Adopsi Stablecoin Kian Nyata, Visa dan Bridge Bidik Pembayaran UKM

Perusahaan pembayaran global Visa memperluas kemitraannya dengan platform infrastruktur pembayaran Bridge untuk mempercepat adopsi stablecoin dalam sistem pembayaran internasional bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

Langkah ini bertujuan menghadirkan solusi transaksi lintas negara yang lebih cepat, efisien dan dapat diakses secara luas melalui jaringan pembayaran Visa yang telah digunakan secara global.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan fintech dan pengembang aplikasi pembayaran dapat menerbitkan kartu Visa yang didukung oleh saldo stablecoin.

Berdasarkan laporan CFO Tech Australia, skema tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan aset digital sebagai sumber dana transaksi, sementara merchant tetap menerima pembayaran seperti transaksi kartu biasa tanpa harus menerima stablecoin secara langsung.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Visa untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam infrastruktur pembayaran global. Program yang kali pertama diperkenalkan pada 2025 itu kini telah terhubung dengan jaringan Visa yang mencakup lebih dari 160 negara.

Sementara itu, penerbitan kartu yang memanfaatkan saldo stablecoin sebagai sumber dana telah tersedia di sekitar 18 negara, dengan rencana ekspansi ke lebih dari 100 pasar di masa mendatang.

BACA JUGA:  Circle Masuk ke Cardano, Hadirkan Stablecoin Baru

Langkah ini menunjukkan semakin nyata penggunaan stablecoin dalam ekosistem pembayaran modern. Visa dan Bridge berupaya menjadikan teknologi tersebut sebagai jembatan antara aset digital dan sistem pembayaran tradisional yang telah digunakan secara luas oleh konsumen dan pelaku usaha.

Fokus Mengatasi Kendala Pembayaran Internasional

Ekspansi kerja sama ini terutama menyasar kebutuhan UKM yang kerap menghadapi berbagai kendala dalam pembayaran lintas negara. Dalam praktiknya, pembayaran internasional sering memerlukan waktu penyelesaian yang tidak konsisten serta menghadirkan ketidakpastian biaya dan nilai tukar.

Visa mengungkapkan bahwa banyak pelaku UKM harus melakukan berbagai langkah tambahan untuk memastikan pembayaran internasional berjalan lancar. Hal ini mencakup perencanaan pembayaran jauh hari sebelumnya hingga menjaga cadangan dana untuk mengantisipasi keterlambatan proses transaksi.

“Saat ini, 8 dari 10 usaha kecil melaporkan perlu merencanakan pembayaran internasional beberapa hari atau minggu sebelumnya, memindahkan dana antar rekening, membayar pemasok luar negeri di muka, dan menjaga cadangan keuangan. Stablecoin dapat membantu membuat pembayaran internasional semudah mengirim pesan teks, ini jelas merupakan manfaat bagi usaha kecil yang kekurangan waktu,” ungkap Kepala Produk di Visa Oceania, Anthony Jones.

BACA JUGA:  Heboh! Adam Deni Ungkap Inisial R di Balik Akun Skyholic

Survei yang dilakukan Visa terhadap 257 UKM di Australia menunjukkan sekitar 78 persen bisnis harus merencanakan pembayaran internasional beberapa hari bahkan minggu sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tantangan yang masih dihadapi UKM dalam mengelola arus kas ketika bertransaksi dengan mitra bisnis di luar negeri.

Stablecoin Mulai Dipertimbangkan Pelaku Usaha

Dalam konteks tersebut, stablecoin dipandang sebagai salah satu solusi potensial karena dapat memindahkan nilai secara cepat melalui jaringan blockchain.

Teknologi ini memungkinkan transaksi lintas negara berlangsung hampir secara instan, sehingga berpotensi mengurangi ketidakpastian waktu penyelesaian pembayaran.

Hasil survei Visa juga menunjukkan bahwa sekitar 56 persen UKM sudah familiar atau mulai mempertimbangkan penggunaan stablecoin dalam kegiatan bisnis mereka.

Bahkan, sekitar 60 persen responden menyatakan bersedia mencoba stablecoin apabila layanan tersebut tersedia melalui aplikasi perbankan atau kartu pembayaran yang mereka gunakan.

Bridge sendiri merupakan platform infrastruktur pembayaran stablecoin yang dimiliki oleh Stripe. Platform ini menyediakan teknologi yang menghubungkan bisnis, pengembang, dan penyedia layanan keuangan dengan sistem pembayaran berbasis stablecoin serta jaringan kartu Visa.

BACA JUGA:  MetaMask Rilis Kartu Kripto Mastercard, Bisa Dipakai di Seluruh AS

Salah satu contoh implementasi awal datang dari perusahaan fintech Australia, Wayex Global. Perusahaan tersebut menawarkan sistem saldo tunggal berbasis dolar AS yang dapat diisi melalui transfer bank maupun stablecoin, kemudian digunakan untuk melakukan pembayaran melalui kartu debit Visa.

Model ini menunjukkan bagaimana stablecoin mulai diintegrasikan ke dalam sistem pembayaran modern untuk mendukung transaksi bisnis yang lebih cepat dan lebih fleksibel.

Dengan memanfaatkan jaringan global Visa dan teknologi yang dikembangkan Bridge, pelaku usaha kecil di berbagai negara kini memiliki peluang lebih besar untuk melakukan transaksi lintas negara dengan proses yang lebih efisien.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait