AI Bikin Serangan Siber Makin Ganas, Zentara Angkat Suara

Perusahaan keamanan siber Zentara memperingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membuat serangan siber semakin masif, kompleks dan berbahaya, sehingga edukasi publik menjadi faktor krusial untuk meminimalkan risiko.

Berdasarkan laporan InfoBankNews pada Jumat (13/2/2026), peringatan ini muncul di tengah lonjakan ancaman digital di Indonesia, di mana Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 3,64 miliar anomali trafik atau upaya serangan siber sepanjang Januari hingga Juli 2025, dengan malware sebagai ancaman paling dominan.

CEO Zentara Regal Star mengatakan, kemajuan teknologi AI telah mempermudah pelaku kejahatan dalam melancarkan berbagai metode serangan siber, mulai dari phishing otomatis hingga penyebaran malware yang mampu beradaptasi.

Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat, perusahaan dan institusi menjadi semakin rentan jika tidak memiliki pemahaman yang memadai terkait keamanan digital.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Indonesia memiliki peraturan soal aset kripto, blockchain, AI dan data pribadi. Regulasi tersebut sudah sangat kuat, bahkan bisa bersanding dengan regulasi dari global,” ujar Regal.

BACA JUGA:  Peran Perempuan Indonesia Kian Kuat di Siber dan Blockchain

Pernyataan tersebut disampaikan Regal dalam konteks meningkatnya ancaman keamanan digital yang kini tidak hanya menargetkan sistem besar, tetapi juga individu.

Ia menekankan bahwa faktor manusia menjadi salah satu titik paling lemah dalam sistem keamanan digital, terutama ketika pelaku memanfaatkan AI untuk menciptakan teknik penipuan yang lebih realistis dan sulit dikenali.

Lonjakan Ancaman Digital di Tengah Percepatan Transformasi Teknologi

Data BSSN menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi miliaran percobaan serangan siber dalam waktu kurang dari satu tahun, mencerminkan eskalasi ancaman yang signifikan di tengah percepatan transformasi digital nasional.

Sebagian besar serangan tersebut berasal dari malware, yang digunakan untuk mencuri data sensitif, merusak sistem, hingga mengambil alih kendali perangkat korban tanpa izin.

Kemajuan AI turut mempercepat evolusi metode serangan siber, memungkinkan pelaku untuk mengotomatisasi serangan dalam skala besar dengan biaya lebih rendah.

Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan pembuatan konten palsu seperti email, pesan, atau identitas digital yang sangat meyakinkan, sehingga korban lebih sulit membedakan antara aktivitas sah dan ancaman.

BACA JUGA:  Pakistan Resmi Legalkan Kripto, Industri Aset Digital Kian Terbuka

Regal menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memperluas jejak digital masyarakat, yang di satu sisi memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko keamanan.

“Di era yang serba maju ini, sangat mudah menemukan jejak digital. Di satu sisi, ini memang positif dan membantu kehidupan sehari-hari. Tapi, jika ada ancaman siber, kerugian yang dihasilkan juga tidak sedikit,” ungkap Regal.

Ia menambahkan bahwa dampak dari serangan siber tidak hanya terbatas pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas operasional perusahaan, lembaga keuangan, hingga infrastruktur penting lainnya.

Edukasi Publik Jadi Kunci Hadapi Ancaman Siber Berbasis AI

Zentara menilai bahwa edukasi publik menjadi langkah paling mendesak untuk memperkuat pertahanan digital nasional. Dengan meningkatnya penggunaan AI, pelaku kejahatan kini dapat mengidentifikasi target dengan lebih cepat, mempelajari pola perilaku korban, dan menyesuaikan metode serangan siber secara real-time.

Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berisiko menjadi korban penipuan digital, pencurian identitas, maupun kompromi data pribadi.

BACA JUGA:  Aduh! Bitcoin US$1,5 Juta Korsel Raib, Ini Dia Cerita Lengkapnya

Oleh karena itu, Zentara mendorong peningkatan literasi keamanan digital, termasuk kesadaran dalam melindungi data pribadi, mengenali indikasi phishing, serta memahami risiko penggunaan layanan digital.

Lonjakan miliaran percobaan serangan siber dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa ancaman digital telah menjadi tantangan serius di era ekonomi berbasis teknologi. Dalam konteks ini, kesiapan masyarakat dan organisasi dalam memahami risiko keamanan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekosistem digital nasional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait