Ethereum Foundation resmi memulai staking sebagian dana kelolaan dengan target total sekitar 70.000 ETH, sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan kas yang dirilis tahun lalu.
Pada tahap awal, organisasi tersebut telah mendepositkan 2.016 ETH ke dalam mekanisme staking. Seluruh imbal hasil yang diperoleh akan dikembalikan ke dana kelolaan untuk mendukung riset protokol, pengembangan ekosistem, serta pendanaan hibah komunitas.
Pergeseran Strategi Ethereum Foundation
Langkah ini diumumkan pekan ini melalui pernyataan resmi organisasi. Keputusan tersebut menandai perubahan strategi pengelolaan aset digital oleh Ethereum Foundation, yang sebelumnya lebih mengandalkan penjualan sebagian ETH untuk membiayai operasional.
Dengan staking, Ethereum Foundation berupaya menciptakan sumber pendanaan berkelanjutan tanpa harus melepas kepemilikan aset dalam jumlah besar ke pasar.
Dalam pernyataan resminya, Ethereum Foundation menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap keamanan dan keberlanjutan jaringan.
“Kami bersemangat mengambil langkah penting ini untuk membantu mengamankan jaringan Ethereum sekaligus mendanai operasi inti seperti riset protokol, pengembangan ekosistem dan hibah komunitas,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Secara teknis, staking dilakukan melalui partisipasi langsung sebagai validator di jaringan Ethereum yang menggunakan mekanisme Proof-of-Stake.
Dengan menempatkan ETH sebagai jaminan validator, Ethereum Foundation turut meningkatkan jumlah total ETH yang diamankan di jaringan. Semakin besar ETH yang di-stake, semakin tinggi pula biaya yang harus ditanggung pihak yang berniat melakukan serangan terhadap jaringan.
Langkah Bertahap Menuju Target 70.000 ETH
Keputusan staking ini berkaitan dengan kebijakan pengelolaan aset yang diumumkan sebelumnya untuk mengatur pengelolaan dana organisasi secara lebih terstruktur.
Selama ini, pendanaan untuk aktivitas inti seperti riset dan pengembangan kerap bersumber dari penjualan ETH di pasar terbuka. Skema tersebut beberapa kali menjadi sorotan karena berpotensi menambah tekanan jual.
Melalui staking, yayasan tersebut kini berupaya menghasilkan pendapatan rutin dari reward validator. Seluruh imbal hasil akan kembali ke kas organisasi dan digunakan untuk membiayai aktivitas seperti penelitian teknis, pengembangan infrastruktur, serta dukungan bagi proyek dan komunitas yang membangun di atas jaringan Ethereum.
Target staking hingga sekitar 70.000 ETH akan dilakukan secara bertahap. Deposit awal sebesar 2.016 ETH menjadi langkah pertama dalam implementasi kebijakan tersebut.
Tidak disebutkan jadwal rinci penyelesaian seluruh target staking, namun organisasi memastikan proses akan berjalan sesuai standar keamanan dan operasional internal.
Partisipasi langsung Ethereum Foundation dalam staking dinilai memperkuat fondasi keamanan jaringan. Dengan lebih banyak validator yang beroperasi dan lebih besar ETH yang terkunci, stabilitas jaringan meningkat.
Selain itu, pendekatan ini memungkinkan organisasi tetap mempertahankan eksposur asetnya sambil memperoleh imbal hasil yang dapat menopang kegiatan jangka panjang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



