Aktivitas whale XRP di bursa kripto Binance melonjak tajam pada Rabu (4/11/2026), dengan indikator Whale vs Retail Spread mencapai 98,4 persen, level tertinggi sejak 15 Oktober 2024. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata gabungan seluruh bursa terpusat (CEX) yang berada di 65,1 persen, menciptakan selisih sebesar 33,3 poin persentase.
Lonjakan aktivitas whale XRP itu berlangsung bersamaan dengan peningkatan arus keluar aset dalam jumlah besar dari Binance. Sepanjang 28 Oktober hingga 4 November, indikator cumulative whale net outflows meningkat dari 399 juta menjadi 696,1 juta XRP.
Kenaikan sebesar 297,1 juta XRP atau 74,5 persen tersebut terjadi hanya dalam tujuh hari, ketika harga XRP masih bergerak di sekitar US$1,25.
Arus Keluar Whale XRP dari Binance Melonjak 74,5 Persen
Analis on-chain Amr Taha, dalam laporan terbarunya di CryptoQuant pada Rabu (4/11/2026), menyoroti perbedaan mencolok antara aktivitas investor besar dan investor ritel di Binance dibandingkan bursa kripto lainnya.
Indikator Whale vs Retail Spread yang menggunakan rata-rata pergerakan tujuh hari (7D MA) memperlihatkan bahwa perubahan aktivitas relatif kedua kelompok investor tersebut jauh lebih besar di Binance daripada di pasar secara keseluruhan.

Grafik CryptoQuant menunjukkan bahwa indikator Binance sebelumnya mengalami fluktuasi cukup besar sepanjang 2025 hingga 2026. Namun, kenaikan mendadak pada awal November membawa pembacaannya ke tingkat yang belum pernah terlihat selama lebih dari dua tahun.
Perbedaan tersebut semakin menonjol ketika dibandingkan dengan arus keluar kumulatif XRP di berbagai bursa. Binance mencatat 696,1 juta XRP, sedangkan sejumlah bursa lainnya memperlihatkan nilai positif yang jauh lebih rendah, termasuk sekitar 288,2 juta dan 148,8 juta XRP.
Menurut Taha, peningkatan arus keluar dari bursa dapat memengaruhi jumlah aset yang tersedia untuk diperdagangkan, terutama apabila penarikan berlangsung secara berkelanjutan.
“Penarikan aset dari bursa secara berkelanjutan dapat mengurangi cadangan XRP dan jumlah token yang langsung tersedia untuk dijual di pasar spot, sehingga berpotensi meredakan tekanan jual,” ungkap Taha.

Meski demikian, lonjakan aktivitas whale XRP tersebut belum dapat dipastikan sebagai tanda akumulasi oleh investor besar. Indikator arus keluar kumulatif tidak secara langsung mengukur saldo XRP yang masih tersimpan di Binance maupun tujuan akhir aset yang dipindahkan.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah insiden keamanan Binance pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan laporan resmi Binance pada Selasa (3/11/2026), sebanyak 233,46 juta XRP dipindahkan secara tidak sah dari lima dompet panas bursa tersebut ke alamat yang dikendalikan penyerang.
Insiden itu terjadi dalam periode pengamatan CryptoQuant, meskipun belum dapat dipastikan apakah seluruh atau sebagian perpindahan ilegal tersebut tercakup dalam indikator arus keluar yang dianalisis Taha.
Binance juga menyatakan bahwa 98 persen aset token yang terdampak telah dipulihkan per 31 Oktober. Dengan adanya proses pemulihan tersebut, besarnya arus keluar kumulatif tidak dapat langsung disamakan dengan penurunan cadangan aktual XRP di bursa.
Ripple Lepas 1 Miliar XRP, Sebagian Besar Kembali Dikunci
Di tengah meningkatnya aktivitas whale XRP di Binance, perkembangan pasokan XRP turut menjadi perhatian setelah Ripple membuka escrow senilai 1 miliar XRP pada 1 November 2026.
Berdasarkan data transaksi XRP Ledger yang dihimpun XRP Insights, pembukaan escrow tersebut berlangsung melalui dua transaksi terpisah, masing-masing sebesar 500 juta XRP.
Namun, Ripple kemudian kembali mengunci 700 juta XRP melalui tiga transaksi baru. Sebanyak 600 juta XRP dijadwalkan terbuka pada Juni 2029, sedangkan 100 juta XRP lainnya dijadwalkan terbuka pada Juli 2029.
Dengan demikian, sebanyak 300 juta XRP tersisa di luar escrow baru setelah proses tersebut. Data XRP Insights juga memperlihatkan bahwa total aset XRP yang masih terkunci dalam mekanisme escrow Ripple mencapai sekitar 31,1 miliar token pada awal November.
Jumlah 300 juta XRP tersebut menarik perhatian karena hampir menyamai peningkatan indikator arus keluar kumulatif whale XRP di Binance sebesar 297,1 juta XRP yang dicatat CryptoQuant selama periode 28 Oktober hingga 4 November.
Kendati demikian, kemiripan kedua angka tersebut tidak membuktikan adanya hubungan langsung antara pembukaan escrow Ripple dan perpindahan aset investor besar di Binance.
XRP yang dilepaskan dari escrow juga tidak otomatis masuk ke bursa kripto ataupun langsung dijual di pasar. Pembukaan escrow hanya menunjukkan bahwa token tertentu telah keluar dari mekanisme penguncian terjadwal.
Perbedaan ini penting karena perubahan pasokan dari escrow dan arus keluar aset dari bursa memiliki mekanisme serta dampak pasar yang berbeda.
Sementara itu, pembacaan harga dalam grafik CryptoQuant menunjukkan bahwa XRP masih berada jauh di bawah kisaran harga di atas US$3 yang sempat terlihat pada 2025.
Dengan kondisi tersebut, meningkatnya aktivitas investor besar belum diikuti kenaikan harga yang sebanding. Data cadangan aktual Binance, arus masuk XRP, serta perkembangan distribusi token Ripple masih diperlukan untuk menilai apakah perubahan aktivitas on-chain terbaru benar-benar akan mengurangi tekanan jual di pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


