Sudah delapan bulan sejak laporan dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama Timothy Ronald dan Kalimasada bergulir. Kini, perkara Akademi Crypto kembali disorot seiring munculnya pertanyaan soal sejauh mana proses hukumnya telah berjalan.
Korban Akademi Crypto Tagih Kejelasan Kasus Timothy Ronald
Dikutip dari laporan Tribun pada Rabu (02/09/2026), kuasa hukum korban Akademi Crypto, Rio S. Tambunan, menyoroti belum adanya perkembangan yang jelas sejak laporan bergulir pada Januari 2026.
Menurut Rio, ketidakjelasan tersebut juga menyangkut status pemeriksaan terlapor. Hingga awal September, pihaknya mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai langkah penyidik terhadap Timothy Ronald maupun Kalimasada.
“Pemanggilan Timothy dan Kalimasada oleh Polda Metro Jaya sampai sekarang kita belum tahu, apakah mereka sudah dipanggil atau tidak,” kata Rio dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Tanya Timothy Ronald soal Akademi Crypto, Pria Ini Ngaku Diusir
Padahal, pihak korban mengklaim telah menyerahkan sejumlah bukti, menghadirkan saksi, hingga melibatkan ahli. Rio menilai rangkaian ini seharusnya dapat membantu mendorong proses hukum ke tahap berikutnya.
Namun, hingga kini mereka masih menunggu kejelasan mengenai perkembangannya. Sorotan terhadap kasus ini pun semakin besar karena jumlah pihak yang mengaku mengalami kerugian disebut tidak sedikit.
Rio mengatakan sekitar 100 orang kini telah tergabung dalam paguyuban korban Akademi Crypto. Dari kelompok tersebut, total kerugian yang diklaim mencapai sekitar Rp200 miliar.
Besarnya nilai kerugian tersebut membuat perkembangan perkara dipertanyakan, terlebih laporan telah berjalan selama kurang lebih delapan bulan tanpa kejelasan yang diketahui pihak korban.
Timothy Ronald dan Kalimasada Sebenarnya Sempat Diperiksa
Namun, catatan sebelumnya menunjukkan proses hukum sebenarnya sempat bergerak. Timothy Ronald dan Kalimasada disebut telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto saat itu telah mengonfirmasi keduanya diperiksa oleh Subdit 1 Ditresiber pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kalimasada Dirumorkan Penuhi Panggilan Polisi, Timothy Ronald Menyusul?
Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Artinya, kepolisian sebelumnya telah mengonfirmasi adanya langkah penyidikan terhadap dua pihak yang dilaporkan.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan baru. Empat bulan setelah pemeriksaan, kuasa hukum korban AC justru mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru terkait proses tersebut.
Dengan demikian, sorotan kini bukan lagi soal apakah Timothy Ronald dan Kalimasada pernah diperiksa, melainkan sejauh mana pemeriksaan tersebut berkembang dan apakah sudah ada langkah lanjutan yang memberi kepastian kepada pelapor.
Klaim Korban dan Bantahan Timothy Ronald
Kasus ini sejak awal memang diwarnai dua versi. Younger, salah satu pelapor, mengklaim mengalami kerugian Rp3 miliar setelah mengikuti rekomendasi aset kripto dari ekosistem Akademi Crypto.
“Saya beli harga tiga dolar sampai sekarang sampai 0,06 dolar. Bayangkan turunnya berapa ribu persen dan kerugian tiga miliar rupiah,” ujar Younger dalam konferensi pers tersebut.
Di sisi lain, Timothy Ronald membantah anggapan bahwa peserta diarahkan mengambil risiko ekstrem. Dalam video “Margin Call”, ia menyebut alokasi MANTA dalam portofolio rujukan hanya sekitar 2,5 persen.
Perbedaan narasi tersebut kembali mencuat pada akhir Agustus lalu. Laporan sebelumnya menyebut Younger mengaku diusir dari sebuah forum investasi setelah mempertanyakan Timothy terkait Akademi Crypto dan perkara hukumnya.
Peristiwa itu kembali membawa polemik Akademi Crypto ke ruang publik. Pada saat yang sama, pertanyaan mengenai kelanjutan proses hukum kembali mengemuka setelah pihak pelapor mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru.
Karena itu, delapan bulan setelah laporan pertama bergulir, perhatian kini tidak hanya tertuju pada klaim dan bantahan kedua pihak, tetapi juga pada sejauh mana perkara tersebut telah berkembang di kepolisian.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


