Aktivitas XRP Ledger Meledak 35 Persen, Harga XRP Siap Melejit ke US$15

Aktivitas jaringan XRP Ledger (XRPL) melonjak di sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026 di tengah pelemahan harga XRP yang masih berlangsung.

Laporan terbaru dari Messari menunjukkan jumlah transaksi harian dan aktivitas pengguna di jaringan tersebut meningkat tajam, bahkan ketika sebagian besar pasar kripto mengalami perlambatan.

Data tersebut memunculkan perhatian baru dari pelaku pasar karena pertumbuhan fundamental jaringan sering kali menjadi salah satu indikator yang diperhatikan untuk mengukur kesehatan ekosistem blockchain dalam jangka panjang.

Di saat yang sama, sejumlah analis teknikal mulai melihat peluang terbentuknya fase akumulasi baru yang berpotensi memengaruhi arah harga XRP pada siklus berikutnya.

Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

Dalam laporan terbaru, Messari mencatat rata-rata transaksi harian di XRP Ledger meningkat sekitar 35,3 persen dibanding kuartal sebelumnya. Jumlah transaksi naik dari sekitar 1,83 juta menjadi 2,48 juta transaksi per hari.

XRP Messari

Selain itu, jumlah alamat aktif harian juga mengalami kenaikan sekitar 1,7 persen menjadi hampir 49.800 alamat aktif per hari. Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas pengguna di jaringan tetap bertumbuh meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

BACA JUGA:  Donald Trump Kunjungi Tiongkok, Meme Coin Ini Melejit 3.000 Persen!

Messari menilai pertumbuhan aktivitas tersebut didorong oleh semakin luasnya penggunaan XRP Ledger untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran lintas negara, stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), hingga layanan likuiditas terdesentralisasi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Laporan yang sama juga menunjukkan perkembangan signifikan pada stablecoin RLUSD milik Ripple. Kapitalisasi pasar RLUSD di jaringan XRPL meningkat sekitar 44,9 persen secara kuartalan hingga mencapai sekitar US$340,3 juta.

Sementara itu, sektor tokenisasi aset menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan jaringan. Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di XRP Ledger tercatat melonjak sekitar 124 persen menjadi sekitar US$2,25 miliar pada kuartal pertama 2026.

Menariknya, seluruh pertumbuhan tersebut terjadi ketika harga XRP justru mengalami tekanan. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, aset tersebut dilaporkan turun sekitar 27 persen, mencerminkan adanya perbedaan antara pertumbuhan aktivitas jaringan dan pergerakan harga di pasar.

Zona Akumulasi Kembali Muncul, XRP Bidik Target US$15

Di tengah meningkatnya aktivitas XRP Ledger, sejumlah analis mulai memperhatikan struktur teknikal harga XRP yang dinilai sedang memasuki fase penting.

BACA JUGA:  Hantavirus Picu Demam Meme Coin, Token Bertema Wabah Diburu

Analis teknikal Crypto Patel menyebut XRP kembali bergerak di area yang menyerupai fase akumulasi sebelum reli besar pada siklus sebelumnya. Berdasarkan grafik dua mingguan yang ia bagikan, zona akumulasi yang terbentuk sepanjang 2022 hingga 2024 sempat menghasilkan kenaikan sekitar 835 persen setelah terjadi breakout.

XRP analisis 2 juni

Menurutnya, setelah mengalami koreksi sekitar 66 persen dari puncak lokal dan sempat menyentuh level terendah dalam 15 minggu di sekitar US$1,2677, harga XRP kini kembali memasuki area akumulasi baru. Ia menyoroti zona US$1,10 hingga US$1,30 sebagai area support utama yang saat ini sedang dipertahankan pasar.

Crypto Patel menilai selama area tersebut tidak ditembus, struktur bullish jangka panjang harga XRP masih tetap terjaga. Ia juga mempertahankan target jangka panjang di sekitar US$5, US$10, hingga US$15 apabila fase akumulasi saat ini berhasil berakhir dengan breakout bullish.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa risiko koreksi yang lebih dalam masih terbuka. Jika support saat ini gagal bertahan, area US$0,85 hingga US$0,65 dipandang sebagai zona akumulasi berikutnya yang berpotensi menarik perhatian investor jangka panjang.

BACA JUGA:  Tragis! Dalam 20 Hari, Trader Kripto Ini Rugi Rp743 Miliar

Pandangan serupa juga datang dari analis ChartNerd. Dalam analisisnya, ia menyoroti pola historis XRP yang beberapa kali membentuk titik terendah siklus ketika harga bergerak menuju regression band tengah pada model Gaussian Regression Band.

XRP analisis terbaru 2 juni

ChartNerd mencatat harga XRP telah menyapu area di bawah regression band atas yang berada di sekitar US$1,35. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu sinyal awal bahwa pergerakan menuju regression band tengah dapat kembali terjadi. Saat ini, regression band tengah tersebut berada di sekitar US$0,84.

Meskipun demikian, meningkatnya aktivitas XRPL, pertumbuhan penggunaan jaringan, serta munculnya kembali zona akumulasi yang dipantau sejumlah analis membuat pergerakan harga XRP dalam beberapa bulan ke depan menjadi salah satu yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait