Pergerakan harga Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan perubahan struktur teknikal setelah aset kripto terbesar itu menembus garis resistance diagonal yang membatasi kenaikan sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa ATH.
Analis kripto Don menilai penembusan tersebut sebagai perkembangan penting karena garis itu berulang kali menjadi penghalang bagi upaya pemulihan BTC selama fase koreksi.
Dalam analisis terbarunya, Don melihat BTC bergerak di kisaran US$65.000 setelah keluar dari resistance tersebut.
Meski breakout telah terjadi, BTC masih menghadapi sejumlah hambatan sebelum struktur bullish yang lebih kuat dapat dikonfirmasi, terutama resistance sekitar US$66.700–US$67.000 dan simple moving average (SMA) 200 hari yang berada di kawasan US$70.100.
Tembok Sejak ATH Akhirnya Runtuh, Harga Bitcoin Kini Incar US$71.000
Don menyoroti bahwa resistance diagonal yang baru ditembus bukan sekadar penghalang jangka pendek. Garis tersebut telah membatasi pergerakan Bitcoin sejak ATH, sehingga keberhasilan harga bergerak melewatinya membuka peluang terjadinya perubahan struktur pasar apabila breakout dapat dipertahankan dalam perdagangan berikutnya.

Pada grafik, kawasan sekitar US$65.180 menjadi salah satu level terdekat yang perlu dipertahankan. Sementara itu, BTC masih harus menghadapi resistance horizontal sekitar US$66.700–US$67.000, yang sebelumnya beberapa kali menghentikan kenaikan harga.
Penembusan yang meyakinkan di atas zona itu berpotensi membawa harga Bitcoin mendekati SMA200 di sekitar US$70.100. Don menilai kawasan US$71.000 menjadi level yang lebih menentukan karena keberhasilan BTC bergerak di atasnya akan sekaligus membawa harga kembali melampaui indikator MA jangka panjang tersebut.
Dengan demikian, breakout resistance diagonal saat ini belum menjadi konfirmasi akhir dari pembalikan tren. Pergerakan menuju dan melewati US$71.000 masih dibutuhkan untuk memperkuat skenario bullish.
Kemampuan BTC bertahan setelah breakout juga menjadi penting untuk membedakan penembusan valid dengan pergerakan yang berakhir sebagai false breakout.
Di sisi bawah, support terdekat berada di sekitar US$63.560. Jika tekanan jual kembali meningkat, kawasan US$61.600–US$62.000 menjadi pertahanan yang lebih penting karena zona tersebut sebelumnya beberapa kali menahan penurunan. Kehilangan area tersebut dapat melemahkan struktur pemulihan yang sedang terbentuk.
Sebaliknya, apabila support tetap terjaga dan BTC mampu melewati US$67.000, ruang menuju US$70.100–US$71.000 akan kembali terbuka. Kondisi tersebut membuat pergerakan beberapa sesi berikutnya menjadi penting dalam menentukan apakah perubahan teknikal saat ini dapat berkembang menjadi tren naik yang lebih luas.
Bitcoin Masih Dilirik Institusi, Sinyal dari Fund Premium Tetap Positif
Di tengah perubahan struktur teknikal tersebut, analis Arab Chain di CryptoQuant melihat sisi lain dari pasar melalui aktivitas produk investasi terkait Bitcoin. Data Fund Market Premium Index menunjukkan indeks tersebut masih positif dalam beberapa hari terakhir, meskipun harga Bitcoin bergerak dalam rentang sempit di sekitar US$65.000.

Pembacaan terbaru indeks berada di kisaran 0,14. Posisi di atas nol menunjukkan produk investasi terkait Bitcoin diperdagangkan dengan premium tipis dibandingkan pasar BTC yang mendasarinya.
Kondisi itu mengindikasikan investor masih bersedia membayar sedikit lebih tinggi untuk memperoleh eksposur Bitcoin melalui produk investasi daripada membeli aset tersebut secara langsung.
Arab Chain menilai kondisi tersebut menunjukkan permintaan institusional masih relatif mendukung pasar dan belum memperlihatkan tanda tekanan jual besar. Namun, premium yang masih rendah sekaligus menunjukkan bahwa minat institusi belum mengalami penguatan berarti.
Situasi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa harga Bitcoin masih bergerak dalam rentang sempit meski tekanan teknikal dari resistance diagonal mulai mereda.
“Premium positif menunjukkan permintaan institusi tetap bertahan meski belum begitu menguat,” ungkapnya.
Ke depan, peningkatan Fund Market Premium Index yang berlangsung konsisten dapat menjadi indikasi membaiknya minat institusional dan berpotensi mendukung kenaikan baru.
Sebaliknya, apabila indeks turun ke wilayah negatif dan bertahan di sana, kondisi itu dapat menandakan melemahnya permintaan institusi sekaligus meningkatkan potensi tekanan jual jangka pendek.
Dengan resistance diagonal sejak ATH kini berhasil dilewati, perhatian pasar beralih pada kemampuan harga Bitcoin mempertahankan breakout serta menembus US$67.000 dan selanjutnya US$71.000.
Pada saat bersamaan, perkembangan premium produk investasi menjadi indikator tambahan untuk melihat apakah perubahan teknikal tersebut akan mendapatkan dukungan lebih kuat dari investor institusional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


