Ada AXE “Wangi” Dogecoin (DOGE), Hanya 1000 untuk Warga AS

Axe, merek ternama pewangi tubuh, membuat produk khususnya, bergambar kripto popular dambaan Elon Musk, yakni Dogecoin (DOGE). Axe dimiliki oleh perusahaan Unilever.

Ada-ada saja trik pemasaran Axe. Saking Dogecoin sangat terpandang, jadilah perusahaan di bawah payung Unilever itu membuat edisi khusus pewangi tubuh bergambar simbol Dogecoin , “Axe Dogecan”

Axe memang sengaja membuatnya dalam jumlah terbatas, yakni hanya 1000 unit. Namun, kurang dari 24 jam sejak diluncurkan kemarin, pewangi itu langsung ludes.

“Kami mohon maaf Axe Dogecan sudah habis. Tapi kita menuju ke bulan,” sebut Axe di situs resminya.

Produk itu memang bukan untuk dijual, tapi dibagi-bagi gratis, sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Di akun Instagram Axe, perusahaan itu mengklaim wanginya bisa bertahan hingga 48 jam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by AXE (@axe)

Dogecoin sebagai “meme crypto” atau warga +62 menyebutnya sebagai “kripto micin”, memang sangat popular.

Elon Musk misalnya menyanjung kripto itu sejak tahun 2020. Bahkan Tesla sudah menggunakannya sebagai alat pembayaran untuk peluncuran satelit DOGE-1 pada tahun 2023.

Musk juga mengakui, bahwa dirinya mendukung pengembangan Dogecoin dengan menghubungi tim core developer-nya.

Belum lama ini, bentuk dukungan Musk sebagai tegas. Musk mengubah gambar profil Twitter-nya dengan berkacamata Doge.

Selain Musk, ada Mark Cuban bos besar klub bola basket Dallas Maverick. Dia menyematkan Dogecoin sebagai alat pembayaran di situs klub itu.

Seperti kripto lainnya, harga DOGE merosot jauh dari puncak tertingginya. Bitcoin juga setali tiga uang, karena murah 50 persen sejak medio April 2021 lalu.

Harga DOGE hari ini sekitar US$0,18, naik 6 persen dalam 24 jam terakhir. Sedangkan Bitcoin melaju dari US$29 ribuan, sekarang US$30.800 per BTC di rentang waktu serupa.

Bukan Hanya Axe

Axe bukan satu-satunya merek ikut-ikutan hype DOGE. Produsen daging asap Slim Jim meluncurkan produk khususnya, pada April 2021 lalu. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait