Akuisisi BVNK, Mastercard Gaspol Masuk Dunia Stablecoin

Mastercard mengumumkan rencana akuisisi perusahaan infrastruktur aset digital BVNK dengan nilai hingga US$1,8 miliar, dalam langkah untuk mempercepat ekspansi ke sektor pembayaran berbasis stablecoin.

Transaksi ini menegaskan arah baru perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam jaringan pembayaran global, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan industri keuangan digital yang semakin kompetitif.

Akuisisi tersebut dijadwalkan rampung sebelum akhir 2026, dengan sebagian nilai transaksi bergantung pada kinerja BVNK ke depan.

Perusahaan yang berbasis di Inggris itu dikenal sebagai penyedia infrastruktur yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan jaringan blockchain, memungkinkan konversi antara mata uang fiat dan stablecoin secara efisien.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dengan jangkauan operasional di lebih dari 130 negara, BVNK telah menjadi salah satu pemain penting dalam pengembangan pembayaran lintas negara berbasis aset digital.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem pembayaran yang lebih cepat dan efisien, terutama untuk transaksi lintas batas.

BACA JUGA:  Ripple Luncurkan Platform Pembayaran Baru, Satukan Fiat dan Stablecoin

“Kami memperkirakan bahwa sebagian besar institusi keuangan dan fintech pada waktunya akan menyediakan layanan mata uang digital, baik dengan stablecoin maupun simpanan tertokenisasi,” ujar Chief Product Officer Mastercard, Jorn Lambert.

Mastercard Percepat Transformasi Pembayaran Digital Global

Akuisisi BVNK menjadi bagian dari strategi jangka panjang Mastercard untuk memperluas kapabilitasnya di sektor pembayaran digital. Dengan mengintegrasikan teknologi BVNK, Mastercard berupaya menghadirkan layanan yang memungkinkan transaksi berbasis blockchain berjalan secara mulus di dalam ekosistemnya.

Dalam satu langkah, Mastercard dapat mempercepat adopsi teknologi tanpa harus membangun infrastruktur dari nol. Hal ini dinilai penting mengingat perubahan lanskap industri yang semakin cepat, di mana kebutuhan akan solusi pembayaran real-time menjadi prioritas utama bagi pelaku bisnis dan institusi keuangan.

Selain itu, integrasi ini juga membuka peluang bagi Mastercard untuk memperluas layanan tokenisasi, termasuk penggunaan aset digital dalam berbagai skenario pembayaran.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin: AI Berpotensi Gantikan Peran Wallet Crypto

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya berfokus pada transaksi kartu tradisional, tetapi juga mengembangkan model pembayaran baru yang lebih fleksibel dan terhubung dengan teknologi blockchain.

Persaingan Ketat di Industri Pembayaran Global

Langkah Mastercard mengakuisisi BVNK juga mencerminkan meningkatnya persaingan di antara perusahaan pembayaran global dalam memanfaatkan teknologi stablecoin. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan sejenis telah mulai mengadopsi solusi berbasis blockchain untuk meningkatkan efisiensi layanan mereka.

BVNK sebelumnya diketahui mendapat dukungan pendanaan dari Visa Ventures, yang merupakan lengan investasi dari perusahaan pembayaran global lainnya. Namun, keterlibatan tersebut lebih bersifat investasi dan bukan kemitraan operasional eksklusif. Jika akuisisi ini tampung, Mastercard dapat memiliki kendali penuh atas arah pengembangan BVNK.

Persaingan antara Mastercard dan perusahaan sejenis dalam mengadopsi stablecoin kian menguat, seiring meningkatnya perhatian terhadap potensi teknologi tersebut dalam mengubah sistem pembayaran global.

BACA JUGA:  Debat Yield Stablecoin Memanas, Senator AS Cari Jalan Tengah

Banyak analis menyebut kondisi ini sebagai perlombaan untuk membangun infrastruktur pembayaran masa depan, di mana stablecoin menjadi salah satu komponen kunci.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait