bursa kripto biasa, melainkan sudah berkembang menjadi platform yang menjembatani dunia kripto dan keuangan tradisional dalam satu ekosistem.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


