5 Narasi Kripto Teratas Pasca Bitcoin Halving, Ada Belasan Aset Menarik?

Ada 5 narasi kripto teratas yang perlu diperhatikan saat ini, khususnya pasca Bitcoin Halving. Apakah ada belasan aset yang menarik kali ini? Ini kata Reku.

Pasca Bitcoin Halving, harga Bitcoin (BTC) cenderung bergerak stagnan atau sideways. Melansir Coinmarketcap, harga Bitcoin sebelumnya sempat terapresiasi tipis sebesar 1,11 persen dalam 24 jam di level US$62.224 pada 08.00 WIB.

Kondisi datar atau sideways tersebut turut terjadi di pasar kripto secara umum, yang dipengaruhi oleh narasi kripto yang terkait dengan kebijakan hawkish yang diambil oleh Federal Reserve AS, yang telah memutuskan untuk tidak melakukan pemotongan suku bunga pada tahun ini dan sejumlah kondisi makroekonomi seperti kekhawatiran akan stagflasi dan inflasi di AS, sehingga investor cenderung menghindari instrumen yang lebih berisiko, termasuk aset kripto.

Walau demikian, potensi positif dan pemulihan pasar kripto di kuartal-II masih sangat terbuka. Fahmi Almuttaqin, Crypto Analyst Reku mengatakan jika dikaitkan pada optimisme Bitcoin Halving, secara historis, momen Bitcoin Halving tidak secara otomatis menyebabkan harga Bitcoin melonjak. Pada halving-halving sebelumnya, Bitcoin biasanya memulai reli yang sesungguhnya antara 1 hingga 5 bulan setelah tanggal halving terjadi.

“Pada halving di tahun-tahun sebelumnya, Bitcoin memiliki pergerakan harga yang berbeda-beda. Namun secara umum dapat dikatakan harga memang cenderung sideways dan bahkan terkoreksi pada periode ini. Bitcoin cenderung memulai reli yang sesungguhnya antara 1 hingga 5 bulan setelah halving terjadi,” jelas Fahmi dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Di tengah kecenderungan kondisi harga Bitcoin yang stagnan, berdasarkan laporan Crypto Outlook Kuartal-II yang diluncurkan Reku, terdapat potensi kenaikan tren pada sejumlah narasi kripto, termasuk pada aset kripto alternatif (altcoin).

Tren positif pada narasi kripto tersebut merupakan kelanjutan dari milestone yang telah terjadi di pasar kripto pada kuartal-I tahun ini.

Lakukan Ini Ketika BTC Sideways

1. Narasi Kripto Bitcoin: Halving, ETF, dan Meta Protokol Baru Jadi Katalis bagi BTC

Pada kuartal-I lalu, Bitcoin mengalami lonjakan harga signifikan, hingga meningkat 68 persen. Lonjakan tersebut selain didorong oleh narasi kripto dan pemotongan suku bunga The Fed, juga cukup terkorelasi dengan aliran dana Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin Spot di AS yang mendapatkan persetujuan regulator pada 10 Januari 2024 lalu.

Menurut Fahmi, di kuartal-II mendatang, semakin meningkatnya biaya untuk menambang Bitcoin yang diiringi dengan mampu bertahannya kekuatan komputer yang menjalankan blockchain Bitcoin (hash power), dapat menjadi katalis yang kuat untuk BTC.

Dari sisi teknologi, terdapat inovasi meta protokol baru di Bitcoin dengan diluncurkannya Runes, sebuah pengembangan dari BRC-20 untuk menciptakan aset digital di blockchain Bitcoin.

“Protokol ini, meskipun masih perlu membuktikan keberlanjutan product market fit-nya, sempat memberikan dorongan positif bagi jaringan blockchain Bitcoin dengan peningkatan aktivitas jaringan yang signifikan dan membuat Bitcoin mencetak angka pendapatan harian tertinggi baru sepanjang masa di US$80 juta, yang terjadi 20 April lalu,” imbuh Fahmi.

Selain Runes, sebagian penggemar Bitcoin juga sedang menantikan meta protokol tandingannya seperti CBRC-20 yang mengusung desain inovasi yang cukup berbeda. Adapun sejumlah aset kripto yang berpotensi terdampak oleh narasi ini diantaranya Bitcoin (BTC), Stacks (STX), Rootstock (RIF), Ordinals (ORDI), Multibit (MUBI).

Berkat Ordinals, Kita Bisa Bernostalgia Main Game Nintendo 64 di Jaringan Bitcoin

2. Narasi AI Sektor AI

Dengan semakin berkembangnya teknologi generative AI menjadi sektor yang semakin dilirik investor pada kuartal-I lalu.

Penerapan inovasi AI di berbagai industri termasuk blockchain turut mendorong meningkatnya perhatian pasar terhadap sektor ini. Selain itu, investasi yang meningkat dari investor institusi ternama baik dalam bentuk ekuitas maupun aset kripto kepada para pengembang teknologi maupun aplikasi berbasis AI turut meningkatkan kredibilitas terhadap proyek-proyek di sektor ini.

“Situasi tersebut, ditambah dengan arah regulasi yang mendukung pengembangan AI, dapat berpotensi mendorong pertumbuhan adopsi yang signifikan di sektor ini,” ungkap Fahmi.

Deretan aset kripto pada sektor ini di antaranya adalah SingularityNET (AGIX), Fetch.AI (FET), Ocean (OCEAN), Worldcoin (WLD). AGIX, FET, dan OCEAN sedang berencana untuk mengintegrasikan aset kripto mereka menjadi satu token yang akan dinamakan ASI token untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi guna menunjang pertumbuhan lebih lanjut.

Harga AGIX Naik Ratusan Persen, Sosok Pendiri Ben Goertzel Jadi Sorotan

3. Narasi DePIN

Decentralized Physical Infrastructure Network atau DePIN merupakan istilah yang merujuk pada proyek-proyek yang mengembangkan ekosistem atau jaringan untuk memadukan perangkat penyimpanan, pengelolaan, maupun pengoperasian data di dunia nyata dengan teknologi blockchain agar bisa diakses secara lebih terbuka.

“Narasi DePIN berpotensi tumbuh signifikan dengan semakin meningkatnya perhatian investor terhadap pentingnya desentralisasi dan semakin canggihnya infrastruktur data di aplikasi-aplikasi berbasis blockchain yang mereka gunakan. Berkembangnya teknologi AI juga turut meningkatkan otomasi dan efisiensi pada infrastruktur-infrastruktur DePIN yang ada yang turut mendorong inovasi lebih lanjut di sektor ini. Selain itu, semakin baiknya model sharing economy yang ada juga dapat meningkatkan kemungkinan keberlanjutan dari pertumbuhan yang terjadi melalui mekanisme insentif yang lebih baik,” jelas Fahmi.

Beberapa aset kripto yang berpotensi terdampak positif dari narasi DePIN meliputi Render (RNDR), Aethir (ATH), Filecoin (FIL), dan The Graph (GRT).

Perusahaan Crypto Mining Filecoin asal Tiongkok Diduga Lakukan Penipuan Bernilai US$83 Juta

4. Narasi Kripto dan Real-World Asset (RWA)

Narasi kripto berikutnya adalah yang terkair dengan sektor Real-World Assets (RWA) yang berfokus pada tokenisasi aset fisik juga tumbuh cukup signifikan kuartal lalu yang didukung oleh adopsi institusi keuangan ternama seperti BlackRock.

“Pertumbuhan sektor ini didorong oleh meningkatnya minat investor untuk mengombinasikan ekosistem keuangan tradisional dengan ekosistem keuangan terdesentralisasi, khususnya untuk meningkatkan likuiditas, kecepatan settlement, dan transparansi,” tegasnya.

Dengan regulasi yang semakin berkembang di beberapa negara terkait tokenisasi aset fisik seperti properti, bahkan karya seni seperti lukisan, dapat menjaga tren pertumbuhan yang ada pada kuartal-II ini. Terlebih-lebih raksasa BlackRock sendiri sejak lama sudah mendukung tokenisasi saham menggunakan smart contract dan blockchain,” ujar Fahmi.

Beberapa aset kripto yang berpotensi terdampak positif dari narasi RWA yaitu Ondo (ONDO), Centrifuge (CFG), TokenFi (TOKEN), Internet Protocol (ICP), dan Maker (MKR).

Apa Itu Token RWA (Real World Asset)?

5. Narasi Restaking 

Restaking membawa nafas baru bagi iklim staking, khususnya untuk ETH, karena memungkinkan investor untuk men-staking-kan ulang aset kripto yang sama di platform yang berbeda dan mendapatkan reward lebih. Potensi meningkatnya hadiah staking bagi para pemilik ETH dapat membuat ETH semakin diminati.

“Saat ini infrastruktur restaking juga semakin berkembang dengan meningkatnya adopsi liquid restaking platform seperti Ether.fi dan Renzo. Infrastruktur restaking utama Ethereum, Eigen Layer, saat ini telah memiliki lebih dari US$15 miliar total nilai terkunci (TVL) yang menandakan besarnya minat investor terhadap inovasi ini,” pungkas Fahmi.

Pilah Pilih Layanan Crypto Staking

Aset kripto seperti Ethereum (ETH), Ether.Fi (ETHFI), Altlayer (ALT), Pendle (PENDLE), LidoDAO (LDO) menjadi beberapa token yang berpotensi tumbuh positif karena narasi kripto bertema restaking ini.

“Di tengah potensi pertumbuhan sejumlah narasi kripto tersebut, Reku terus mengajak investor untuk bijak mengambil keputusan. Termasuk dengan menganalisa kinerja investasi baik secara keseluruhan dan di setiap aset kripto yang dimiliki. Di Reku sendiri telah tersedia fitur Investment Insight yang memaparkan rangkuman investasi investor, mulai dari keseluruhan alokasi aset, detail harga rata-rata per aset, holding period, hingga estimasi laba/rugi dan kalender laba/rugi. Dengan begitu, investor bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi,” imbuh Fahmi. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait