Penurunan pasokan altcoin Ethereum (ETH) di berbagai bursa kripto kembali menjadi sorotan. Data on-chain terbaru dari Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan bahwa jumlah ETH yang tersimpan di bursa telah turun ke level terendah sejak 2016.
Kondisi ini menandakan berkurangnya tekanan jual jangka pendek dan menguatnya indikasi akumulasi oleh investor jangka panjang, di tengah volatilitas harga yang masih berlangsung.

Berdasarkan metrik Exchange Supply Ratio (ESR), persentase ETH yang berada di bursa kini berada di kisaran 0,137 secara agregat. Angka tersebut mencerminkan arus keluar ETH yang konsisten dari bursa menuju wallet pribadi.
Secara historis, pola ini sering muncul ketika pelaku pasar memilih menyimpan asetnya alih-alih menjual, baik untuk mengantisipasi stabilisasi pasar maupun fase akumulasi lanjutan.
Pada saat yang sama, harga altcoin Ethereum tercatat diperdagangkan di level US$2.828,28. Dalam 24 jam terakhir, ETH mengalami koreksi 4,05 persen, sementara dalam tujuh hari terakhir tercatat turun 14,89 persen.
Meski demikian, penurunan harga tersebut tidak diikuti dengan peningkatan pasokan ETH di bursa, yang biasanya menjadi indikasi tekanan jual besar-besaran.
Pasokan Altcoin Ethereum di Bursa Turun ke Level Terendah Sejak 2016
Arab Chain mencatat bahwa penurunan ESR terjadi secara luas di hampir seluruh platform perdagangan kripto utama. Arus keluar altcoin Ethereum dari bursa ini mengindikasikan perubahan perilaku investor yang semakin memilih penyimpanan jangka panjang di wallet eksternal.
Dalam analisisnya, Arab Chain menilai kondisi tersebut mencerminkan keseimbangan baru antara suplai dan permintaan di pasar Ethereum.
“Penurunan pasokan Ethereum di bursa menunjukkan berkurangnya niat jual jangka pendek dan menguatnya kecenderungan akumulasi oleh investor,” ujar Arab Chain.
Fenomena ini dinilai penting karena bursa merupakan sumber utama likuiditas instan. Ketika suplai di bursa menurun, jumlah aset yang siap dijual di pasar spot otomatis berkurang. Dengan kata lain, meskipun harga ETH sedang terkoreksi, tekanan jual dinilai tidak terlalu agresif dibandingkan fase distribusi pada siklus sebelumnya.
Secara historis, penurunan ESR ke level ekstrem sering terjadi pada fase transisi pasar, baik setelah volatilitas tinggi maupun menjelang pergerakan harga yang lebih stabil.
Data on-chain menunjukkan bahwa pola serupa pernah muncul pada periode re-akumulasi sebelumnya, ketika investor institusional dan pemegang besar mulai mengamankan aset di luar bursa.
Binance Jadi Sorotan, Tekanan Jual Dinilai Melemah
Di tingkat bursa individual, Binance menjadi salah satu platform yang paling menonjol dalam data terbaru ini.
Bursa terbesar berdasarkan likuiditas tersebut mencatat Exchange Supply Ratio Ethereum sekitar 0,0325, jauh lebih rendah dibandingkan beberapa bulan terakhir. Angka ini menunjukkan terjadinya penarikan ETH dalam jumlah signifikan dari wallet Binance.

Bagi pasar, kondisi ini memiliki implikasi penting. Binance selama ini dikenal sebagai sumber likuiditas utama untuk perdagangan spot Ethereum.
Ketika suplai ETH di Binance menurun, ketersediaan aset untuk dijual secara langsung juga ikut berkurang. Menurut Arab Chain, situasi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian trader dan menurunnya aktivitas jual jangka pendek.
Di tengah penurunan harga mingguan yang cukup tajam, stabilitas relatif pasokan di bursa dinilai sebagai sinyal bahwa pasar tidak sedang berada dalam fase panic selling.
Sebaliknya, pasar Ethereum disebut memasuki fase penyerapan likuiditas, di mana pelaku pasar menata ulang posisi mereka sambil menunggu arah pergerakan yang lebih jelas.
Arab Chain menilai bahwa kombinasi antara penurunan pasokan di bursa dan harga yang bertahan di area menengah mencerminkan proses reposisi pasar.
Investor yang berorientasi jangka panjang cenderung memanfaatkan fase koreksi untuk mengamankan ETH, sementara pelaku jangka pendek terlihat mengurangi aktivitas spekulatifnya.
Dengan demikian, meskipun kinerja harga ETH masih berada dalam tekanan dalam jangka pendek, data on-chain menunjukkan gambaran yang berbeda di balik layar. Penurunan pasokan Ethereum di bursa ke level terendah dalam hampir satu dekade memperkuat narasi bahwa sebagian pelaku pasar melihat fase saat ini sebagai momentum akumulasi, bukan distribusi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



