Aerodrome Finance Siap Ekspansi ke 7 Blockchain, AERO Ikut Menguat

Aerodrome Finance (AERO) bersiap memasuki perubahan besar setelah proyek tersebut menetapkan 21 Oktober 2026 sebagai tanggal peluncuran Aero, protokol terpadu hasil penyatuan Aerodrome dan Velodrome.

Peluncuran ini akan langsung mencakup tujuh jaringan blockchain, termasuk Robinhood Chain dan Arbitrum yang baru ditambahkan dalam daftar jaringan hari pertama.

Perkembangan itu muncul beriringan dengan penguatan AERO di pasar. Berdasarkan data terbaru CoinMarketCap saat artikel ini disusun, token ini diperdagangkan sekitar US$0,84, menguat sekitar 21 persen dalam 24 jam.

Volume perdagangan hariannya mencapai sekitar US$148,65 juta atau melonjak lebih dari 150 persen, sementara kapitalisasi pasarnya berada di sekitar US$840 juta.

Meski waktunya berdekatan dengan pengumuman terbaru proyek, kenaikan harga tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa peluncuran Aero menjadi penyebab tunggal reli AERO.

Aerodrome Finance dan Velodrome Bersatu di Aero

Dalam pembaruan resmi yang diterbitkan Aero pada Jumat (25/9/2026), tim menetapkan Base, Ethereum Mainnet, OP Mainnet, Arc, Ink, Robinhood Chain dan Arbitrum sebagai tujuh jaringan yang akan menerima full deployment saat Aero resmi diluncurkan.

Robinhood Chain dan Arbitrum menjadi dua tambahan terbaru. Sebelumnya, Aerodrome dan Velodrome telah melayani ekosistem yang menurut perhitungan proyek mencakup sekitar 17 persen volume perdagangan spot EVM.

BACA JUGA:  Kalimasada Ungkap Narasi Crypto Paling Menarik 2026, Sektor Apa yang Masih Early?

Aero memperkirakan jangkauan pasar yang dapat dilayani setelah ekspansi tujuh jaringan tersebut akan meningkat sekitar tiga kali lipat. Angka itu merupakan estimasi dari pihak Aero, bukan proyeksi independen.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Aero dirancang sebagai lapisan likuiditas terpadu yang menghubungkan aktivitas perdagangan lintas jaringan Ethereum. Salah satu komponennya adalah Metaswaps, yang memungkinkan pertukaran aset antarchain menggunakan likuiditas on-chain.

Pemegang sAERO nantinya juga dapat mengarahkan AERO Rewards ke berbagai liquidity pool di seluruh jaringan melalui mekanisme Predictive Allocation. Sementara itu, liquidity provider akan beroperasi melalui Slipstream dengan dynamic fees serta mekanisme MEV Capture pada jaringan layer-2 yang mendukung fitur tersebut.

Peluncuran Oktober mendatang sekaligus menjadi tahap penting dari proses penyatuan Aerodrome dan Velodrome yang pertama kali diumumkan sekitar sepuluh bulan lalu.

Menjelang jadwal tersebut, pengembangan sudah memasuki fase akhir. Public audit contest telah selesai, perbaikan terakhir sedang digabungkan dan aplikasi penuh Aero akan memasuki final quality assurance. Tim juga tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah mitra ekosistem.

BACA JUGA:  Robinhood Chain Makin Gacor, Volume DEX Tembus US$875 Juta

Artinya, perubahan yang akan terjadi pada Aerodrome Finance bukan sekadar penambahan jaringan. Model likuiditas, distribusi rewards serta perdagangan lintas jaringan nantinya akan ditempatkan di bawah satu sistem Aero dengan AERO yang tetap memainkan peran dalam insentif jaringan.

AERO Tembus Resistance Penting, Analis Soroti Target Berikutnya

Di sisi analisis teknikal, analis Crypto Patel melihat token Aerodrome Finance telah mencatat perubahan struktur penting pada grafik tiga harian setelah menembus resistance di high time frame di US$0,7952.

AERO analisis 27 SEP

Area tersebut sebelumnya berimpit dengan descending trendline jangka panjang. Pada grafik yang dibagikan Patel, candle AERO bahkan sempat menyentuh sekitar US$0,9443 sebelum bergerak kembali.

Dengan harga token Aerodrome Finance yang saat ini masih berada di atas US$0,7952, breakout tersebut sejauh ini tetap mendapatkan follow-through. Menurut Patel, kemampuan AERO mempertahankan area yang sebelumnya menjadi resistance akan menjadi salah satu faktor penting dalam struktur berikutnya.

“Jika breakout ini mampu bertahan, ekspansi kenaikan besar berikutnya bisa jauh lebih kuat,” ungkapnya.

Setelah US$0,7952, Patel menyoroti resistance berikutnya di sekitar US$1,05 dan US$1,30 sebelum AERO berhadapan dengan level utama US$1,6384. Area terakhir dinilai signifikan karena pada dua siklus sebelumnya menjadi wilayah tempat reli besar kehilangan momentum.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Jangan Dikejar Dulu, Analis Bidik Entry Lebih Cantik Sebelum Terbang

Breakout kuat di atas US$1,6384 menurut skenario Patel dapat membuka ruang menuju US$2 hingga US$2,50 sebelum target makro yang jauh lebih agresif di US$5.

Namun, US$5 bukan target langsung dari breakout saat ini. Dari kisaran harga US$0,84, level tersebut berarti kenaikan hampir enam kali lipat sehingga masih membutuhkan sejumlah konfirmasi struktur.

Patel menggunakan reli historis AERO yang pernah mencapai sekitar 460–500 persen dari area dasar menuju resistance sebagai konteks untuk proyeksi tersebut.

Di sisi bawah, zona US$0,58–US$0,52 ditempatkan sebagai support utama. Hilangnya area itu akan melemahkan struktur bullish yang saat ini digambarkan Patel, sehingga kelanjutan kenaikan tetap bergantung pada kemampuan token tersebut mempertahankan level-level support setelah breakout terbaru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait