Lonjakan harga token Akash Network menarik perhatian pelaku pasar kripto setelah aset digital tersebut mencatat kenaikan signifikan dalam waktu singkat.
Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, sentimen positif terhadap sektor komputasi terdesentralisasi berbasis AI, serta perubahan pada model ekonomi token yang sedang dibahas di komunitas jaringan tersebut.
Pada saat artikel ini disusun, token Akash Network (AKT) diperdagangkan di kisaran US$0,4084. Dalam empat jam terakhir harga mencatat kenaikan sekitar 4,84 persen, sementara secara harian melonjak 18,75 persen.

Dalam rentang tujuh hari, kinerja AKT bahkan meningkat sekitar 32,60 persen, menunjukkan momentum kenaikan yang cukup kuat dibandingkan pergerakan sebelumnya.
Kenaikan ini tidak hanya tercermin dari harga, tetapi juga dari lonjakan aktivitas perdagangan yang tajam.
Data menunjukkan volume transaksi dan aktivitas derivatif meningkat secara signifikan, menandakan masuknya likuiditas baru ke dalam ekosistem Akash Network.
Model Tokenomik Baru Dorong Optimisme pada Akash Network
Salah satu faktor yang disebut turut memicu lonjakan minat investor terhadap Akash Network adalah rencana perubahan dalam struktur ekonomi token atau tokenomik jaringan tersebut.
Komunitas proyek tengah membahas model Burn-Mint Equilibrium (BME) yang dirancang untuk menghubungkan penggunaan jaringan secara langsung dengan dinamika pasokan token.
Dalam skema ini, token AKT yang digunakan untuk menjalankan layanan komputasi di jaringan akan di-burn.
Dengan demikian, semakin tinggi aktivitas penggunaan layanan cloud di Akash Network, semakin banyak pula token yang keluar dari peredaran. Mekanisme tersebut dinilai berpotensi menciptakan tekanan pasokan yang lebih ketat jika adopsi jaringan terus meningkat.
Pendekatan tersebut membuat nilai token semakin terkait dengan tingkat penggunaan infrastruktur komputasi terdesentralisasi yang disediakan oleh jaringan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen positif di kalangan pelaku pasar.
Narasi Infrastruktur AI Terdesentralisasi Menguat
Berdasarkan data yang dihimpun CoinMarketCap, selain faktor tokenomik, meningkatnya perhatian terhadap sektor infrastruktur AI juga turut mendukung pergerakan Akash Network.
Proyek ini dikenal sebagai platform komputasi cloud terdesentralisasi yang memungkinkan penyedia layanan menawarkan sumber daya komputasi, termasuk GPU, kepada pengguna jaringan.
Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan terhadap kapasitas komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan dan machine learning meningkat secara global. Kondisi tersebut membuat proyek-proyek yang menyediakan infrastruktur komputasi alternatif mulai kembali dilirik oleh investor.
Di tengah tren tersebut, Akash Network sering diposisikan sebagai salah satu pemain dalam sektor decentralized physical infrastructure networks (DePIN), yang berfokus pada penyediaan infrastruktur digital berbasis blockchain.
Aktivitas Derivatif dan Volume Perdagangan Melonjak
Lonjakan harga juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar derivatif. Data dari CoinGlass menunjukkan volume perdagangan derivatif AKT melonjak sekitar 1.465,72 persen hingga mencapai sekitar US$82,88 juta.

Pada saat yang sama, open interest juga meningkat sekitar 129,89 persen menjadi sekitar US$12,89 juta. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak trader yang membuka posisi baru di pasar, baik untuk spekulasi jangka pendek maupun untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga.
Kenaikan aktivitas derivatif tersebut sering kali menjadi indikator meningkatnya minat spekulatif terhadap suatu aset kripto, yang dapat mempercepat pergerakan harga dalam waktu relatif singkat.
Lonjakan Volume dan Dugaan Akumulasi Whale
Selain aktivitas derivatif, volume perdagangan Akash Network melonjak drastis. Volume transaksi tercatat meningkat sekitar 927 persen hingga melampaui US$51,8 juta, jauh di atas aktivitas perdagangan normal token tersebut.
Rasio perputaran perdagangan terhadap kapitalisasi pasar tercatat sekitar 0,427, yang menunjukkan tingkat likuiditas yang relatif tinggi untuk ukuran aset tersebut. Kondisi ini sering dikaitkan dengan transaksi blok besar di pasar.
Secara teknikal, setelah mencatat kenaikan lebih dari 32 persen dalam tujuh hari, harga AKT kini menghadapi pengujian pada area US$0,40 hingga US$0,42. Jika harga mampu bertahan di atas US$0,40, pergerakan berikutnya berpotensi mengarah ke area resistance sekitar US$0,45.
Namun demikian, perlu diwaspadai bahwa reli yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko koreksi jika volume perdagangan mulai menurun. Penurunan harga di bawah sekitar US$0,38 berpotensi menjadi sinyal kegagalan breakout terbaru dan membuka peluang terjadinya retracement dalam jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



