Performa altcoin XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis on-chain dan pasar derivatif melihat munculnya pola yang dinilai menyerupai fase sebelum reli besar pada 2017.
Sejumlah indikator teknikal dan perilaku trader menampilkan sinyal bahwa aset ini berpotensi memasuki fase penguatan signifikan menuju 2026, dengan latar kondisi pasar yang dinilai semakin stabil.
Pola Akumulasi Mirip 2017, Sinyal Reli Altcoin XRP Mulai Muncul
Menurut analis Steph Is Crypto, altcoin XRP baru saja menyelesaikan fase akumulasi sideways selama 393 hari, atau sama panjangnya dengan periode konsolidasi sebelum terjadinya reli besar pada 2017.

Saat itu, pergerakan harga cenderung datar, bergerak dalam kisaran sempit, dan membuat banyak pelaku pasar kehilangan minat sebelum akhirnya harga mengalami ekspansi agresif. Kondisi serupa kini dinilai kembali terlihat, ketika XRP menunjukkan tanda awal breakout sementara perhatian pasar masih relatif rendah.
Fase sideways yang panjang dianggap penting karena mencerminkan periode konsolidasi yang sehat, di mana pasar membentuk fondasi harga sebelum terjadi pergerakan signifikan.
Jika pola historis ini kembali terulang, maka analis menilai momentum potensial pada altcoin XRP dapat mengarah pada fase penguatan besar, khususnya pada tahun 2026 yang diprediksi menjadi tahun penting bagi siklus pasar aset digital.
Selain itu, perhatian yang masih terbatas terhadap altcoin XRP turut dipandang sebagai faktor pendukung. Dalam dinamika pasar kripto, reli besar kerap terjadi ketika sentimen pasar belum sepenuhnya euforia, sehingga ruang bagi ekspansi partisipasi dan peningkatan minat investor masih terbuka lebar.
Leverage Turun ke Level Terendah Sejak 2024
Dukungan sinyal penguatan juga datang dari sisi pasar derivatif. Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant melaporkan bahwa Estimated Leverage Ratio XRP di Binance turun ke level terendah sejak awal 2024, yakni berada di kisaran 0,169.

Penurunan tajam ini mencerminkan perubahan perilaku trader yang kini lebih berhati-hati dan tidak lagi banyak mengambil posisi berisiko tinggi. Secara historis, level leverage yang rendah sering dikaitkan dengan lingkungan pasar yang lebih stabil dan minim tekanan likuidasi massal.
Penurunan leverage ini terjadi ketika altcoin XRP diperdagangkan pada kisaran stabil, menunjukkan rebalancing pasar setelah periode spekulasi yang lebih intens. Arab Chain menilai bahwa kondisi ini bukan semata tanda kehati-hatian, tetapi juga potensi pembentukan fondasi yang lebih sehat.
“Penurunan leverage menunjukkan pasar memasuki fase yang lebih seimbang dan mengurangi risiko guncangan ekstrem,” ungkap Arab Chain.
Jika dikaitkan dengan analisis teknikal yang disampaikan oleh Steph Is Crypto, gabungan antara stabilitas struktural pasar dan pola akumulasi historis memberi gambaran bahwa altcoin XRP saat ini berada pada fase transisi penting.
Pasar tampak sedang menyusun dasar jangka menengah yang memungkinkan terjadinya lonjakan signifikan bila momentum fundamental dan sentimen global semakin menguat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



