8 Prediksi Crypto 2026 dari a16z

Memasuki 2026, industri kripto berada di fase transisi penting. Narasi tidak lagi semata soal harga dan spekulasi, melainkan mulai bergeser ke arah utilitas, penguatan infrastruktur, serta integrasi dengan sistem ekonomi global yang lebih luas.

Perubahan arah ini tercermin dalam daftar “big ideas” yang dirilis a16z. Gagasan ini merupakan hasil pandangan para partner dan peneliti dari berbagai tim, mulai dari crypto, infrastruktur, hingga riset, yang menyoroti fondasi jangka panjang industri kripto.

Berikut ini delapan prediksi crypto di 2026 versi a16z yang dirilis pada Sabtu (03/06/2026). Seluruh ide saling terhubung dan menggambarkan arah besar ekosistem kripto yang kian matang, relevan, serta berdampak nyata.

Prediksi Crypto 2026 Terbaru

1. Trading Bukan Tujuan Akhir Bisnis Kripto

Banyak perusahaan kripto yang bertahan dan tumbuh pesat saat ini memilih jalur trading sebagai sumber pendapatan utama. Di luar stablecoin dan infrastruktur inti, pivot ke trading seolah menjadi pola umum di industri.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Namun, menurut Arianna Simpson, General Partner a16z crypto, tren ini menyimpan risiko jangka panjang. Jika semua proyek berubah menjadi platform trading, diferensiasi akan menghilang dan persaingan akan semakin minim

“Jika ‘setiap perusahaan kripto menjadi platform trading,’ lalu di mana posisi semua pihak lainnya? Terlalu banyak pemain yang melakukan hal serupa akan saling memakan perhatian pasar, sehingga hanya menyisakan segelintir pemenang besar,” jelasnya.

Ia menilai banyak Founder tergoda oleh sensasi cepat product-market fit yang ditawarkan trading. Padahal, pendekatan ini kerap mengorbankan peluang untuk membangun produk yang lebih berkelanjutan.

Kondisi pasar kripto yang sarat spekulasi membuat godaan “hasil instan” menjadi semacam marshmallow test. Menurutnya, perdagangan kripto memang penting, tetapi tidak harus menjadi destinasi akhir.

Dalam prediksi crypto 2026, Arianna menilai para pendiri yang lebih berfokus membangun produk nyata dengan utilitas jangka panjang berpeluang menjadi pemenang sesungguhnya di industri kripto.

2. Tokenisasi RWA Akan Lebih Crypto-Native

Minat bank, fintech, dan manajer aset untuk membawa saham, komoditas, hingga indeks ke blockchain terus meningkat. Namun, banyak upaya tokenisasi masih bersifat skeuomorphic, sekadar meniru sistem lama tanpa benar-benar memanfaatkan keunggulan kripto.

Guy Wuollet, General Partner a16z crypto, menilai dalam prediksi kripto 2026 pendekatan tersebut kurang optimal. Menurutnya, derivatif crypto-native seperti perpetual futures justru mampu menghadirkan likuiditas yang lebih dalam dengan implementasi yang lebih sederhana.

“Representasi sintetis seperti perpetual futures memungkinkan likuiditas yang dalam dan diimplementasikan. Perps menawarkan leverage yang lebih mudah dipahami, sehingga berpotensi menjadi derivatif crypto-native dengan product-market fit,” ungkap Guy.

Apa Itu Perpetual Trading Kripto? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya!

Konsep perpification bahkan dinilai menarik untuk pasar saham negara berkembang. Likuiditas pada pasar derivatif kerap lebih aktif dibanding spot, sehingga membuka ruang eksperimen baru dalam ekosistem on-chain finance.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Spill Isi Portonya, Kripto Masih Jadi Andalan

Di sisi stablecoin, 2026 diprediksi menjadi era origination, bukan sekadar tokenization semata dalam praktiknya. Stablecoin tanpa infrastruktur kredit yang kuat dinilai hanya menyerupai bank konvensional.

Wuollet menekankan bahwa aset utang seharusnya berasal langsung dari sistem on-chain lewat tokenisasi RWA. Pendekatan ini memang lebih menantang dari sisi kepatuhan, tetapi menawarkan efisiensi serta akses yang jauh lebih luas.

3. Stablecoin Jadi Jalan Pintas Modernisasi Sistem Perbankan

Prediksi kripto 2026 dari a16z juga menyoroti bahwa sistem inti perbankan masih bertumpu pada teknologi lama, bahkan sejak era 1960-an. Banyak core ledger bank masih berjalan di mainframe, menggunakan COBOL, dan minim dukungan API modern.

Kondisi tersebut membuat inovasi berjalan lebih lambat. Fitur krusial seperti real-time payment saja dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk dapat diimplementasikan secara menyeluruh.

Sam Broner menilai stablecoin sebagai solusi yang lebih praktis. Mata uang digital, tokenized deposits, hingga obligasi on-chain memungkinkan bank berinovasi tanpa harus membongkar sistem lama yang kompleks.

Melalui pendekatan ini, institusi keuangan dapat membangun produk baru di atas blockchain sambil tetap mempertahankan ledger lama yang telah dipercaya regulator namun tetap perlu improvisasi dan salah satu caranya lewat stablecoin.

“Di sinilah stablecoin berperan. Bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir stablecoin menemukan kecocokan produk–pasar (product-market fit) dan masuk ke arus utama, tetapi tahun ini institusi keuangan tradisional (TradFi) mengadopsinya pada level yang benar-benar baru,” pungkasnya.

4. AI Akan Digunakan untuk Riset Substantif

Prediksi crypto 2026 lainnya menyoroti bahwa penggunaan AI tidak lagi terbatas pada otomasi sederhana. Scott Kominers dari tim riset a16z crypto menilai kecerdasan buatan kini mulai mampu menangani riset konseptual yang lebih kompleks.

Model AI bahkan telah membantu pemecahan masalah tingkat tinggi, termasuk persoalan matematika ekstrem. Pola ini membuka gaya riset baru yang lebih polimatik dan eksperimental, meskipun AI belum sepenuhnya akurat.

“Jawaban-jawaban mungkin tidak sepenuhnya akurat, tetapi dapat mengarah ke arah yang benar (setidaknya dalam topologi tertentu). Ironisnya, ini agak mirip dengan memanfaatkan kekuatan halusinasi model ketika model menjadi cukup maju,” tulisnya.

Namun, riset berbasis banyak agen AI membutuhkan interoperabilitas serta sistem insentif yang adil. Di sinilah kripto berperan dengan menyediakan mekanisme atribusi dan kompensasi yang transparan.

Mengupas AI Agents, Masa Depan Blockchain yang Mencengangkan

Kolaborasi antara kerceradasan buatan (AI) dan juga kripto diprediksi dapat menjadi fondasi penting bagi riset dan inovasi pada 2026.

BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

5. Pajak Tak Terlihat di Open Web

Narasi menarik yang akan terjadi di pasar kripto selanjutnya adalah meningkatnya AI agent menciptakan “pajak tak terlihat” bagi web terbuka. AI mengambil konten dari situs berbasis iklan, tetapi melewati sumber pendapatan konten tersebut.

Liz Harkavy, tim investasi di a16z crypto menilai bahwa model lisensi AI yang ada saat ini tidak berkelanjutan. Kompensasi yang diterima penerbit jauh lebih kecil dibanding trafik yang hilang dan menurutnya perlu solusi ekonomi baru untuk menjaga inovasi.

“Web membutuhkan model techno-economic baru di mana nilai dapat mengalir secara otomatis. Transisi kunci pada tahun mendatang adalah pergeseran dari lisensi statis menuju kompensasi berbasis penggunaan secara real-time,” tutur Liz.

Dengan sistem ini, setiap kontribusi data bisa dihargai secara proporsional. 2026 diprediksi menjadi fase transisi dari lisensi statis ke kompensasi dinamis. Jika gagal, open web berisiko kehilangan keberagaman konten yang justru menjadi bahan bakar utama AI.

6. Privasi Jadi Keunggulan Utama di Kripto

Ali Yahya, General Partner di a16z crypto, turut menyampaikan prediksi kripto 2026 yang menarik dengan menegaskan bahwa privasi akan menjadi fitur paling krusial dalam mendorong adopsi finansial berbasis teknologi blockchain.

Saat ini, sebagian besar blockchain masih bersifat publik dan transparan. Kondisi tersebut membuat perpindahan aset antar-chain menjadi sangat mudah, sehingga loyalitas pengguna cenderung rendah. Namun, kehadiran privasi mengubah dinamika ini secara fundamental.

“Menjembatani token itu mudah, tetapi menjembatani rahasia jauh lebih sulit. Selalu ada risiko saat keluar-masuk zona privat, karena pihak yang memantau blockchain, mempool, atau lalu lintas jaringan dapat menebak siapa kalian,” tegas Ali.

Menurutnya, jaringan dengan privasi yang kuat akan memiliki keunggulan yang sulit disaingi. Risiko kebocoran metadata membuat pengguna enggan berpindah, sehingga meningkatkan loyalitas. Di tengah biaya yang kian mendekati nol, privasi menjadi pembeda utama.

7. Prediction Market Akan Berkembang Pesat

Prediction market diprediksi akan memainkan peran yang penting di ekosistem kripto pada 2026. a16z menilai pasar ini tidak hanya tumbuh dari sisi skala, tetapi juga dari kompleksitas dan kecerdasannya, terutama dengan masuknya AI dan mekanisme crypto-native.

Andy Hall, Research Advisor di a16z sekaligus profesor ekonomi politik di Stanford University, menilai bahwa prediction market terbatas pada pemilu atau peristiwa geopolitik, tetapi akan berkembang ke berbagai outcome yang lebih spesifik, kompleks, dan saling berkaitan.

“Pasar prediksi sudah masuk ke arus utama, dan pada tahun mendatang akan menjadi semakin besar, luas, dan cerdas seiring beririsan dengan kripto dan AI, sekaligus menghadirkan tantangan baru yang penting bagi para pengembang untuk diselesaikan,” jelas Andy.

7 Platform Pasar Prediksi Terpopuler, Bukan Cuma Polymarket!

Menurutnya, peningkatan jumlah kontrak akan membuat probabilitas real-time tersedia untuk berbagai outcome yang lebih spesifik. Kondisi ini akan membawa pasar prediksi masuk ke ekosistem berita dan informasi publik, sekaligus memunculkan pertanyaan sosial baru.

BACA JUGA:  Wintermute: Pasar Bitcoin Merosot, Likuidasi Rp42 Triliun Jadi Alarm

Ia juga menyoroti keterbatasan resolusi terpusat dalam menentukan kebenaran suatu peristiwa. Untuk itu, Andy melihat peran decentralized governance dan oracle berbasis LLM sebagai fondasi penting agar prediction market dapat diskalakan.

8. Kripto Menjadi Fondasi Baru di Luar Blockchain

Prediksi kripto 2026 dari a16z turut menyoroti perubahan besar pada teknologi zero-knowledge proof. Selama ini, SNARKs lebih banyak digunakan di blockchain karena biaya komputasinya terlalu tinggi untuk penerapan lain. Namun, kondisi tersebut diperkirakan berubah mulai 2026.

Justin Thaler dari tim riset a16z crypto menilai bahwa efisiensi zkVM prover akan mencapai titik krusial yang memungkinkan teknologi tersebut untuk dapat digunakan secara lebih luas, tidak hanya di ekosistem blockchain.

“Pada 2026, zkVM prover akan mencapai overhead sekitar 10.000 kali dengan jejak memori di kisaran ratusan megabita, cukup cepat untuk dijalankan di ponsel dan cukup murah untuk digunakan di mana saja,” pungkasnya.

Justin menjelaskan bahwa angka 10.000x menjadi sangat penting karena sebanding dengan keunggulan paralel GPU modern dibanding CPU. Artinya, pembuatan proof dapat dilakukan secara real-time.

Perkembangan ini membuka jalan bagi verifiable cloud computing, di mana komputasi yang dijalankan di cloud dapat disertai bukti kriptografis bahwa hasilnya benar, tanpa perlu menjalankan ulang proses tersebut.

Arah Pasar Kripto di 2026: Dari Spekulasi ke Fondasi Nyata

Delapan prediksi kripto 2026 dari a16z menunjukkan bahwa industri ini mulai meninggalkan dominasi spekulasi jangka pendek. Fokus sektor kripto bergeser ke utilitas nyata, penguatan infrastruktur, dan integrasi yang lebih dalam dengan sistem ekonomi global.

Peran stablecoin dalam perbankan, tokenisasi aset yang semakin crypto-native, pemanfaatan AI dan prediction market, serta privasi dan zero-knowledge proof sebagai fondasi kepercayaan baru menegaskan arah tersebut.

Pada 2026, kripto tidak lagi sekadar aset spekulatif, tetapi akan berkembang menjadi lapisan teknologi dan finansial yang lebih matang, relevan, dan juga lebih berdampak dalam jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia