8 Kripto dengan Buyback Terbesar Sepanjang 2026, Siapa Teratas?

Program buyback menjadi salah satu strategi yang banyak diandalkan proyek kripto sepanjang 2026. Lewat mekanisme ini, proyek membeli kembali token yang beredar untuk membantu mengurangi tekanan suplai sekaligus menjaga nilai.

Data Tokenomist yang dibagikan pada Jumat (03/07/2026) menunjukkan hanya 8 proyek crypto yang buyback-nya melampaui pertumbuhan suplai sejak awal tahun. Hyperliquid memimpin dari sisi nilai, sedangkan Meteora unggul dari sisi dampak.

Kripto dengan Aktivitas Buyback Teragresif pada 2026

Daftar Kripto dengan Program Buyback Tertinggi - Tokenomist
Daftar Kripto dengan Program Buyback Tertinggi – Tokenomist

1. Meteora (MET) 

Meteora menjadi proyek dengan efektivitas buyback tertinggi sepanjang 2026. Berdasarkan data Tokenomist, kripto ini mencatat net difference 57,87 persen, tertinggi dibandingkan aset lain dalam daftar.

Sejak 1 Januari 2026, suplai beredar Meteora meningkat dari 472,8 juta menjadi 535,4 juta token, atau naik sekitar 13,2 persen. Di saat bersamaan, proyek ini membeli kembali 336,2 juta MET senilai US$45,75 juta.

Jumlah tersebut setara dengan 71 persen dari total suplai pada awal tahun. Artinya, token yang berhasil dibeli kembali jauh melampaui pertumbuhan suplai, menjadikan Meteora sebagai proyek crypto dengan dampak buyback paling besar sepanjang tahun 2026.

2. Pump.fun (PUMP)

Pump.fun menempati posisi kedua dengan net difference sebesar 31,50 persen. Meski persentase buyback-nya hanya sekitar 7 persen, proyek ini tetap mencatat kinerja impresif berkat penurunan suplai yang cukup signifikan.

Data Tokenomist menunjukkan suplai beredar Pump.fun menyusut sekitar 24 persen sejak awal 2026. Kondisi tersebut membuat dampak program buyback menjadi lebih optimal dibandingkan sekadar melihat nilainya saja.

BACA JUGA:  Arief Muhammad: Jangan Anggap Kripto Jalan Pintas Jadi Kaya

Selama periode ini, Pump.fun menggelontorkan sekitar US$71,12 juta untuk membeli kembali PUMP. Kombinasi antara penyusutan suplai dan buyback inilah yang membuat efektivitas strategi proyek tersebut menonjol.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

3. GMX (GMX)

GMX menempati posisi ketiga dengan net difference sebesar 19,91 persen. Meski mengusung strategi yang lebih konservatif, proyek ini tetap mampu menjaga keseimbangan suplai token sepanjang 2026.

Data Tokenomist menunjukkan GMX telah membeli kembali kripto setara 21 persen dari suplai awal tahun. Sementara itu, suplai beredarnya hanya bertambah sekitar 1 persen, mencerminkan inflasi yang terkendali.

Sepanjang periode tersebut, GMX mengalokasikan US$14,88 juta untuk program buyback. Langkah ini memperlihatkan komitmen proyek aset digital dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan suplai yang lebih disiplin.

5 Proyek Kripto Lokal Terbaru 2026 yang Harus Kamu Tahu!

4. Rollbit (RLB)

Rollbit (RLB) berada di posisi keempat dengan net difference sebesar 17,78 persen. Seperti Pump.fun, proyek ini diuntungkan oleh penurunan jumlah token yang beredar sepanjang 2026.

Berdasarkan data Tokenomist, Rollbit menjalankan program buyback setara 10 persen dari suplai awal tahun. Di sisi lain, suplai RLB yang beredar menyusut sekitar 8 persen selama periode yang sama.

Program tersebut telah menyerap token senilai sekitar US$12,37 juta. Kombinasi buyback dan penurunan suplai membuat tekanan inflasi token lebih terkendali serta meningkatkan efektivitas strategi yang diterapkan proyek.

5. Metaplex (MPLX)

Metaplex berhasil mengamankan posisi kelima dengan net difference 16,62 persen. Walaupun nilai buyback-nya relatif lebih kecil dibanding proyek lain dalam daftar, efektivitasnya tetap tergolong tinggi.

BACA JUGA:  Fan Token Skotlandia Jadi Buah Bibir Usai Pecah Kutukan 36 Tahun di Piala Dunia

Sejak awal 2026, Metaplex membeli kembali MPLX setara 8 persen dari suplai awal. Di sisi lain, suplai beredar justru turun sekitar 8 persen. Nilai buyback yang tercatat mencapai US$1,54 juta, cukup untuk menjaga keseimbangan pasokan token di pasar.

6. Hyperliquid (HYPE)

Hyperliquid mungkin bukan pemimpin dari sisi efektivitas, tetapi proyek ini menjadi juara apabila dilihat dari total dana yang digunakan. Tokenomist mencatat nilai buyback Hyperliquid mencapai sekitar US$283,43 juta, terbesar dibanding seluruh proyek kripto dalam daftar.

Program tersebut setara dengan sekitar 3 persen dari suplai awal tahun, sementara suplai beredar turun sekitar 11 persen. Hasilnya, Hyperliquid mencatat net difference 14,37 persen.

Inilah alasan Tokenomist menyebut Hyperliquid sebagai pemilik program buyback terbesar berdasarkan nilai, meski Meteora tetap unggul dari sisi dampak terhadap suplai.

7. Lighter (LIT)

Lighter berada di posisi ketujuh dengan net difference 0,74 persen. Angkanya memang jauh lebih kecil dibanding proyek lain, tetapi tetap menunjukkan bahwa program buyback berhasil mengimbangi pertumbuhan suplai.

Proyek ini melakukan buyback sekitar 1 persen dari suplai awal dengan total nilai US$3,46 juta. Menariknya, suplai beredar LIT tercatat hampir tidak mengalami perubahan sepanjang 2026, sehingga keseimbangan pasokan tetap terjaga.

Apa Itu Tokenomics dan Bagaimana Cara Mempelajarinya?

8. Aave (AAVE)

Aave melengkapi daftar dengan net difference 0,13 persen. Selisih tersebut memang sangat kecil, tetapi masih cukup untuk menempatkannya sebagai salah satu proyek yang buyback-nya mampu mengimbangi pertumbuhan suplai.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 13 Juni 2026: DOGE Dekati Momen Krusial, BCH dan ARB Bangun Momentum Bullish

Sepanjang 2026, Aave melakukan buyback 1 persen dari suplai awal dengan nilai mencapai US$13,77 juta. Pada saat bersamaan, suplai AAVE juga bertambah sekitar 1 persen, sehingga efek bersihnya terhadap pasokan relatif terbatas.

Peran Buyback dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Kripto

Data Tokenomist menunjukkan bahwa besarnya dana buyback bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan proyek. Dampak sebenarnya justru terlihat dari kemampuan buyback dalam mengimbangi, atau bahkan melampaui, pertumbuhan suplai.

Meteora menjadi contoh paling menonjol sepanjang 2026. Proyek ini berhasil membeli kembali 71 persen dari suplai awal, sementara suplai beredarnya hanya bertambah 13 persen, sehingga dampaknya terhadap struktur pasokan jauh lebih besar.

Di sisi lain, Hyperliquid tetap layak mendapat sorotan. Meski efektivitasnya berada di bawah Meteora, proyek ini membukukan program buyback terbesar berdasarkan nilai dengan total mencapai US$283,43 juta sepanjang tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa strategi buyback tidak sekadar menjadi pelengkap tokenomik. Ke depan, investor perlu memperhatikan keseimbangan antara nilai buyback dan perubahan suplai karena keduanya mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah crypto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait