Ali Martinez Bongkar Potensi Bullish Harga Bitcoin Pakai Satu Indikator Saja

Harga Bitcoin (BTC) dalam radar pantauan utama, di mana analis teknikal Ali Martinez mengungkapkan bahwa indikator SuperTrend pada time frame 4 jam telah kembali memunculkan sinyal beli.

Menurut Martinez, perubahan arah indikator tersebut berpotensi menjadi awal dari fase bullish baru, mengingat sinyal serupa sebelumnya sempat diikuti reli sekitar 16 persen.

Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.598, setara Rp1,15 miliar, dengan kenaikan sekitar 1,01 persen dalam 24 jam terakhir.

Meski belum berhasil menembus area resistance utama, posisi tersebut masih berada di dekat batas atas rentang perdagangan yang telah bertahan selama beberapa pekan terakhir.

Reli Baru Harga Bitcoin Bergantung pada Area Kunci Ini

Dalam analisis terbarunya, Martinez menjelaskan bahwa indikator SuperTrend kembali berubah menjadi bullish setelah harga Bitcoin mampu bertahan di atas area support dinamisnya.

BTC analisis Ali 6 AGS

Ia juga mengingatkan bahwa sinyal yang muncul pada 3 Juli lalu menghasilkan kenaikan sekitar 16 persen, ketika Bitcoin bergerak dari sekitar US$57.700 menuju US$68.900.

BACA JUGA:  Harga XRP Diprediksi Terbang ke US$6, Ini Momentum Penentunya

Berdasarkan struktur teknikal yang ditampilkan, area US$63.000 kini menjadi level support penting yang perlu dipertahankan agar sinyal bullish tetap valid.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Di sisi atas, resistance awal berada di sekitar US$67.000, sementara keberhasilan menembus zona tersebut dapat membuka peluang bagi harga Bitcoin untuk kembali menguji puncak sebelumnya di kisaran US$68.900.

Meski demikian, Martinez tidak menetapkan target kenaikan baru secara spesifik. Fokus analisisnya lebih menitikberatkan pada perubahan arah indikator SuperTrend yang kini kembali memberikan sinyal positif setelah sebelumnya berhasil mengidentifikasi awal reli pada awal Juli.

Dengan kata lain, selama support utama tetap terjaga, struktur teknikal Bitcoin dinilai masih memiliki peluang melanjutkan momentum kenaikan.

Whale Mulai Bergerak, Tekanan Jual Jadi Sorotan

Di sisi lain, analis Arab Chain di CryptoQuant melihat adanya perubahan perilaku pelaku pasar besar atau whale di Binance. Ia mencatat bahwa Whale Inflow Ratio di bursa tersebut telah mencapai 0,52, level tertinggi dalam empat bulan terakhir, ketika harga Bitcoin masih bergerak di dalam rentang US$60.000 hingga US$65.000.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Lesu, Perusahaan DAT Putar Haluan ke Sektor AI

Bitcoin whale 6 AGS

Peningkatan rasio tersebut menunjukkan bahwa transaksi yang berasal dari investor besar mulai mendominasi aliran Bitcoin yang masuk ke Binance dibandingkan transaksi dari investor ritel maupun pelaku pasar berukuran lebih kecil.

Secara mekanis, kondisi ini mengindikasikan lebih banyak Bitcoin dikirim ke bursa sehingga berpotensi meningkatkan tekanan jual apabila aset tersebut benar-benar dilepas ke pasar.

Menurut Arab Chain, lonjakan rasio whale inflow seperti ini secara historis tidak selalu menjadi sinyal bearish. Fenomena tersebut pernah muncul baik di dekat puncak maupun dasar pasar, terutama ketika terjadi fase kepanikan atau kapitulasi investor.

“Volatilitas rendah membuat indikator ini kemungkinan segera kembali normal,” ujar Arab Chain.

Ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah tren peningkatan aliran Bitcoin dari para whale akan terus berlanjut. Namun, apabila volatilitas pasar tetap rendah, rasio tersebut diperkirakan akan kembali ke kisaran normal setelah fase aktivitas tinggi ini mereda.

BACA JUGA:  Cerita Tragis Sultan Crypto Indonesia, Dulu Asetnya Puluhan Miliar, Kini Rungkad

Karena itu, selain mencermati indikator teknikal seperti SuperTrend, pelaku pasar juga dinilai perlu memperhatikan perkembangan aktivitas investor besar sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait