Kontroversi terkait kepemilikan TikTok semakin memanas setelah Kongres AS meloloskan rancangan undang-undang yang mengharuskan ByteDance melepas kendali atas aplikasi tersebut di Amerika Serikat.Â
Mantan Presiden Joe Biden menandatangani aturan ini pada 2024, menetapkan batas waktu hingga 19 Januari 2025 bagi ByteDance untuk menjual operasional TikTok di AS. Namun, setelah Trump kembali menjabat, tenggat waktu itu ditunda hingga 5 April mendatang.
Pendiri OnlyFans Gandeng HBAR Foundation
Dilansir dari laporan Reuters, Tim Stokely, pendiri platform OnlyFans, melalui startup lain yang ia miliki, Zoop, telah bekerja sama dengan HBAR Foundation untuk mengajukan penawaran pembelian TikTok AS dari ByteDance.
Zoop bukanlah platform yang identik dengan OnlyFans. Perusahaan ini menargetkan segmen yang lebih luas dan menerapkan model bisnis yang membagikan sebagian besar pendapatan kepada content creator yang berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan pengguna.Â
RJ Phillips, salah satu pendiri Zoop, menyatakan bahwa akuisisi ini bukan hanya soal perubahan kepemilikan, tetapi juga transformasi model bisnis yang lebih menguntungkan dan adil bagi para penggunanya.
“Tawaran kami untuk TikTok bukan hanya soal perubahan kepemilikan, tetapi tentang menciptakan paradigma baru di mana baik kreator maupun komunitas mereka dapat langsung mendapatkan manfaat dari nilai yang mereka hasilkan,” tuturnya.Â
Meskipun demikian, detail mengenai nilai penawaran dan daftar investor yang mendukung upaya akuisisi platform media sosial milik ByteDance tersebut belum sepenuhnya diungkapkan.
Persaingan Akuisisi TikTok AS Semakin Ketat
Di sisi lain, persaingan semakin memanas dengan tawaran dari raksasa e-commerce. Menurut laporan The New York Times, Amazon juga mengajukan penawaran di menit-menit terakhir untuk mengambil alih operasional TikTok di AS.Â
Penawaran ini menambah daftar panjang calon pembeli yang ingin menguasai platform media sosial dengan lebih dari 170 juta pengguna aktif di Amerika Serikat.
Bukan hanya Amazon, berdasarkan laporan sebelumnya, pendiri Reddit, Alexis Ohanian, juga dikabarkan tertarik dan lebih awal bergabung dalam upaya akuisisi TikTok AS.
Ia sebelumnya mengungkapkan rencananya untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dalam operasional TikTok, yang akan memberi pengguna kontrol lebih besar atas data dan konten mereka.Â
Ohanian didukung oleh Frank McCourt, seorang miliarder yang dikenal aktif dalam investasi berbasis teknologi dan infrastruktur digital dengan inisiatif bernama The People’s Bid, yang bertujuan untuk menciptakan platform media sosial yang lebih transparan.
Nasib TikTok di AS Masih Belum Jelas
Saat ini, keputusan akhir terkait akuisisi TikTok masih berada di tangan pemerintahan Donald Trump, yang akan meninjau ulang berbagai proposal sebelum tenggat waktu pada 5 April.Â
Dengan semakin banyaknya kandidat investor yang berminat, mulai dari raksasa teknologi hingga pelaku industri blockchain, masa depan TikTok di AS tampaknya masih penuh ketidakpastian.Â
Jika ByteDance gagal menemukan pembeli yang disetujui oleh pemerintah AS, kemungkinan besar aplikasi ini akan menghadapi larangan operasional di wilayah Amerika Serikat.Â
Hal ini tentunya akan berdampak besar bagi para kreator, pengiklan, dan komunitas yang selama ini menggantungkan bisnis mereka pada platform media sosial tersebut. [dp]