AAVE ETF Diajukan Grayscale, Begini Performa Tokennya

Perusahaan manajemen aset kripto global, Grayscale Investments, resmi mengajukan konversi produk investasinya berbasis AAVE menjadi exchange-traded fund (ETF) yang akan diperdagangkan di bursa saham NYSE Arca, AS.

Pengajuan ini menandai langkah strategis untuk membawa eksposur terhadap token AAVE ke pasar keuangan tradisional melalui instrumen yang lebih likuid dan mudah diakses investor institusional maupun ritel.

Berdasarkan laporan The Block, Grayscale berupaya mengubah struktur Grayscale Aave Trust menjadi AAVE ETF yang diperdagangkan secara publik.

Produk ini dirancang untuk melacak nilai aset AAVE yang mendasarinya, sekaligus memberikan alternatif investasi tanpa mengharuskan investor membeli atau menyimpan token secara langsung.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Berdasarkan data terbaru perusahaan, nilai aset bersih atau NAV per saham produk trust tersebut tercatat sebesar US$11,52 pada Jumat (13/2/2026), yang mencerminkan nilai underlying AAVE dalam struktur investasi tersebut.

Pengajuan AAVE ETF ini menjadi bagian dari strategi Grayscale untuk memperluas portofolio ETF berbasis aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum. NYSE Arca dipilih sebagai platform perdagangan, mengingat posisinya sebagai salah satu bursa utama untuk ETF di AS.

BACA JUGA:  Harvard Kurangi Bitcoin ETF, Mulai Borong Ethereum ETF

Struktur ETF memungkinkan saham dapat diperdagangkan secara real-time di pasar sekunder, sekaligus mengurangi potensi perbedaan harga yang sering terjadi pada produk trust tertutup.

Kinerja AAVE dan Posisi Produk Investasi Grayscale

Pengajuan AAVE ETF terjadi di tengah pergerakan positif token AAVE di pasar kripto. Pada saat artikel ini disusun, AAVE diperdagangkan di kisaran US$119,98 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,83 miliar.

Dalam periode 24 jam terakhir, harga mencatat kenaikan sebesar 6,10 persen, sementara dalam jangka waktu empat jam meningkat sekitar 0,32 persen. Pergerakan ini menunjukkan minat pasar yang masih terjaga terhadap aset tersebut, terutama di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Sebagai salah satu protokol DeFi terbesar, AAVE menyediakan layanan peminjaman dan pemberian pinjaman aset kripto tanpa perantara.

Produk investasi seperti AAVE ETF memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap ekosistem tersebut melalui instrumen pasar modal yang lebih familiar. Dengan demikian, ETF ini berpotensi menjadi jembatan antara pasar kripto dan sistem keuangan tradisional.

BACA JUGA:  Trump Media Perluas Jejak di Kripto, Ajukan Dua Crypto ETF Baru

Grayscale selama ini dikenal sebagai salah satu manajer aset kripto terbesar yang menyediakan berbagai produk trust berbasis aset digital.

Konversi menjadi ETF dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi struktur investasi, termasuk dalam hal likuiditas, transparansi harga, serta akses investor global.

Fundamental Menguat, Analis Soroti Potensi Reli Besar AAVE

Pengajuan AAVE ETF juga terjadi di tengah pandangan optimistis sejumlah analis terhadap fundamental aset tersebut.

Analis kripto Rendoshi menyampaikan bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan AAVE saat ini berada pada level terendah sepanjang sejarah, sementara pada saat yang sama fundamental proyek justru berada pada titik terkuatnya.

analisis AAVE

Ia juga menjelaskan bahwa kerangka kerja terbaru protokol Aave mengarahkan seluruh pendapatan produk, atau 100 persen, langsung ke kas organisasi otonom terdesentralisasi Aave DAO.

Menurutnya, perubahan struktur ini memperkuat basis ekonomi proyek dan berpotensi meningkatkan nilai jangka panjang token tersebut.

BACA JUGA:  Bitcoin ETF Kehilangan Arus Dana, Sinyal Pasar Sedang Rapuh?

Dalam analisisnya, Rendoshi menilai bahwa kombinasi kondisi teknikal dan fundamental tersebut membuka peluang terjadinya reli bullish besar di masa depan, dengan target jangka panjang berpotensi melampaui level US$1.000 apabila momentum adopsi dan permintaan terus meningkat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait