Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga di akhir tahun tampaknya harus tertunda. Menurut proyeksi terbaru dari Nomura Holdings, Federal Reserve kemungkinan besar akan menahan suku bunga acuan pada Desember mendatang.
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Menurut laporan terbaru Nomura Holdings pada November 2025, Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan 9–10 Desember. Proyeksi ini berlawanan dengan ekspektasi yang mengantisipasi cut rate.
Proyeksi Nomura mungkin dipengaruhi oleh nada hawkish yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers Oktober lalu. Nada tegas Powell dianggap sebagai sinyal bahwa setelah dua kali pemangkasan beruntun, langkah selanjutnya akan ditunda.
Dalam risetnya, Nomura memperkirakan bahwa penurunan suku bunga baru akan terjadi pada 2026, seiring tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja AS. Perusahaan ini bahkan memproyeksikan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun depan.
“Kami memperkirakan The Fed akan menghentikan pemangkasan suku bunga pada Desember. Fokus terhadap risiko inflasi dan kemungkinan pergantian kepemimpinan The Fed pada 2026 diperkirakan akan menghasilkan tiga kali pemangkasan suku bunga,” tulis laporan tersebut.
Tidak hanya itu, mereka juga mencatat bahwa sejak pertemuan FOMC pada Juni lalu, data ketenagakerjaan menunjukkan penurunan tajam yang menandakan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.

Apa Dampaknya Bagi Pasar Kripto?
Kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh langsung terhadap kripto. Setiap keputusan biasanya segera direspons oleh pelaku pasar, terutama jika ada hal yang tidak sesuai ekspektasi.
Saat suku bunga tinggi, minat terhadap aset berisiko seperti kripto biasanya menurun. Investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil stabil seperti obligasi atau deposito. Situasi ini membuat pasar kripto bergerak datar atau bahkan terkoreksi ringan.
Sebaliknya, suku bunga rendah menciptakan likuiditas berlebih yang mendorong investor mencari peluang dengan potensi imbal hasil tinggi. Dalam fase seperti ini, kripto sering menjadi pilihan utama karena dianggap mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Selain tingkat suku bunga, kekuatan dolar AS juga menjadi faktor penting. Suku bunga tinggi memperkuat dolar, sehingga kripto kehilangan daya tariknya sebagai safe haven. Sebaliknya, ketika dolar melemah akibat cut rate, investor cenderung beralih ke aset digital.
Jika The Fed Pangkas Suku Bunga, Begini Bakal Nasib Dolar, Emas, dan Bitcoin
Ke depan, arah pasar kripto akan bergantung pada kebijakan The Fed. Jika mereka menahan suku bunga tinggi, pasar kemungkinan tetap stabil namun lesu. Namun, jika ada sinyal cut rate, likuiditas baru bisa memicu fase reli berikutnya di pasar kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



