Altcoin Zcash (ZEC) resmi menempati posisi sebagai aset likuid terbesar kedua di portofolio keluarga Maelstrom milik Arthur Hayes, co-founder BitMEX.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Hayes dalam postingan di sosial media, menyusul lonjakan harga ZEC yang signifikan, sempat menyentuh kisaran US$750.
“Karena kenaikan harga yang cepat, ZEC kini menjadi aset likuid terbesar kedua di portofolio Maelstrom, setelah BTC,” tulis Hayes.
Pencapaian ini menandai kebangkitan altcoin Zcash dalam siklus pasar kripto saat ini, dan mencatat level harga tertingginya sejak 2018.
Lonjakan harga ZEC dalam waktu singkat turut mengangkat kapitalisasi pasarnya hingga melewati US$10 miliar, menjadikannya salah satu dari 20 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar global.
Namun demikian, harga ZEC kini mengalami koreksi dan diperdagangkan di kisaran US$579,38. Dalam kurun waktu 4 jam terakhir, harga naik tipis sekitar 1,20 persen, namun dalam 24 jam terakhir masih merosot sebesar 8,27 persen.
Pergerakan ini menandakan adanya volatilitas tinggi yang menjadi karakteristik khas altcoin dengan narasi privasi seperti Zcash.
Koreksi Harga Altcoin Zcash Dinilai Sehat oleh Analis
Kendati mengalami penurunan dari level tertinggi minggu ini, seorang analis menganggap koreksi ZEC justru merupakan fase normal.
Chiper X, seorang analis pasar kripto yang aktif di media sosial, menyebut bahwa tren jangka panjang altcoin Zcash masih sangat bullish.
Ia melihat bahwa ZEC telah menjadi salah satu aset dengan performa terbaik pada siklus kali ini dan penurunan yang terjadi bukan merupakan tanda kelemahan, melainkan retracement yang sehat menuju area permintaan sebelumnya setelah reli vertikal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa struktur pasar dalam time frame tinggi (HTF) masih mendukung kenaikan lanjutan.
“Likuiditas telah tersapu, dan harga bereaksi dari zona support utama. Selama lantai HTF ini bertahan, saya memperkirakan akan ada satu leg kenaikan lagi setelah fase pendinginan saat ini,” tegas Chiper X.
Sentimen serupa juga diamini oleh beberapa pelaku pasar lainnya yang melihat narasi privasi sebagai daya tarik utama Zcash di tengah meningkatnya sorotan terhadap kebijakan pelacakan transaksi kripto oleh regulator.
Dinamika Spekulatif dan Sentimen Publik Warnai Perjalanan Zcash
Meski didorong oleh fundamental dan narasi privasi, pasar Zcash tidak lepas dari dinamika spekulatif. Influencer kripto Eddy mengungkapkan bahwa, setelah publik mengetahui bahwa Pendiri Zcash adalah seorang transgender, harga sempat anjlok sekitar US$200 dalam waktu singkat.
Meskipun tidak ada bukti bahwa sentimen ini menjadi penyebab utama penurunan harga, reaksi cepat pasar mencerminkan bagaimana opini publik dan berita non-teknikal dapat memengaruhi harga altcoin secara ekstrem.
Pernyataan Hayes juga memicu diskusi lebih lanjut terkait arah portofolionya. Dikenal sebagai sosok yang tidak segan mengekspresikan keyakinannya terhadap aset berisiko tinggi, Hayes sebelumnya juga sempat memprediksi bahwa Zcash dapat mencapai harga hingga US$10.000 di masa mendatang.
Walau proyeksi tersebut dinilai terlalu agresif oleh sebagian pelaku pasar, langkah Hayes tetap menjadi sinyal kuat bahwa altcoin Zcash tengah berada dalam radar investor besar.
Di tengah volatilitas pasar kripto secara umum, kehadiran kembali ZEC di jajaran aset top membuka kembali diskusi soal relevansi koin privasi dalam ekosistem kripto modern.
Dengan struktur pasar yang masih bullish dan perhatian dari pelaku institusional, Zcash mungkin akan terus menjadi salah satu sorotan utama di kuartal akhir 2025, terutama bagi investor yang menaruh minat pada aset dengan fitur privasi tingkat lanjut. Mari kita saksikan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



