Setelah sempat berusaha bertahan, harga Bitcoin hari ini akhirnya menembus support level krusial di US$85.000. Lalu, apa yang menjadi penyebab penurunan ini, dan bagaimana prospek harga BTC ke depannya?
Tekanan Jual Besar Membebani Bitcoin Hari Ini
Pasar Bitcoin hari ini kembali menunjukkan tekanan bearish yang cukup besar. Data dari Arkham Intelligence per Jumat (19/12/2025) mencatat dua transaksi besar dari whale ke crypto exchange.
Satu whale memindahkan 444 BTC senilai sekitar US$39,17 juta ke Binance. Transaksi ini menimbulkan kerugian sebesar US$3,18 juta dari total kepemilikannya, menunjukkan strategi memangkas kerugian atau mengurangi eksposur di tengah fluktuasi harga.
Di sisi lain, whale lain memindahkan 799,71 BTC atau setara US$68,16 juta ke FalconX. Kerugian yang tercatat cukup besar, mencapai US$30,12 juta, dengan harga rata-rata keluar jauh di bawah harga masuk awal.

Gabungan kedua transaksi mencapai 1.200 BTC berpindah ke crypto exchange, menandakan tekanan jual yang besar. Aktivitas on-chain seperti ini menjadi sinyal penting bagi investor ritel, bahwa volatilitas jangka pendek bisa meningkat, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan.
Pandangan bearish juga datang dari analis CoinmarketCap, Unichartz. Ia memperingatkan bahwa harga BTC kembali ditolak di level tertinggi hari ini, dan jika gagal mempertahankan zona penting, penurunan tajam bisa terjadi.
“Sekali lagi, Bitcoin (BTC) menghadapi penolakan dari harga tertinggi hari ini, mirip dengan hari sebelumnya. Jika harga gagal mempertahankan zona yang ditandai, kita bisa menyaksikan penurunan tajam,” tegasnya.

Sentimen Pasar Derivatif dan Ketidakpastian Makro
Selain tekanan jual whale, pasar derivatif juga menunjukkan sentimen yang cenderung bearish. Kontrak futures Bitcoin jangka panjang diperdagangkan dengan diskon, khususnya kontrak BTCUSD_251226, menandakan pandangan negatif dari trader jangka panjang.
Di sisi opsi, aktivitas terlihat campur aduk. Implied volatility (IV) menunjukkan permintaan opsi tertentu meningkat, mengisyaratkan adanya spekulasi bullish atau hedging, sementara sisi lain menunjukkan penurunan permintaan yang sejalan dengan sentimen bearish.
Fenomena ini terjadi menjelang jatuh tempo opsi senilai US$23 miliar. Momen ini meningkatkan volatilitas pasar, karena biasanya trader bersiap untuk menyesuaikan posisi mereka sebelum kontrak kadaluarsa.
Waspada! Bitcoin Bisa Anjlok ke US$70.000, Tapi Bukan Bear Market
Kombinasi antara penjualan besar, futures diskon, dan aktivitas opsi yang ambigu membuat prospek jangka pendek Bitcoin menjadi hati-hati. Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung negatif dalam beberapa hari mendatang.
Makro dan Regulasi Memengaruhi Harga BTC Hari Ini
Data makroekonomi Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan Bitcoin hari ini. Inflasi November tercatat naik cukup besar, memicu koreksi awal pada harga BTC ketika pasar saham mulai menyesuaikan diri dengan berita ekonomi terbaru.
“Indeks keseluruhan naik 2,7 persen dalam 12 bulan hingga November, setelah sebelumnya meningkat 3,0 persen dalam 12 bulan hingga September,” demikian tertulis pada rilis data CPI November, Kamis (18/12/2025).
Meski demikian, setelah laporan inflasi yang tergolong ‘tepid’, Bitcoin sempat rebound. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap data makro, dan investor cepat merespons setiap perubahan indikator ekonomi.

Komentar politik dari Donald Trump terkait kemungkinan penurunan suku bunga Fed turut menambah dinamika pasar. Sentimen investor bergerak cepat menanggapi potensi perubahan kebijakan moneter tersebut.
Di sisi regulasi, ada kabar positif dan negatif bersamaan. SEC mendaftarkan WisdomTree Bitcoin Fund, namun CEO perusahaan mining VBit didakwa terkait kasus penipuan, menciptakan ketidakpastian di sektor penambangan BTC.
Kombinasi tekanan jual whale, sentimen derivatif, dan faktor makro-regulasi menempatkan harga Bitcoin hari ini di fase yang cukup kritis. Meski ada peluang rebound, investor disarankan untuk berhati-hati terhadap volatilitas dan koreksi lebih lanjut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



