AAVE Siap Keluar dari 6 Jaringan Blockchain, Amankan Asetmu Sekarang!

AAVE, protokol lending terbesar di dunia decentralized finance (DeFi), tengah mempertimbangkan proposal untuk keluar dari enam jaringan blockchain sekaligus karena pendapatan dari jaringan-jaringan tersebut dinilai terlalu kecil dibanding biaya operasionalnya.

Kalau kamu adalah salah satu pengguna AAVE, terutama di jaringan-jaringan yang terdampak, kabar ini penting untuk kamu ketahui lebih dalam. Sebab, rencana AAVE siap keluar dari 6 jaringan blockchain ini bisa memengaruhi cara kamu mengelola aset yang selama ini kamu simpan atau pinjamkan di platform tersebut.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa yang sebenarnya terjadi, kenapa AAVE mengambil langkah ini, jaringan mana saja yang kena dampak, dan yang paling penting, apa yang perlu kamu lakukan sebagai pengguna.

BACA JUGA: 7 Tempat Staking Ethereum Terbaik yang Bisa Bikin Cuan Tiap Hari!

Apa yang Sebenarnya Diusulkan Dalam Proposal Ini?

Melansir laman CoinDesk, proposal ini muncul dari LlamaRisk, penyedia layanan manajemen risiko yang sebagian pendanaannya berasal dari DAO AAVE sendiri. Proposal tersebut diajukan melalui forum governance resmi AAVE pada 29 Juli 2026 dan sudah mendapat dukungan dari salah satu pendiri AAVE, Stani Kulechov.


Secara garis besar, proposal ini punya dua bagian utama. Bagian pertama adalah penghapusan 50 aset dengan tingkat adopsi rendah beserta 21 token Pendle yang sudah jatuh tempo, tersebar di 11 deployment AAVE V3. Nilainya sekitar US$85,3 juta dalam bentuk supply dan US$11,5 juta dalam bentuk utang.

Bagian kedua, yang jadi sorotan utama, adalah rencana AAVE siap keluar dari 6 jaringan blockchain secara penuh, mencakup 25 reserve aset dengan total sekitar US$12,8 juta supply dan US$4,1 juta utang.

Jika ditotal, keseluruhan proposal ini menyentuh sekitar US$98 juta aset yang di-supply dan US$15,6 juta utang di seluruh platform AAVE.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Apa Itu Stock Token di Robinhood Chain? Ini Penjelasannya!

Kenapa AAVE Mengambil Langkah Drastis Ini?

Alasan utama di balik rencana AAVE siap keluar dari 6 jaringan blockchain ini murni soal ekonomi. Melansir laman CoinDesk, keenam jaringan yang jadi target masing-masing hanya menghasilkan pendapatan kurang dari US$5.000 per kuartal untuk protokol. Bahkan tiga di antaranya, yaitu Metis, Soneium, dan Aptos, pendapatannya di bawah US$1.000 per kuartal.

Sebagai perbandingan, deployment AAVE di jaringan Ethereum menghasilkan lebih dari US$142 juta per tahun, sementara Base menyumbang sekitar US$4,7 juta per tahun. Angka pendapatan dari enam jaringan yang mau ditinggalkan ini bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya operasional seperti pemeliharaan price feed, sistem likuidasi, dan pemantauan pasar secara rutin.

BACA JUGA: 7 Perbedaan Robinhood Chain dan Ethereum yang Wajib Dipahami

Situasi ini diperparah dengan tren penurunan pendapatan AAVE secara keseluruhan. Melansir laman CoinDesk, pendapatan kotor AAVE turun dari US$198 juta pada kuartal pertama 2026 menjadi US$156 juta di kuartal kedua, atau turun sekitar 20 persen. Biaya dari likuidasi bahkan anjlok drastis, dari US$27 juta di kuartal kedua menjadi kurang dari US$200 ribu di awal kuartal ketiga.

Pendapatan AAVE Setahun Terakhir
Pendapatan AAVE Setahun Terakhir. Foto: Token Terminal.

Selain itu, proposal ini juga merupakan bagian dari Aave Risk Framework, kerangka kerja yang diperkenalkan pada Juni 2026 untuk melakukan evaluasi rutin tiap kuartal terhadap semua jaringan yang digunakan AAVE.

Jadi, keenam jaringan ini adalah yang pertama kali gagal memenuhi standar dalam kerangka kerja tersebut, dan proses evaluasi semacam ini kemungkinan akan terus berlanjut ke depannya.

Jaringan Blockchain yang Terdampak

Ada enam jaringan blockchain yang akan ditinggalkan AAVE secara penuh jika proposal ini disetujui, yaitu Sonic, Scroll, zkSync, Metis, Soneium, dan Aptos.

Melansir laman forum governance AAVE, penurunan jumlah dana yang disimpan (deposit) di keenam jaringan ini dalam enam bulan terakhir sangat signifikan. Di Sonic, deposit turun 74 persen menjadi sekitar US$7,6 juta.

Di Scroll, penurunannya mencapai 86 persen menjadi sekitar US$2,2 juta. Sementara zkSync mengalami penurunan 88 persen menjadi sekitar US$844 ribu.

BACA JUGA:  7 Memecoin di Robinhood Chain yang Lagi Happening di 2026!

Kondisi serupa juga terjadi di Metis yang turun 79 persen menjadi sekitar US$297 ribu, dan Soneium yang paling parah, anjlok 95 persen menjadi hanya sekitar US$173 ribu. Adapun Aptos mengalami penurunan likuiditas yang tersedia sebesar 94 persen menjadi sekitar US$1 juta.

Dari keenam jaringan ini, Sonic tercatat sebagai yang terbesar dengan sekitar US$7,6 juta dana yang masih tersimpan, sedangkan Soneium menjadi yang terkecil dengan hanya sekitar US$173 ribu.

Kalau digabungkan, keenam jaringan ini hanya menyumbang kurang dari 1 persen dari total aset AAVE yang mencapai sekitar US$14 miliar di 23 jaringan blockchain.

Bagaimana Proses Penutupan Jaringan Ini Akan Berjalan?

Kamu tidak perlu khawatir asetmu akan langsung hilang atau ditutup paksa. Melansir laman CoinDesk, AAVE tidak akan menutup posisi pengguna secara paksa. Sebagai gantinya, pasar di keenam jaringan tersebut akan dibekukan untuk aktivitas baru, seperti supply, pinjam, dan penggunaan sebagai jaminan.

Selain itu, batas supply dan pinjaman akan dipangkas drastis, sebanyak 99 persen bunga yang dibayarkan peminjam akan dialihkan ke treasury AAVE, dan suku bunga pinjaman dasar akan dinaikkan menjadi 5 persen.

Kombinasi langkah ini dirancang supaya pengguna yang masih memiliki posisi terbuka merasa lebih baik untuk keluar sendiri secara bertahap, bukan dipaksa oleh sistem.

Setelah proses ini berjalan dan mayoritas posisi sudah ditutup, tahap selanjutnya adalah menghentikan oracle harga di jaringan tersebut, sehingga pasar bisa benar-benar dinonaktifkan sepenuhnya.

BACA JUGA: Cara Transfer USDT dan Mencairkannya ke Rupiah Untuk Pemula!

Apa Dampaknya Buat Kamu Sebagai Pengguna AAVE?

Kalau kamu punya aset yang di-supply atau posisi pinjaman di salah satu dari enam jaringan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Pertama, kamu tidak akan bisa lagi melakukan supply atau pinjaman baru di jaringan-jaringan ini begitu proposal disetujui dan diterapkan.

Kedua, jika kamu masih punya pinjaman aktif, biaya bunga yang kamu tanggung akan naik cukup signifikan karena penyesuaian suku bunga dasar dan reserve factor yang dinaikkan.

Ketiga, kalau kamu adalah penyuplai dana (supplier), imbal hasil yang kamu dapatkan akan makin kecil karena mayoritas bunga dialihkan ke treasury AAVE, bukan lagi ke kamu. Situasi ini secara alami akan mendorong kamu untuk menarik dana dan memindahkannya ke jaringan lain yang masih aktif dan lebih menguntungkan.

Melansir laman CoinMarketCap, langkah AAVE ini juga mencerminkan tren yang lebih besar di industri DeFi, yaitu pergeseran strategi dari ekspansi ke banyak jaringan menuju fokus pada jaringan dengan likuiditas dan aktivitas pengguna yang benar-benar besar.

BACA JUGA:  10 Proyek di Robinhood Chain yang Harus Kamu Pantau!

Di sisi lain, penarikan diri AAVE dari jaringan-jaringan kecil ini juga membuka peluang bagi protokol lending pesaing yang tetap ingin mempertahankan kehadiran di jaringan-jaringan tersebut untuk menjaring pengguna yang ditinggalkan.

Sebagai catatan, proposal ini saat ini masih berstatus ARFC (Aave Request for Comments), artinya belum menjadi keputusan final. Proposal ini masih harus melalui proses voting awal dan eksekusi on-chain sebelum benar-benar diberlakukan.

Jadi, kamu masih punya waktu untuk memantau perkembangannya dan mengambil langkah yang tepat untuk mengamankan asetmu.

BACA JUGA:  Pecah Rekor Lagi, Kali Ini Robinhood Chain Kalahkan Base!

Jadi, Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan Sekarang?

Rencana AAVE siap keluar dari 6 jaringan blockchain, yaitu Sonic, Scroll, zkSync, Metis, Soneium, dan Aptos, adalah langkah strategis untuk memangkas biaya operasional dan mengurangi risiko di tengah pendapatan protokol yang terus menurun.

Kalau kamu memiliki aset di salah satu jaringan tersebut, ada baiknya kamu mulai memantau perkembangan proposal ini dan mempertimbangkan untuk memindahkan asetmu ke jaringan yang lebih aktif sebelum kebijakan baru sepenuhnya diberlakukan.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait