Aktivitas DEX XRP Meledak, Tanda Bullish atau Bahaya?

Aktivitas perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) milik XRP Ledger mencatat lonjakan luar biasa, menembus rekor tertinggi baru dengan 954.000 transaksi dalam satu hari.

Menurut analis CryptoOnchain di CryptoQuant, angka tersebut menjadi titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan menandai peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan XRP.

Namun di balik lonjakan ini, muncul tanda yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara pertumbuhan aktivitas on-chain dengan pergerakan harga XRP.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jika pada lonjakan sebelumnya di pertengahan Juli harga sempat menguat tajam, kali ini peningkatan aktivitas justru terjadi di tengah penurunan harga dari kisaran 3,0 ke sekitar 2,3.

Divergensi Bearish di Balik Lonjakan Aktivitas

CryptoOnchain menilai lonjakan transaksi ini tidak selalu mencerminkan tekanan beli yang sehat. Sebaliknya, ada indikasi kuat bahwa peningkatan volume justru didorong oleh distribusi besar-besaran dari whale atau aktivitas arbitrase otomatis yang tengah keluar dari posisi mereka.

BACA JUGA:  21Shares Resmi Ajukan ONDO ETF, Sektor RWA Kian Dilirik

“Kehati-hatian diperlukan. Aktivitas jaringan yang tinggi tidak selalu berarti sinyal bullish,” ujar CryptoOnchain.

Dalam lima hari terakhir, analis Ali Martinez juga mencatat adanya penjualan besar-besaran sekitar 900.000 XRP oleh whale, sebuah angka yang memperkuat sinyal bahwa tekanan jual sedang meningkat.

Aktivitas ini bertepatan dengan tren penurunan harga yang membuat investor ritel semakin berhati-hati untuk masuk kembali.

Sementara itu, altcoin XRP saat ini diperdagangkan di level US$2,23, dengan pergerakan naik 0,52 persen dalam empat jam terakhir namun turun 4,69 persen dalam 24 jam terakhir. Volatilitas ini menandakan pasar masih mencari arah yang pasti setelah fase distribusi besar tersebut.

Analis Masih Melihat Peluang Beli Altcoin XRP 

Meski kondisi pasar terlihat rapuh, analis teknikal IncomeSharks justru melihat peluang baru di tengah tekanan jual ini.

BACA JUGA:  Whale XRP Masih Tunggu Reli, Sinyal Jual Belum Muncul Lagi

Analis tersebut menilai bahwa altcoin XRP masih punya ruang koreksi tambahan dan investor berpotensi mendapatkan harga menarik jika aset tersebut kembali turun di bawah tonggak US$2.

Pendapat ini senada dengan pandangan CryptoOnchain yang menekankan pentingnya menunggu konfirmasi keselarasan antara pertumbuhan on-chain dan aksi harga sebelum menyimpulkan bahwa reli baru akan dimulai.

Selama perbedaan itu masih ada, aktivitas tinggi di jaringan bisa saja menjadi “bear trap” atau jebakan pasar yang menyesatkan investor untuk membeli di puncak sebelum penurunan berikutnya.

Lebih lanjut, beberapa analis memperingatkan bahwa lonjakan aktivitas DEX yang disertai penurunan harga sering kali menjadi indikasi perpindahan kepemilikan dari pelaku besar ke pasar ritel.

Artinya, volume transaksi yang melonjak bukan karena peningkatan permintaan baru, tetapi lebih karena redistribusi aset di antara kelompok investor.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, XRP, LINK, DOGE, PEPE Lagi Panas Banget

Di tengah ketidakpastian ini, komunitas XRP terus memantau pergerakan lebih lanjut, terutama dari whale dan algoritma perdagangan besar. Jika harga mampu bertahan di atas US$2 dan menunjukkan tanda akumulasi baru, momentum bullish bisa kembali terbentuk.

Namun jika tekanan jual berlanjut, sinyal bearish dari data on-chain ini dapat menjadi peringatan dini bahwa reli altcoin XRP belum sepenuhnya siap dimulai.

Dengan dinamika yang terjadi saat ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan tidak mengandalkan satu metrik saja dalam mengambil keputusan. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia