Aksi Beli Whale BTC Menjadi-jadi Selama 8 Pekan Terakhir

Dalam 8 pekan terakhir, investor whale Bitcoin (BTC) telah melakukan aksi akumulasi yang menjadi-jadi, mengangkat harga kripto utama ke titik yang melebihi ekspektasi.

Sejak akhir tahun 2022, pergerakan harga BTC memang cenderung ranging, menahan dorongan jual kuat yang terbentuk sejak bulan November 2022, setelah skandal FTX bergulir.

Whale Bitcoin (BTC) Menjadi-jadi 

Berdasarkan laporan Ambcrypto, investor whale telah meningkatkan akumulasi BTC mereka dalam dua bulan terakhir, di mana dorongan kenaikan pada harga Bitcoin mulai terbentuk di awal tahun ini.

Adanya peningkatan yang signifikan dari whale BTC telah mengangkat harganya sekitar 26 persen, dan terus membawa harga naik hingga pada saat penulisan, telah terpantul dari US$21.000 ke level US$20.715.

“Di antara banyak metrik bayangan untuk run 2023 ini adalah jumlah alamat yang berkembang pesat yang memegang 100 hingga 1.000 BTC. Dorongan harga umumnya terjadi di seluruh pasar saat whale menumpuk [pembelian],” ungkap perusahaan analitik kripto, Santiment.

Santiment pun menjelaskan bahwa, ada peningkatan pada jumlah alamat whale sebesar 3 persen dalam dua bulan terakhir, membawanya ke sekitar 14.110 alamat.

Ketika whale mengakumulasi kripto dengan menjadi-jadi, ini umumnya akan membawa sentimen positif untuk investor lain, termasuk ritel.

“Hal ini [aksi akumulasi whale] menyebabkan peningkatan permintaan aset, yang pada gilirannya dapat menaikkan harganya,” tambah Santiment.

Di sisi lain, CoinGlass telah mengungkapkan bahwa, ada peningkatan pada open interest BTC sejak awal tahun 2023, telah tumbuh sekitar 13 persen.

Sekadar informasi, open interest mengacu pada jumlah kontrak, atau posisi, yang belum diselesaikan.

Open interest yang meningkat juga menjadi petunjuk adanya lebih banyak pedagang dan investor yang memasuki perdagangan di semua acuan tersebut. Ini menandai adanya peningkatan permintaan aset, yang mendahului kenaikan harga.

Tidak hanya itu, data dari CryptoQuant juga menunjukkan dukungan fundamental lain, seperti tingkat pendanaan yang positif di jaringan Bitcoin sejak awal 2023.

Itu artinya, meski harga BTC terus jatuh karena skandal FTX, investor tetap tak peduli dan fokus meningkatkan akumulasi di saat harga kripto utama turun.

Untuk analisis teknikal terbaru, analis kripto popular di Twitter Inspocrypto melihat bahwa bull run dapat berlanjut jika harga mampu menembus kisaran US$19.000 – US$19.200, dan bertahan di atasnya. Ini diprediksi mampu berlanjut naik ke US$23.000, bahkan US$24.000.

“Tetapi, jika kisaran tidak mampu ditembus, maka harga BTC kemungkinan akan kembali menguji level US$15.600 dan bisa jatuh lebih rendah lagi dari US$15.000,” tambah Inspocrypto. [st]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait