Altcoin AB Meroket, Aksi Whale Diam-diam Bikin Pasar Kaget

Altcoin AB mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir dan kembali menarik perhatian pasar kripto global.

Berdasarkan data yang dihimpun CoinMarketCap, altcoin AB diperdagangkan di sekitar US$0.007480, menguat 20,76 persen dibanding hari sebelumnya.

Kenaikan ini sekaligus mendorong aset tersebut masuk ke daftar 100 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Reli cepat ini terjadi di tengah aktivitas whale yang meningkat dan perkembangan ekosistem yang semakin agresif.

Akumulasi Whale dan Lonjakan Volume Perdagangan Altcoin AB 

Kenaikan harga altcoin AB terjadi hanya beberapa hari setelah munculnya pola akumulasi dari sejumlah alamat besar. Berdasarkan data on-chain, volume perdagangan harian melonjak hingga US$40 juta, atau naik sekitar 200 persen menjelang pengumuman resmi pada 12 November.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Peningkatan tersebut mengindikasikan adanya pergerakan whale yang diduga sudah mengantisipasi rilis berita terkait kemitraan strategis AB Chain.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: ETH, PIPPIN, SHIB, XLM, ONT di Titik Kritis Pasar

Aksi akumulasi itu memicu momentum bullish jangka pendek karena pembelian dalam jumlah besar menggerakkan harga lebih cepat. Namun di sisi lain, pasar masih menghadapi risiko volatilitas tinggi karena likuiditas altcoin AB tercatat relatif tipis, hanya sekitar US$2,17 juta.

Kondisi ini membuat harga lebih mudah berfluktuasi, terutama ketika distribusi token masih terkonsentrasi pada segelintir pemegang besar.

Data menunjukkan 10 wallet terbesar menguasai 97 persen pasokan beredar, sehingga potensi aksi ambil untung dalam skala besar tetap menjadi faktor risiko utama bagi investor jangka pendek.

Integrasi Stablecoin USD1 dan Ekspansi Produk AB

Pendorong utama reli altcoin AB datang dari pengumuman integrasi stablecoin USD1 ke dalam ekosistem AB Chain.

Pada hari Rabu (12/11/2025), AB resmi bekerja sama dengan World Liberty Financial (WLFI), entitas yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Trump, untuk menghadirkan USD1, stablecoin yang didukung oleh treasury AS dan aset setara kas.

BACA JUGA:  Bitcoin Dapat Sinyal Bullish Baru, Data Arus Bursa Mulai Berubah

Proyek ini memanfaatkan modular blockchain milik AB untuk menyediakan transaksi lebih cepat dan transfer tanpa biaya melalui AB Wallet.

Kemitraan tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem DeFi, mencakup aktivitas perdagangan, lending, hingga likuiditas lintas jaringan.

Integrasi USD1 juga dianggap sebagai langkah penting dalam mendorong adopsi aset digital di dunia nyata, mengingat stablecoin tersebut dirancang agar tetap tahan terhadap volatilitas pasar kripto.

Selain itu, fitur zero-fee di AB Wallet berpotensi meningkatkan jumlah transaksi harian dan mendorong pertumbuhan pengguna baru.

Tidak hanya itu, perkembangan dari sisi ekosistem turut memperkuat sentimen pasar. Influencer kripto Crypto Winkle mencatat bahwa peluncuran AB DAO Wallet versi 1.9 kini memungkinkan pengguna membuat meme token secara langsung, meningkatkan interaksi dan aktivitas komunitas.

AB juga menyiapkan roadmap kuartal keempat yang berfokus pada ekspansi cross-chain, termasuk fitur swap dan integrasi fiat untuk meningkatkan utilitas di dunia nyata.

BACA JUGA:  Kanada Batasi Donasi Kripto di Politik, Soroti Risiko Anonimitas

Lonjakan aktivitas tersebut berbarengan dengan pemulihan teknikal dari area oversold di indikator RSI, yang menandai kembalinya minat pasar terhadap altcoin AB.

Meskipun pasar tetap penuh risiko akibat konsentrasi kepemilikan dan likuiditas tipis, sinyal yang berkembang menunjukkan bahwa altcoin AB mulai membuka jalan menuju level tertinggi sepanjang masa (ATH) jika tren ini berlanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait