Dilansir dari laporan media lokal Enewstoday, pada 1 April, 7-Eleven Korea Selatan mengumumkan rencana mereka untuk mulai menyediakan layanan pembayaran menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) di seluruh gerai pada Juni mendatang.Â
Berbeda dengan mata uang digital lainnya seperti Bitcoin ataupun Ethereum, CBDC ini memiliki nilai yang setara dengan fiat dan dapat digunakan dengan mudah melalui akun bank maupun smartphone, tanpa perlu mendaftar pada layanan khusus.
7-Eleven menjadi satu-satunya jaringan toko swalayan yang ikut serta dalam uji coba transaksi dunia nyata menggunakan CBDC, yang merupakan bagian dari proyek bernama Hangang yang digagas oleh Bank of Korea (BOK).Â
Dalam uji coba ini, pelanggan yang menggunakan aplikasi perbankan dari tujuh bank besar di Korea Selatan, seperti Kookmin, Shinhan, Hana dan Woori, dapat melakukan pembayaran secara langsung hanya dengan menunjukkan QR code yang dihasilkan oleh dompet digital mereka.Â
Sebagai tambahan, 7-Eleven juga memberikan diskon hingga 10 persen untuk setiap transaksi yang menggunakan mata uang digital bank sentral Korea Selatan selama periode uji coba proyek Hangang berlangsung.
Menurut Moon Dae-woo, kepala divisi inovasi digital 7-Eleven, partisipasi dalam uji coba sistem pembayaran CBDC tidak hanya akan mempercepat transformasi digital perusahaan, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi yang lebih besar di masa depan.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan teknologi digital terbaru, dan berpartisipasi dalam uji coba penggunaan mata uang digital bank sentral yang memungkinkan kami untuk mempercepat transformasi digital,” kata Moon.
Uji coba ini juga menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi pembayaran digital di Korea Selatan karena transaksi akan langsung dilakukan secara real-time, memungkinkan penggunaan CBDC dalam aktivitas sehari-hari.Â
Proyek Hangang, yang sebelumnya dilaporkan akan dimulai antara April hingga Juni 2025, akan melibatkan sekitar 100.000 peserta yang akan mengonversi saldo bank mereka menjadi token digital, yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai transaksi.
Setelah CBDC diterbitkan, para peserta uji coba dapat langsung menggunakan token digital ini melalui aplikasi perbankan yang mereka gunakan, menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam setiap transaksinya.Â
Keberhasilan uji coba proyek Hangang sendiri diharapkan dapat menjadi acuan bagi negara lain yang tertarik mengadopsi mata uang digital bank sentral, terutama dalam memfasilitasi transaksi harian yang lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan menggunakan sistem pembayaran konvensional. [dp]