Ada Apa dengan Penambang Bitcoin? Data Ini Ungkap Tren Negatif yang Tak Kunjung Berakhir

Aktivitas penambang Bitcoin masih menunjukkan tren yang belum banyak berubah meski harga aset kripto terbesar di dunia sempat mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Data terbaru dari analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant memperlihatkan bahwa Miners’ Position Index (MPI) tetap bertahan di wilayah negatif, mengindikasikan pola perilaku penambang Bitcoin yang relatif stabil tanpa adanya perubahan struktural yang berarti.

Bitcoin miner index 6 jul

Berdasarkan data tersebut, MPI berada di kisaran -0,94 saat harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.000. Nilai tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung sejak kuartal kedua tahun ini.

Meskipun indeks sempat mengalami beberapa kali kenaikan, penguatannya tidak bertahan lama dan kembali turun ke wilayah negatif, menunjukkan bahwa aktivitas penambang Bitcoin masih berada dalam pola yang sama seperti beberapa bulan terakhir.

Aktivitas Penambang Bitcoin Masih Didominasi Tren Negatif

Arab Chain menjelaskan bahwa pergerakan MPI tetap konsisten berada di bawah level nol meskipun harga Bitcoin sempat mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan harga belum diikuti oleh perubahan berarti dalam perilaku penambang Bitcoin, sehingga indikator tersebut belum mampu mempertahankan pergerakan ke wilayah positif.

Menurut Arab Chain, volatilitas yang terjadi sepanjang beberapa bulan terakhir tidak mengubah arah utama MPI. Pada awal tahun, indikator ini sempat mencatat lonjakan yang cukup tinggi dalam waktu singkat, tetapi kemudian secara bertahap melemah dan bergerak dalam kisaran yang lebih sempit dengan fluktuasi yang lebih rendah.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Bitcoin dalam Bear Market atau Sekadar Koreksi? Analis Temukan Sinyal Penting dari Asia

Dalam beberapa pekan terakhir, data juga memperlihatkan bahwa MPI semakin stabil dibandingkan periode sebelumnya. Arab Chain menilai belum ada tanda-tanda perubahan struktural yang menunjukkan pergeseran perilaku para penambang, sehingga tren negatif masih menjadi karakteristik utama indikator tersebut.

“MPI yang tetap di bawah nol untuk jangka waktu yang lama mencerminkan berlanjutnya kondisi yang telah menjadi ciri posisi perusahaan pertambangan dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Arab Chain.

Ia juga menilai nilai MPI di sekitar -0,94 memperpanjang pola yang telah berlangsung sejak kuartal kedua, ketika pembacaan negatif lebih sering muncul dibandingkan pembacaan positif.

Tidak adanya lonjakan kuat seperti yang pernah terlihat pada fase sebelumnya semakin memperkuat gambaran bahwa posisi penambang Bitcoin masih relatif stabil di dalam kisaran saat ini.

Harapan Bullish Menguat, Bitcoin Dekati Momen Breakout Penting

Di sisi lain, analis Batman melihat kondisi teknikal Bitcoin mulai menunjukkan sinyal yang berbeda. Menurutnya, harga masih bergerak di dalam pola falling wedge pada grafik harian, sebuah formasi yang secara historis sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah apabila berhasil ditembus ke atas.

BACA JUGA:  Harga XRP Diramal Melesat Gila-gilaan, Siap Gusur ETH

BTC analisis 6 jul

Batman menjelaskan bahwa meskipun harga BTC masih mencetak lower low, tekanan jual mulai terlihat melemah karena ruang pergerakan harga semakin menyempit di dalam pola tersebut.

Ia juga menyoroti munculnya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI), yang mengindikasikan bahwa momentum penurunan tidak lagi sekuat sebelumnya meskipun harga masih berada di level yang lebih rendah.

Menurutnya, kombinasi antara pola falling wedge dan bullish divergence kerap menjadi sinyal awal berkurangnya dominasi penjual. Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut baru akan memperoleh konfirmasi apabila Bitcoin mampu menembus pola tersebut.

Jika breakout berhasil terjadi, harga berpotensi bergerak menuju zona US$67.500 hingga US$71.000, yang saat ini menjadi area bearish imbalance sekaligus resistance penting. Sebaliknya, selama breakout belum terjadi, harga masih berpeluang melanjutkan fase konsolidasi di dalam pola wedge.

Bitcoin Berpeluang Naik, Tumpukan Likuiditas Short Jadi Incaran Pasar

Sementara itu, analis Klondike menilai struktur likuiditas pasar Bitcoin saat ini juga layak diperhatikan. Berdasarkan heatmap likuidasi, ia melihat akumulasi posisi short dalam jumlah besar masih terkonsentrasi di atas harga saat ini.

BACA JUGA:  10 Kripto AI yang Layak Dipantau Awal Juni 2026

BTC heatmap

Menurut Klondike, kepadatan likuiditas tersebut bahkan sudah tidak lagi sekadar ditandai warna merah, melainkan menyerupai warna merah anggur yang menunjukkan konsentrasi posisi short dalam jumlah sangat besar. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan dirinya memilih membuka posisi long pada Bitcoin.

Heatmap menunjukkan area likuidasi short terkonsentrasi mulai dari sekitar US$64.000 hingga US$72.500, dengan kepadatan tertinggi berada di kisaran US$72.500. Dalam analisis likuiditas, zona seperti ini kerap menjadi area yang berpotensi didatangi harga karena banyaknya posisi short yang dapat terlikuidasi apabila Bitcoin terus menguat.

Meski demikian, Klondike menegaskan bahwa ia belum menganggap area US$58.000 sebagai titik dasar harga yang pasti. Menurutnya, kondisi saat ini lebih mencerminkan peluang terjadinya relief rally setelah tekanan jual sebelumnya.

Apabila momentum pemulihan berlanjut, Bitcoin dinilai berpotensi bergerak menuju area dengan akumulasi likuiditas short terbesar, yang dapat menjadi sasaran utama pergerakan harga berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait