Harga altcoin Chainlink (LINK) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah indikator teknikal dan data pasar menunjukkan potensi perubahan arah tren.
Pada saat artikel ini disusun, LINK diperdagangkan di kisaran US$13,91, mencatat kenaikan 2,21 persen dalam 4 jam terakhir dan naik 7,37 persen dalam sepekan. Pergerakan ini memicu kembali diskusi mengenai kemungkinan berakhirnya fase koreksi yang berlangsung sejak kuartal sebelumnya.
Pola Falling Wedge dan Sinyal Teknikal Baru
Perhatian pasar tertuju pada pola falling wedge yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir. Pola ini umumnya dipandang sebagai tanda pembalikan arah menuju tren bullish jika terjadi penembusan ke sisi atas.
Sejumlah analis melihat struktur teknikal LINK mulai menunjukkan penguatan, ditandai serangkaian candle yang bergerak menjauhi area tekanan jual.

Analis Cobra Vanguard menilai bahwa posisi harga saat ini berada di titik penting setelah altcoin Chainlink membentuk pola wedge yang menyempit sejak pertengahan tahun. Menurutnya, pola tersebut akan menentukan arah tren berikutnya.
“Pola wedge akan menembus ke arah yang dibentuknya, dan harga akan bergerak ke arah tersebut. Menurut saya, harganya bisa bullish dan bisa mencapai US$17,” tulis Cobra.
Sementara itu, analis Ali Martinez justru menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai LINK baru saja menyelesaikan retest pada zona breakdown dan berpotensi kembali melemah.
“LINK telah menyelesaikan pengujian ulang zona breakdown dan sekarang bisa mencapai US$8,” ujar Martinez.

Perbedaan proyeksi ini membuat pergerakan harga LINK semakin diperhatikan pelaku pasar, terutama karena altcoin Chainlink kini bergerak tepat di antara dua skenario teknikal yang berlawanan.
Dalam grafik yang dianalisis Cobra Vanguard, terdapat area penting Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar US$12,20–US$12,50. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, struktur pembalikan bullish dinilai tetap terjaga.
Namun jika gagal menembus wedge ke atas, skenario penurunan ke level yang lebih rendah tetap terbuka, sebagaimana peringatan yang disampaikan Martinez.
Volume Spot Meningkat, Data Derivatif Berikan Kontras
Selain pola teknikal, dinamika volume perdagangan memberikan gambaran tambahan mengenai kekuatan pasar.
Data terakhir menunjukkan volume perdagangan spot harian mencapai US$140,20 juta, menandakan peningkatan aktivitas beli dan jual di pasar aset digital tersebut. Kapitalisasi pasar altcoin Chainlink juga tetap kuat di level US$9,72 miliar.
Sementara itu, data derivatif dari CoinGlass memberi sinyal campuran. Volume transaksi derivatif melonjak 37,37 persen menjadi US$1,65 miliar, mencerminkan tingginya spekulasi jangka pendek di pasar berjangka LINK.
Namun, open interest justru turun 1,42 persen ke US$569,46 juta, yang menandakan sebagian pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap posisi terbuka.

Penurunan open interest biasanya dipandang sebagai tanda bahwa kepercayaan terhadap tren saat ini belum sepenuhnya menguat, atau ada aksi likuidasi posisi yang dilakukan oleh trader yang mengantisipasi volatilitas.
Kondisi ini membuat proyeksi arah jangka pendek LINK semakin dinamis karena pelaku pasar harus mempertimbangkan dua kekuatan yang saling berlawanan, yakni meningkatnya aktivitas perdagangan dan berkurangnya komitmen pada posisi derivatif.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



