Pergerakan altcoin XRP kembali menarik perhatian pasar kripto global setelah indikator on-chain menunjukkan sinyal melemahnya tekanan jual.
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant melaporkan bahwa metrik Taker Buy/Sell Ratio XRP berada di kisaran 0,96, atau di bawah angka 1, menandakan tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek. Namun, dua sinyal penting mengindikasikan bahwa fase pelemahan ini mungkin segera berakhir.

Altcoin XRP Mulai Menunjukkan Keseimbangan Pasar
Berdasarkan laporan analis tersebut, tekanan jual pada altcoin XRP tidak lagi menunjukkan pendalaman signifikan. Meskipun rasio sempat turun hingga di bawah 0,9, kondisi itu tidak bertahan lama, sebuah tanda bahwa kekuatan penjual mulai berkurang.
Sementara itu, harga XRP juga tercatat membentuk pola higher low, menandakan bahwa pasar tengah menyerap tekanan jual dan membangun fondasi untuk potensi kenaikan berikutnya.
PelinayPA menjelaskan bahwa jika Taker Buy/Sell Ratio mampu bergerak di atas 1 dalam beberapa hari mendatang, hal tersebut biasanya menandai pembalikan tren jangka pendek.
“Jika rasio tersebut naik dan harga tetap stabil di kisaran US$2,4 hingga US$2,5, maka peluang rebound menuju US$2,8 hingga US$3 akan semakin terbuka,” tambahnya.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa apabila rasio turun dan bertahan di bawah 0,95, harga bisa kembali melemah ke sekitar US$2,0 akibat aksi ambil untung jangka pendek.
Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa XRP tengah berkonsolidasi di zona support menengah, menandakan pasar sedang mencari keseimbangan.
Dengan tekanan jual yang semakin memudar, analis menilai altcoin ini mungkin sedang memasuki fase awal dari uptrend baru. Meski demikian, pasar masih menunjukkan sikap hati-hati sebelum konfirmasi arah pergerakan berikutnya.
Analis Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
Selain dari sisi on-chain, pandangan teknikal juga memperkuat optimisme terhadap prospek jangka panjang altcoin XRP.
Berdasarkan analisis terbaru dari ChartNerd, pola grafik enam bulanan menunjukkan tidak adanya tanda pembalikan tren bearish.
“Meskipun sempat muncul wick panjang yang menandakan volatilitas, tren makro XRP masih positif. Saya memperkirakan kelanjutan kenaikan menuju US$5 pada impuls berikutnya, lalu US$8 hingga US$13, dan akhirnya target US$27 untuk puncak siklus ini,” ungkap ChartNerd.
Data pasar terkini mendukung pandangan tersebut. Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di level US$2,3768, naik 1,36 persen dalam 24 jam terakhir, meski sempat melemah 1,04 persen dalam rentang empat jam terakhir.
Volume perdagangan spot 24 jam tercatat mencapai US$937,18 juta, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$142,89 miliar dan open interest di posisi US$3,50 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar tetap tinggi meskipun pergerakan harga masih terbatas.
Dalam konteks yang lebih luas, para analis menilai bahwa struktur pasar altcoin XRP saat ini mencerminkan fase akumulasi menjelang potensi kenaikan besar berikutnya.
Sinyal on-chain yang mulai membaik, dipadukan dengan optimisme teknikal jangka panjang, menjadi kombinasi yang dapat memperkuat sentimen positif terhadap aset ini.
Namun demikian, baik PelinayPA maupun ChartNerd sama-sama menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati. Mereka menilai bahwa meskipun tekanan jual mulai mereda, pasar masih perlu memastikan konfirmasi tren sebelum momentum bullish benar-benar dimulai.
Dengan keseimbangan baru yang mulai terbentuk, altcoin XRP kini berada di persimpangan penting, di mana setiap perubahan kecil pada volume beli atau rasio taker dapat menentukan arah besar pergerakan harga dalam beberapa minggu ke depan.
Jika tren positif ini berlanjut dan indikator teknikal serta on-chain selaras, XRP bisa saja memasuki babak baru siklus kenaikan makro yang selama ini ditunggu oleh investor. Untuk saat ini, tanda-tanda awal penguatan sudah mulai terlihat dan pasar tampaknya bersiap menyambut kemungkinan fase ekspansi baru bagi altcoin XRP. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



