Lonjakan kerugian terealisasi (realized loss) terbesar sejak 2022 tercatat pada altcoin XRP, berdasarkan data terbaru dari Santiment.
Santimen melaporkan bahwa XRP mengalami spike realized loss mingguan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Dalam catatan historisnya, ketika tonggak mingguan sebelumnya menyentuh sekitar -US$1,93 miliar sekitar 39 bulan lalu, harga XRP justru melonjak sekitar 114 persen dalam delapan bulan berikutnya.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar kripto global. Realized loss yang signifikan mencerminkan kondisi ketika sejumlah besar investor menjual koin mereka di bawah harga beli awal, sehingga mengunci kerugian. Situasi tersebut umumnya muncul saat sentimen pasar diliputi ketakutan dan aksi kapitulasi.
“Lonjakan besar realized loss sering kali muncul di dekat dasar pasar karena ketakutan ekstrem biasanya memuncak sebelum harga mencapai titik terendah,” ungkap Santiment.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tekanan jual masif tidak selalu menjadi sinyal negatif berkepanjangan, melainkan dapat menandai fase akhir distribusi.
Secara historis, ketika sebagian besar pelaku pasar yang lemah telah keluar, tekanan jual tambahan cenderung berkurang. Dalam kondisi seperti ini, sedikit dorongan beli dapat memicu pantulan harga. Meski demikian, data tersebut tidak menjamin reli instan, melainkan meningkatkan probabilitas rebound dalam jangka menengah.
Arus Keluar XRP ETF dan Tekanan Volatilitas
Di sisi lain, tekanan terhadap altcoin XRP juga tercermin dari arus dana pada produk investasi berbasis XRP. Data terbaru menunjukkan bahwa XRP ETF mencatat lima hari berturut-turut arus keluar dana.
Pada 18 Februari 2026, tercatat penarikan sebesar US$2,21 juta, angka terkecil selama periode tersebut, dengan seluruh arus keluar berasal dari produk Grayscale. Tren ini terjadi seiring berlanjutnya volatilitas pasar yang memengaruhi minat investor institusional.
Kombinasi lonjakan realized loss dan arus keluar ETF memperlihatkan adanya kehati-hatian pelaku pasar terhadap altcoin XRP. Yang menarik adalah, jika mengacu pada pola historis, kondisi tekanan ekstrem justru kerap muncul menjelang fase konsolidasi atau pembentukan dasar harga alias bottom.
Analisis Teknikal dan Skenario Harga XRP
Secara teknikal, analis Sifat007 menyebut altcoin XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,40 hingga US$1,44, bergerak dalam rentang horizontal setelah impuls kenaikan kuat yang diikuti penolakan tajam dari level tertinggi. Struktur harga menunjukkan fase konsolidasi yang jelas.

Menurut analisis tersebut, penembusan kuat dan bertahan di atas US$1,50 berpotensi mendorong momentum XRP menuju US$1,60 dan kemungkinan menguji ulang zona lonjakan sebelumnya.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level US$1,35 dapat membuka peluang terjadinya sapuan likuiditas menuju US$1,20, yang disebut sebagai zona demand kuat berikutnya.
Dalam jangka pendek, kondisi pasar dinilai masih memungkinkan perdagangan cepat untuk meraih keuntungan singkat. Namun, untuk strategi jangka panjang, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



